Studi: Obesitas dan Pola Makan Bisa Pengaruhi Kerontokan Rambut

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 29 September 2021 | 15:30 WIB
Studi: Obesitas dan Pola Makan Bisa Pengaruhi Kerontokan Rambut
Ilustrasi lelaki botak. (Shutterstock)

Suara.com - Obesitas bisa menjadi salah satu alasan penipisan dan kerontokan rambut. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang terbit pada jurnal Nature. 

Melansir dari Healthshots, peneliti menemukan bahwa sel induk dalam folikel rambut pada tikus yang diberi diet tinggi lemak berperilaku berbeda dari tikus dengan diet standar. Sinyal inflamasi dalam sel induk menyebabkan perbedaan ini, yang pada akhirnya mengakibatkan penipisan dan kerontokan rambut. 

Data menarik ini menjelaskan hubungan rumit antara obesitas dan disfungsi organ.

Sudah diketahui bahwa obesitas terkait dengan perkembangan berbagai penyakit pada manusia. Penyakit jantung, diabetes, dan penyakit lainnya sangat umum terjadi pada orang dengan obesitas.

Namun, tidak sepenuhnya jelas bagaimana organ tubuh secara spesifik memburuk dan kehilangan fungsinya akibat obesitas kronis.

Dalam sebuah studi baru-baru ini, sekelompok peneliti dari Tokyo Medical and Dental University (TMDU) menggunakan eksperimen model tikus untuk memeriksa bagaimana pola makan tinggi lemak atau obesitas yang diinduksi secara genetik dapat mempengaruhi penipisan dan kerontokan rambut.

Para penulis menemukan bahwa obesitas dapat menyebabkan penipisan sel induk folikel rambut (HFSCs) melalui induksi sinyal inflamasi tertentu, menghalangi regenerasi folikel rambut dan akhirnya mengakibatkan hilangnya folikel rambut.

Rambut Rontok. (Envato)
Rambut Rontok. (Envato)


Biasanya, HFSCs memperbaharui diri setiap siklus folikel rambut. Ini adalah bagian dari proses yang memungkinkan rambut kita terus tumbuh kembali. Seiring bertambahnya usia manusia, HFSCs gagal untuk mengisi kembali diri mereka sendiri yang menyebabkan lebih sedikit HFSCs dan karenanya rambut menipis.

"Makanan diet tinggi lemak mempercepat penipisan rambut dengan menghabiskan HFSC yang mengisi kembali sel-sel dewasa yang menumbuhkan rambut, terutama pada tikus tua. Kami membandingkan ekspresi gen dalam HFSC antara tikus yang diberi HFD dan tikus yang diberi diet standar dan melacak nasib HFSC tersebut setelah aktivasi mereka," kata penulis utama studi tersebut, Hironobu Morinaga.

baca juga

"Kami menemukan bahwa HFSC pada tikus gemuk yang diberi makan HFD mengubah nasib mereka menjadi korneosit permukaan kulit atau sebosit yang mengeluarkan sebum saat aktivasi mereka. Tikus-tikus itu menunjukkan kerontokan rambut yang lebih cepat dan folikel rambut yang lebih kecil bersama dengan penipisan HFSCs," tambahnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baim Wong Pamer Tubuh Berotot: Bye Bye Endut

Baim Wong Pamer Tubuh Berotot: Bye Bye Endut

Entertainment | Rabu, 29 September 2021 | 02:45 WIB

Perokok Akut yang Berhenti Merokok Justru Berisiko Gendut, Kok Bisa?

Perokok Akut yang Berhenti Merokok Justru Berisiko Gendut, Kok Bisa?

Health | Selasa, 28 September 2021 | 18:25 WIB

Dokter Mengungkap Strategi Baru untuk Menurunkan Berat Badan, Berkaitan dengan Hormon!

Dokter Mengungkap Strategi Baru untuk Menurunkan Berat Badan, Berkaitan dengan Hormon!

Health | Selasa, 28 September 2021 | 17:00 WIB

Terkini

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?

Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:31 WIB

5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif

5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:21 WIB

×