alexametrics

Amankah Suntik Vaksin Covid-19 dan Vaksin Flu Bersamaan? Ternyata Begini Kata Studi

Bimo Aria Fundrika
Amankah Suntik Vaksin Covid-19 dan Vaksin Flu Bersamaan? Ternyata Begini Kata Studi
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pexels// Artem Podrez)

Pertanyaannya, amankah mendapatkan vaksin Covid-19 bersama dengan vaksin flu?

Suara.com - Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum benar-benar reda, ada timbul kekhwatiran meningkatnya kasus flu di sejumlah negara. Untuk itu muncul rekomendasi untuk mendapatkan vaksin flu agar juga bisa terhindar.

Pertanyaannya, amankah mendapatkan vaksin Covid-19 bersama dengan vaksin flu?

Menurut sebuah hasil penelitian terbaru, di Inggris,  vaksin COVID-19 dan vaksin flu aman untuk disuntik secara bersamaan karena tidak berdampak negatif terhadap respons kekebalan yang dihasilkan oleh keduanya. Demikian seperti dikutip ANTARA. 

Studi yang dipimpin oleh Universitas Bristol itu menemukan bahwa efek samping yang dilaporkan biasanya ringan hingga sedang dalam pengujian dengan tiga vaksin flu dan suntikan COVID-19 Pfizer atau AstraZeneca.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Menurun, Banda Aceh Masuk Zona Kuning

Hasil penelitian tersebut telah dipresentasikan kepada Komite Bersama untuk Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI) untuk menjadi bahan pertimbangan serta membantu pembuat kebijakan merencanakan masa depan program vaksinasi.

Dosis vaksin diberikan pada hari yang sama, di lengan berbeda.

Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)

Selama masa penelitian, satu kelompok mendapat suntikan vaksin Covid-19 dan vaksin flu pada kunjungan pertama, sementara plasebo diberikan pada kunjungan kedua.

Kelompok lain mendapat suntikan Covid-19 dan plasebo pada hari yang sama, diikuti dengan vaksin flu pada hari kedua.

Studi itu menemukan 97 persen dari peserta mengatakan mereka akan bersedia untuk menerima suntikan dosis vaksin COVID-19 dan vaksin flu di masa mendatang.

Baca Juga: Temuan Baru, Covid-19 Timbulkan Gejala Aneh Ini Di Bagian Pantat

Penelitian tersebut melibatkan 679 sukarelawan di 12 lokasi di seluruh Inggris dan Wales. Hasil lengkap akan dipublikasikan di Lancet, jurnal pengobatan.

Komentar