facebook

Epidemiolog Sebut Kematian Covid Terjadi karena Warga Belum Divaksin, Anies Minta Tolong

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
Epidemiolog Sebut Kematian Covid Terjadi karena Warga Belum Divaksin, Anies Minta Tolong
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Menurut Anies, dengan mengajak orang di sekitar untuk vaksinasi, maka berarti menyelamatkan nyawa mereka.

Suara.com - Jumlah pasien meninggal karena Covid-19 di Jakarta masih saja terjadi meski jumlahnya terbilang sedikit. Tak hanya sedikit, dalam empat hari terakhir pasien corona yang wafat hanya terjadi pada warga yang belum divaksin.

Hal ini diketahui dari unggahan Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono melalui akun twitternya @drpriono1. Pandu menyebut pada 27 Oktober, hanya terjadi 4 kematian, lalu 28 Oktober 5 orang wafat, 29 Oktober 4 pasien, dan 30 Oktober 3 pasien.

"Kabar baik, tingkat kematian di DKI sangat rendah. Dan semua yang meninggal karena Covid-19 belum divaksinasi," ujar Pandu, dikutip Jumat (1/10/2021).

Unggahan Pandu ini ditampilkan ulang di akun instagram milik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies menyoroti kematian yang masih terjadi pada orang yang belum divaksin.

Baca Juga: 1.509 Sekolah Kembali Dibuka Hari Ini, Wagub DKI Berharap Tak Lagi Picu Klaster PTM

Anies pun meminta tolong agar masyarakat saling membantu menyukseskan kegiatan vaksinasi. Caranya dengan menanyakan di tiap grup WhatsApp siapa saja yang sampai sekarang belum divaksin.

"Bolehkah saya minta tolong? Tanyakan di WA grup seluruh keluarga besar: apakah ada keluarga lanjut usia yang belum vaksin?" tanya Anies.

Menurut Anies, dengan mengajak orang di sekitar untuk vaksinasi, maka berarti menyelamatkan nyawa mereka.

"Eayangi mereka, ajak untuk vaksinasi selama tidak ada kendala medis. Umur di tangan Allah, tapi ikhtiar itu wajib. Kita tunaikan ikhtiar itu: ajak untuk vaksinasi," pungkasnya.

Baca Juga: Lokasi Sirkuit dan Sponsor Belum Jelas, Tapi Wagub DKI Yakin Formula E Digelar Juni 2022

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar