3 Cara yang Bisa Dilakukan Penyintas Kekerasan Seksual untuk Pulih dari Trauma

Risna Halidi

Rabu, 22 September 2021 | 18:25 WIB
3 Cara yang Bisa Dilakukan Penyintas Kekerasan Seksual untuk Pulih dari Trauma
Ilustrasi kekerasan seksual (Shutterstock).

Suara.com - Belakangan ini, kasus kekerasan seksual menjadi salah satu berita hangat di berbagai media sosial, media digital, hingga televisi.

Mulai dari kasus glorifikasi yang dilakukan pada seorang artis yang baru saja keluar dari penjara, pelecehan seksual di salah satu lembaga penyiaran milik pemerintah, hingga meninggalnya seorang perawat karena dilecehkan oleh sekelompok anggota masyarakat.

Kasus pelecehan seksual bukanlah barang baru. Hal ini sudah terjadi sejak lama dan selalu menjadi salah satu tugas besar pemerintah, penegak hukum, maupun masyarakat.

Alih-alih melapor, kebanyakan penyintas memilih diam. Di beberapa kondisi, penyintas kekerasan seksual yang berhasil melapor malah menjadi korban pernikahan dengan pelaku. Tidak sedikit bahkan yang setelah melapor justru mendapat stigma negatif dari publik.

Ilustrasi kekerasan seksual, pelecehan seksual - (Suara.com/Ema Rohimah)
Ilustrasi kekerasan seksual (Suara.com/Ema Rohimah)

Menurut Falah Farras, Psikolog Klinis yang juga Co-Founder Social Connect, pelecehan seksual sulit dilaporkan karena kurangnya bukti. Sehingga ketika ingin melapor, penyintas merasa ragu. Belum lagi anggapan orang lain ketika penyintas melaporkan kejadian tidak senonoh yang mereka terima.

"Ketika pelecehan seksual terjadi, penyintas atau korban merasa kesulitan untuk mengumpulkan bukti. Jarang ada yang memiliki bukti foto atau rekaman."

"Penyintas juga mengalami kesulitan karena yang menjadi saksi hanyalah pelaku dan korban itu sendiri. Itu biasanya yang jadi alasan mengapa penyintas kekerasa seksual lebih sulit untuk bercerita atau melapor," tuturnya dikutip dari siaran pers, Rabu (22/9/2021).

Apalagi bila korban atau penyintas tersebut berasal dari kalangan laki-laki. Ada stigma maskulin yang melekat di masyarakat. Laki-laki tidak boleh lemah, tidak boleh cengeng, dan tidak boleh takut. Hal ini juga menjadi alasan yang menghambat korban melaporkan tindak kekerasan seksual yang mereka terima.

Belum lagi munculnya Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) di diri penyintas tersebut. Efeknya bisa dalam bentuk hyperarrousal atau kesulitan mengingat kejadian yang terjadi hingga tubuh tidak bisa bergerak (freeze) ketika pelecehan terjadi.

Lantas, apa yang bisa dilakukan penyintas kekerasan seksual agar bisa pulih dari trauma?

baca juga
Ilustrasi kekerasan seksual pada anak di bawah umur. [SuaraJogja.com / Ema Rohimah]
Ilustrasi kekerasan seksual [SuaraJogja.com / Ema Rohimah]

1. Stabilisasi Emosi
Ketika berada di masa trauma atau PTSD, penyintas biasanya akan merasakan emosi lebih intens dibanding biasanya. Emosi negatif seperti sedih, marah, hingga menyalahkan diri sendiri jadi muncul lebih sering. Penyintas juga jadi mudah terpicu karena beberapa hal tertentu.

Untuk mengatasi hal ini, Farras menyarankan penyintas untuk melakukan stabilisasi emosi, terutama ketika emosi tersebut sedang meluap. Misalnya dengan mencari metode coping yang paling sesuai seperti menangis, meditasi, atau melakukan hal-hal positif, atau mencari bantuan dari profesional.

2. Memproses Ingatan Kembali
Karena kekerasan seksual merupakan hal yang traumatis, biasanya ingatan akan hal tersebut akan sangat melekat dan sulit diterima oleh tubuh.

Sehingga dapat mengganggu kehidupan penyintas. Dengan memproses ingatan kembali, penyintas akan ‘diajak’untuk menoleransi pengalaman tersebut atau tidak terlalu reaktif terhadap ingatan itu.

"Kita coba memperbaiki emosi yang terjadi dalam ingatan itu. ‘Oke, itu memang bagian dari hidupku, bagian dari pengalaman yang sudah aku lalui."

"Pada saat itu aku marah, tapi saat sekarang, aku dengan diriku yang sekarang.’ Proses itu kita menarik diri kita ke masa saat ini, dan yang masa lalu itu kita terima sebagai pengalaman hidup. Lebih ke mengubah toleransi emosinya," ujar pria tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Potret Pemuda 1970-an Berpose Begini Viral, Warganet: Ambyar Ambyar Club Jadul

Potret Pemuda 1970-an Berpose Begini Viral, Warganet: Ambyar Ambyar Club Jadul

Bali | Rabu, 22 September 2021 | 14:55 WIB

Dedi Mulyadi Pergoki Pria Naik Motor yang Antar Ayahnya Mengemis, Ternyata Punya Dua Istri

Dedi Mulyadi Pergoki Pria Naik Motor yang Antar Ayahnya Mengemis, Ternyata Punya Dua Istri

Otomotif | Rabu, 22 September 2021 | 14:20 WIB

The Metropolitan Museum of Art: Lokasi Met Gala dan Tempat Kunjungan BTS

The Metropolitan Museum of Art: Lokasi Met Gala dan Tempat Kunjungan BTS

Your Say | Rabu, 22 September 2021 | 14:11 WIB

Terkini

4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi

4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:55 WIB

Tetsuya Chiba, Kreator Ashita no Joe, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun

Tetsuya Chiba, Kreator Ashita no Joe, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Cerita Penumpang Detik-detik Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol hingga Tewaskan 68 Orang

Cerita Penumpang Detik-detik Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol hingga Tewaskan 68 Orang

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:48 WIB

Setahun Tak Berfungsi, Eskalator Sky Bridge Stasiun Bojonggede Dikasih Karangan Bunga

Setahun Tak Berfungsi, Eskalator Sky Bridge Stasiun Bojonggede Dikasih Karangan Bunga

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:47 WIB

Gantikan Alan Ritchson, Keanu Reeves Bintangi Film Aksi Netflix Maelstrom

Gantikan Alan Ritchson, Keanu Reeves Bintangi Film Aksi Netflix Maelstrom

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Perbedaan Gula, Stevia, dan Pemanis Buatan: Mana yang Paling Aman Dikonsumsi?

Perbedaan Gula, Stevia, dan Pemanis Buatan: Mana yang Paling Aman Dikonsumsi?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:34 WIB

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:32 WIB

×