Mengenal 'SIMBOL', Kelainan yang Menyebabkan Penyakit Jantung dan Stroke

Rauhanda Riyantama Suara.Com
Senin, 27 September 2021 | 11:22 WIB
Mengenal 'SIMBOL', Kelainan yang Menyebabkan Penyakit Jantung dan Stroke

Suara.com - Bergesernya pola konsumsi masyarakat dari makanan tradisional ke makanan dengan komposisi tinggi kalori, tinggi lemak, gula, rendah serat  bisa memengaruhi kesehatan.

Dijelaskan oleh Dika Rizki Imania, Dosen Fisioterapi Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, hal ini meningkatkan risiko munculnya berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas, hipertensi, dislipidemia yang mengarah pada penyakit degeneratif.

Ia mengatakan pula, 'SIMBOL' atau sindrom metabolik merupakan kelainan yang disebabkan oleh peningkatan obesitas atau kumpulan dari faktor-faktor risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2.

Menurut WHO, 'SIMBOL' bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke jika terdapat 3 dari 5 poin di bawah ini.

1.Intoleransi glukosa (kadar gula puasa 110-126 mg/dL)
2.Obesitas abdomen (gemuk dengan perut buncit) dengan Indeks massa tubuh di atas 23 (kg/m2) dan lingkar perut di atas 80 cm (wanita) atau 90 cm (pria)
3.Kadar trigliserid sekitar atau lebih dari 175 mg/dL.
4.Kadar kolesterol jahat sekitar atau lebih dari 150 mg/dL.
5.Tekanan darah sistolik sekitar atau lebih dari 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg.

lustrasi penyakit jantung, serangan jantung. (Shutterstock)
lustrasi penyakit jantung, serangan jantung. (Shutterstock)

"SIMBOL biasanya mulai terjadi pada usia sekitar 35 tahun (saat pola hidup berubah) bahkan pada zaman sekarang bisa sebelum usia 30 tahun," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Senin (27/9/2021).

Selain diet yang salah, kebiasaan seperti merokok juga akan mempercepat perubahan sindrom metabolik menjadi penyakit yang serius. Sehingga pencegahan perlu dilakukan dengan mengubah pola hidup dan makanan dengan gizi yang baik serta seimbang.

"Manajemen stres yang benar, medical checkup rutin serta bersama fisioterapi yaitu dengan adanya latihan fisik dengan dosis yang tepat akan dapat mengurangi dan mendeteksi secara dini adanya SIMBOL," tandasnya.

Baca Juga: Cegah Stroke dengan Mengendalikan Faktor Risiko, Ini Kata Pakar

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI