alexametrics

Jangan Konsumsi Gula, Garam, Lemak Berlebih, Ada Penyakit Berbahaya Mengintai

Bimo Aria Fundrika
Jangan Konsumsi Gula, Garam, Lemak Berlebih, Ada Penyakit Berbahaya Mengintai
Ilustrasi garam. (Pixabay.com/Bruno /Germany)

Seperti diketahui, batas asupan gula per hari menurut rekomendasi Kementerian Kesehatan adalah 10 persen dari total energi (220 kkal) atau

Suara.com - Orang Indonesia terbiasa menyantap makanan olahan yang digoreng dan instan. Cita arasa yang cenderung manis, asin dan pedas, tanpa disadari membuat masyarakat mengonsumsi asupan gula, garam dan lemak berlebih.

Padahal, menurut Pakar gizi sekaligus dosen gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Surabaya, Dr Annis Catur Adi, Ir, M.Si mengonsumsi gula, garam, dan lemak berlebih karena dapat menyebabkan menyebabkan penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, obesitas, hingga hipertensi.

Seperti diketahui, batas asupan gula per hari menurut rekomendasi Kementerian Kesehatan adalah 10 persen dari total energi (220 kkal) atau setara dengan empat sendok makan per hari yakni 50 gram per orang per hari.

"Kiat mengurangi gula bisa dilakukan dengan menggantinya dengan rempah misal jahe, kayu manis atau pala. Selalu baca label informasi gizi produk yang dibeli, dan untuk camilan bisa pilih buah alih-alih cokelat." katanya  seperti dikutip ANTARA. 

Baca Juga: 7 Makanan Penyebab Asam Lambung Naik, Penderita Penyakit Mag Wajib Hindari

Ilustrasi gula. (Freepik.com/jcomp)
Ilustrasi gula. (Freepik.com/jcomp)

Sementara itu, rekomendasi Kementerian Kesehatan terkait asupan lemak adalah sebesar 67 gram atau lima sendok makan minyak.

"Asupan lemak bisa dikurangi dengan mengganti menu yang digoreng dengan tidak digoreng, misal dibakar atau panggang. Pilih daging yang tidak berlemak, hindari konsumsi kulit ayam. Hindari penggunaan santan kelapa, mentega dan margarin."

Sementara terkait asupan garam, yang dimaksud garam konsumsi menurut Annis adalah garam yang dikonsumsi bersama-sama dalam makanan atau minuman, memiliki NaCl minimal 94 persen.

Sebesar 76 persen konsumsi garam berasal dari penambahan bumbu saat memasak misal penambahan saus dan kecap.

Khusus untuk garam, Annis mengatakan ada beberapa kiat untuk mengendalikan asupan garam.

Baca Juga: Jelang PON XX Papua, Kemenkes Waspadai Penularan Malaria di Stadion

"Kebiasaan masyarakat Indonesia dalam membuat masakan memang banyak menggunakan bumbu dan rempah yang memiliki cita rasa tinggi, sedangkan dalam berbagai bumbu dan rempah itu juga sudah cukup banyak terkandung natrium. Nah, cara yang sesuai jika masakan kita sudah banyak menggunakan berbagai bumbu rempah adalah dengan hanya manambahkan garam dapur dalam jumlah yang sedikit sekali," kata Annis.

Komentar