Pesan Muhammadiyah: Pelonggaran PPKM Tak Boleh Bikin Masyarakat Abai Protokol Kesehatan

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Rabu, 22 September 2021 | 18:55 WIB
Pesan Muhammadiyah: Pelonggaran PPKM Tak Boleh Bikin Masyarakat Abai Protokol Kesehatan
Sejumlah kendaraan melaju di samping layar informasi tentang ajakan vaksinasi di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (23/8/2021). ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Suara.com - Pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM tidak boleh membuat masyarakat kehilangan kewaspadaan terhadap infeksi COVID-19.

Bahkan menurut Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) PP Muhammadiyah Budi Setiawan, masyarakat tak boleh terjebak dalam euforia yang bisa berjung pada abainya protokol kesehatan.

Budi menitikberatkan di kota-kota yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai pendapatan daerah, masih banyak ditemui masyarakat yang abai protokol kesehatan.

Ia mencontohkan angka penularan COVID-19 di Yogyakarta. Beberapa hari terakhir memang mengalami penurunan, akan tetapi pada Selasa (21/9), kembali menunjukkan peningkatan.

Warga berjalan di kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta, Minggu (5/9/2021). [Antara/Aprillio Akbar/rwa]
Warga berjalan di kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta, Minggu (5/9/2021). [Antara/Aprillio Akbar/rwa]

"Saya baca di sebuah media mengatakan berhentinya tren menurun, ini kan satu warning yang luar biasa," kata dia, dalam keterangan resmi dilansir ANTARA.

Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa ketika masyarakat abai terhadap prokes, besar kemungkinan angka terpapar COVID-19 kembali naik. Oleh karena itu, Muhammadiyah mewanti-wanti semua pihak untuk tidak abai terhadap prokes yang selama ini berlaku.

Ia juga menyoroti akan pentingnya prokes di sekolah-sekolah yang menggelar PTM. Perlu pengawasan ketat agar tidak terjadi kluster penularan di sekolah. Kluster sekolah tidak bisa remehkan, karena ikut menyumbang angka kenaikan terpapar COVID-19.

"Kepada masyarakat yang sudah vaksin, baik itu vaksin dosis satu dan dua harus tetap taat prokes. Termasuk kepada anak-anak yang sudah mulai melakukan PTM, supaya diedukasi tentang taat prokes, sebab pandemi COVID-19 belum selesai," kata dia.

Baca Juga: Selama Pandemi Covid-19, Pemprov DKI Raup Rp6,1 Miliar dari Warga Pelanggar Prokes

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI