Ketahui 4 Faktor Risiko Penyakit Parkinson, dari Usia hingga Obat-obatan!

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Jum'at, 24 September 2021 | 14:29 WIB
Ketahui 4 Faktor Risiko Penyakit Parkinson, dari Usia hingga Obat-obatan!
llustrasi lansia mengalami Parkinson (Shutterstock)

Suara.com - Penyakit Parkinson terjadi ketika sel-sel otak yang memproduksi dopamin, pembawa pesan kimia yang mengoordinasi gerakan otot dan respons emosional, berhenti bekerja atau mati.

Kondisi tersebut umumnya menyebabkan gejala motorik, seperti tremor, kekakuan dan kelambatan gerakan yang disebut bradikinesia. Gejala lainnya adalah kecemasan serta depresi.

Tetapi hingga kini ilmuwan belum mengetahui penyebab pastinya, lapor Health.

"Kami tidak mempunyai satu penyebab. Yang kami tahu penyakit Parkinson terjadi karena interaksi antara otak yang menua, genetik, dan lingkungan," jelas Lynda Nwabuobi, MD, asisten profesor neurologi klinis di Weill Cornell Parkinson's Disease and Movement Disorders Institute.

Di sisi lain, ada 4 faktor risiko yang meningkatkan risiko Parkinson, yakni:

Ilustrasi Parkinson (Shutterstock)

1. Usia

Usia memang tidak secara langsung menyebabkan penyakit Parkinson, tetapi bertambah tua menjadi faktor risiko terbesar untuk mengalami gangguan neurologis. Sebab, sel-sel otak lebih rentan terhadap cedera.

Penyebab lainnya, ekspresi gen dapat berubah seiring waktu, memicu perubahan dalam aktivitas seluler yang pada akhirnya mengakibatkan Parkinson.

Biasanya, orang dengan Parkinson didiagnosis pada usia 60-an dan kemungkinan meningkat seiring bertambahnya usia.

baca juga

2. Genetika

Yayasan Parkinson mengungkap genetika menyumbang Parkinson sebesar 10 persen hingga 15 persen kasus.

Tetapi penelitian genetik masih dalam tahap awal, sehingga para ahli belum memiliki gambaran lengkap tentang peran yang dimainkan gen.

"Banyak mutasi gen telah ditemukan, tetapi kami tahu bahwa kami hanya menyentuh permukaan," kata Dr. Nwabuobi.

3. Lingkungan dan gaya hidup

Meski para ahli belum menemukan hubungan pasti antara Parkinson dengan faktor lingkungan dan penyebab penyakit, bukti menunjukkan faktor tersebut bisa saja berperan dalam perkembangan penyakit.

"Ada racun tertentu yang telah terbukti meningkatkan risiko Parkinson," kata Dr. Nwabuobi. Racun itu termasuk logam, herbisida, atau fungisida tertentu yang juga dapat meningkatkan risiko Parkinson.

Penelitian juga menunjukkan bahwa mengalami cedera hingga gegar otak dapat meningkatkan risiko Parkinson sebesar 57 persen.

Ilustrasi Parkinson (Shutterstock)

4. Obat-obatan memicu gejala Parkinson

Mengonsumsi obat-obatan tertentu, terutama yang menghambat kerja dopamin, dapat memicu gejala penyakit Parkinson.

Ini adalah kondisi yang disebut Parkinsonisme diinduksi obat. Kondisi ini memang bukan penyakit Parkinson yang sebenarnya, tetapi gejala dan penampakannya sangat mirip.

Berikut beberapa obat yang dapat menyebabkan gejala penyakit Parkinson:

  • Antipsikotik (seperti fluphenazine, pimozide, haloperidol, dan perphenazine)
  • Obat antimual (termasuk klorpromazin, droperidol, dan prometazin)
  • Obat-obatan yang mengobati gangguan gerakan hiperkinetik (seperti tetrabenazine, deutetrabenazine, dan valbenazine)

Sebagian besar kasus gejala ini akan hilang ketika obat berhenti dikonsumsi. Tetapi ada beberapa di antaranya gejala Parkinson tidak hilang, dan akhirnya didiagnosis dengan penyakit Parkinson.

Ahli berpikir obat tersebut yang menyebabkan Parkinson, tetapi tingkat dopamin yang sudah habis akibat efek samping obat.

Penelitian tentang apa yang menyebabkan penyakit Parkinson terus berkembang.

Jika Anda mengalami gejala Parkinson, seperti gemetar, gerakan melambat, masalah keseimbangan, atau perubahan dalam berbicara atau menulis, hubungi dokter untuk mendiagnosis kondisi tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seminggu Tak Keluar Rumah, Lansia di Bekasi Ditemukan Sudah Jadi Mayat

Seminggu Tak Keluar Rumah, Lansia di Bekasi Ditemukan Sudah Jadi Mayat

Bekaci | Jum'at, 24 September 2021 | 07:57 WIB

Lansia Umur 90 Tahun Ini Kendarai Pesawat Tempur: Rasanya Kembali jadi Remaja

Lansia Umur 90 Tahun Ini Kendarai Pesawat Tempur: Rasanya Kembali jadi Remaja

News | Kamis, 23 September 2021 | 16:26 WIB

FDA Setujui Pemberian Booster Vaksin Pfizer Untuk Lansia

FDA Setujui Pemberian Booster Vaksin Pfizer Untuk Lansia

Health | Kamis, 23 September 2021 | 14:30 WIB

Terkini

Anime One Piece Episode 1180 Jadi Penutup 2026, Umumkan Kembali pada 2027

Anime One Piece Episode 1180 Jadi Penutup 2026, Umumkan Kembali pada 2027

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 10:54 WIB

Buka Sidang Paripurna RUU APBN 2027, Puan Sebut 291 Anggota DPR Hadir dan Sisanya Izin

Buka Sidang Paripurna RUU APBN 2027, Puan Sebut 291 Anggota DPR Hadir dan Sisanya Izin

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:51 WIB

VinFast Resmi Buka Dealer di Jogja, Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik dan Targetkan 40 Persen Pasar

VinFast Resmi Buka Dealer di Jogja, Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik dan Targetkan 40 Persen Pasar

Otomotif | Selasa, 29 September 2026 | 10:51 WIB

John Herdman Minta Suporter Penuhi SUGBK Saat Timnas Indonesia Menjamu Bangladesh

John Herdman Minta Suporter Penuhi SUGBK Saat Timnas Indonesia Menjamu Bangladesh

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 10:51 WIB

Disepakati, APBD Perubahan Riau 2026 Diklaim Berpihak pada Rakyat

Disepakati, APBD Perubahan Riau 2026 Diklaim Berpihak pada Rakyat

Riau | Selasa, 29 September 2026 | 10:49 WIB

CMTG Upgrade Private Cloud, Laporan SQL yang Dulu Menit Kini Jadi Hitungan Detik

CMTG Upgrade Private Cloud, Laporan SQL yang Dulu Menit Kini Jadi Hitungan Detik

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 10:48 WIB

Bakar Duit Nyaris Rp10.000 Triliun, Startup AI Anthropic Incar Dana IPO Rp35 Kuadriliun

Bakar Duit Nyaris Rp10.000 Triliun, Startup AI Anthropic Incar Dana IPO Rp35 Kuadriliun

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 10:48 WIB

Dobrak Batasan! Allday Project Tak Mau Terikat Aturan di Lagu Baru, Crash

Dobrak Batasan! Allday Project Tak Mau Terikat Aturan di Lagu Baru, Crash

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 10:45 WIB

Akademisi Hukum Said Bakhri: RUU Perampasan Aset Sebaiknya Tak Atur Illicit Enrichment

Akademisi Hukum Said Bakhri: RUU Perampasan Aset Sebaiknya Tak Atur Illicit Enrichment

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:44 WIB

Hasil Imbang Timnas Indonesia Lawan Malaysia Memaksa Skuad Garuda Harus Sapu Bersih Laga Pamungkas

Hasil Imbang Timnas Indonesia Lawan Malaysia Memaksa Skuad Garuda Harus Sapu Bersih Laga Pamungkas

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 10:41 WIB

×