alexametrics

Hewan Perliharaan Disebut Bisa Menyerap Penyakit yang Diderita Pemiliknya, Benar Demikian?

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi
Hewan Perliharaan Disebut Bisa Menyerap Penyakit yang Diderita Pemiliknya, Benar Demikian?
Ilustrasi hewan peliharaan. (Unsplash)

Sebuah kisah unik antara hewan dan pemiliknya diungkap Psikiater, Dr. Judith Orloff dalam bukunya Facing Anger, Building Compassion.

Suara.com - Sudah jadi informasi umum bahwa memelihara hewan baik untuk kesehatan mental. Namun bisakah hewan peliharaan juga menyembuhkan pemiliknya dari penyakit?

Sebuah kisah unik diungkap Psikiater, Dr. Judith Orloff dalam bukunya Facing Anger, Building Compassion, yang bercerita tentang seorang warga yang enggan disebutkan namanya, dua tahun lalu sangat ingin memiliki buah hati.

Tapi penyakit ginjal langka serius yang dideritanya membuat dokter memberi peringatan, bahwa kehamilannya bisa membahayakan nyawa.

Namun keinginan perempuan tersebut untuk hamil sangatlah kuat, sehingga ia rela mengambil risiko. Beruntung, perempuan itu tetap sehat selama sembilan bulan kehamilannya, bahkan penyakit cenderung stabil dan tidak memburuk.

Baca Juga: Masih di Ruang ICU, Tukul Arwana Belum Bisa Dijenguk

Selang beberapa saat kelahiran putri dalam kandungannya, Golden Retriever, anjing yang sudah menjadi belahan jiwa perempuan tersebut didiagnosa gagal ginjal.

Seolah tidak kuasa bertahan dengan penyakitnya, anjing itu pun mati yang menunjukan tanda bahwa ia telah lama menderita akibat penyakit yang diidapnya.

Melihat kisah ini, tidak sedikit yang menganggap hal ini sebagai kebetulan belaka, dan menyangkal fakta bahwa majikan dan hewan peliharaannya didiagnosis penyakit langka yang sama, padahal sebelumnya anjing itu dalam keadaan sangat sehat.

"Bagi saya, itu terlihat seolah menjadi pengingat yang mengharukan tentang keterkaitan hati dan kekuatan kasih sayang," ungkap Orloff, mengutip The Minds Journal, Senin (27/9/2021).

Orlaff mengatakan ada jalinan cinta dan kasih sayang antara perempuan tersebut dengan anjingnya. Ia menduga apabila di satu kehidupan seseorang merasa saling berempati, maka ia bisa merasakan perasaan, bahkan penyakit yang dialami satu di antara yang lainnya.

Baca Juga: Tukul Arwana Akan Jalani Fisioterapi selama Masa Penyembuhan

"Tentu saja, ini sesuatu untuk direnungkan. Sebagai seorang dokter, saya tahu bahwa cinta dapat menciptakan keajaiban yang bertentangan dengan penjelasan logika," pungkas Orloff.

Komentar