Pola Makan Tinggi Lemak Bikin Sistem Kekebalan Susah Mendeteksi Sel Kanker

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 29 September 2021 | 19:30 WIB
Pola Makan Tinggi Lemak Bikin Sistem Kekebalan Susah Mendeteksi Sel Kanker
Sel T menghancurkan sel kanker (Pixabay)

Suara.com - Pola makan tinggi lemak meningkatkan risiko kanker kolorektal, kanker yang tumbuh di usus besar atau di bagian paling bawah usus besar yang terhubung ke anus. Di sisi lain, kadar lemak tinggi di dalam tubuh dapat menganggu terdeteksinya tumor kanker oleh sistem kekebalan di antara sel-sel usus.

Hal itu ditemukan oleh Cold Spring Harbor Laboratory Fellow, Semir Beyaz, serta rekannya dari Harvard Medical School dan Massachusetts Institute of Technology yang melakukan penelitian pada tikus.

Peneliti menjelaskan bahwa sel kekebalan MHC II bertugas mencari tanda yang membedakan antara sel normal dan abnormal, kemudian menghancurkannya.

Tetapi, peneliti menemukan lemak dari makanan menekan sel kekebalan tersebut ke dalam sel usus. Sel dengan kadar molekul MCH II kurang, tidak dikenali sebagai abnormal, sehingga tumbuh menjadi tumor.

Selain itu, pola makan tinggi lemak juga mengubah mikrobioma usus tikus. Padahal, ada beberapa bakteri yang meningkatkan produksi MCH II, salah satunya Helicobacter.

Ilustrasi sel kanker. [Shutterstock]
Ilustrasi sel kanker. [Shutterstock]

Kemudian, peneliti berekperimen dengan mencampur tikus tanpa bakteri Helicobacter dengan tikus yang memilikinya. Mereka menemukan, tikus yang sebelumnya tidak punya menjadi terinfeksi dan kadar MHC II meningkat.

Karena temuan ini, peneliti menyarankan cara baru untuk meningkatkan perawatan imunoterapi. Meningkatkan produksi molekul MHC II dengan mengubah pola makan demi meningkatkan mikrobioma usus.

"Interaksi antara pola makan, mikroba, dan pengenalan kekebalan memiliki potensi untuk membantu kami menjelaskan bagaimana faktor gaya hidup berperan dalam munculnya dan berkembangnya tumor, atau respon terhadap terapi," kata penulis utama studi Semir Beyaz.

Sel kanker menggunakan banyak trik agar tidak dikenali sebagai abnormal oleh sistem kekebalan tubuh, tetapi Beyaz berharap dia menemukan beberapa cara untuk mengecohnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Manfaat Daun Sirsak sebagai Antioksidan hingga Lawan Sel Kanker Tubuh

5 Manfaat Daun Sirsak sebagai Antioksidan hingga Lawan Sel Kanker Tubuh

Lifestyle | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 14:07 WIB

CEK FAKTA: Air Nanas Panas Bisa Bunuh Sel Kanker, Benarkah?

CEK FAKTA: Air Nanas Panas Bisa Bunuh Sel Kanker, Benarkah?

News | Senin, 02 Agustus 2021 | 18:51 WIB

Peneliti Menemukan Cara agar Sel Kanker Tidak Menyebar ke Organ Lain, Seperti Apa?

Peneliti Menemukan Cara agar Sel Kanker Tidak Menyebar ke Organ Lain, Seperti Apa?

Health | Kamis, 03 Juni 2021 | 16:30 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB