Jika Langsung Tertidur Ketika Baru Menyentuh Bantal, Tandanya Anda Kekurangan Tidur

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 05 Oktober 2021 | 10:15 WIB
Jika Langsung Tertidur Ketika Baru Menyentuh Bantal, Tandanya Anda Kekurangan Tidur
Ilustrasi kurang tidur. (Sumber" Shutterstock)

Suara.com - Salah satu tanda orang cukup istirahat adalah ia tidak langsung tertidur ketika menyentuh bantal. Sebaliknya, tidur yang sehat justru membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk tertidur.

"Tertidur berbeda dari makna tidur itu sendiri. Bersabarlah karena seiring waktu Anda juga akan tertidur. Semakin Anda stres karena tidak bisa tidur, maka semakin rendah pula peluang Anda untuk tertidur," jelas spesialis tidur Rebecca Robbins, dilansir CNN.

Terlalu cepat tertidur justru menjadi tanda bahwa Anda sebenarnya benar-benar kurang tidur, dan kondisi ini justru yang membahayakan kesehatan fisik serta mental.

Lalu, bagaimana jika sebenarnya jumlah waktu tidur sudah cukup namun tetap merasa kelelahan di siang hari hingga langsung tertidur di malam hari? Ini bisa menjadi tanda bahwa kualitas tidur Anda sedang menurun.

"Kualitas tidur berkurang ketika Anda sering terbangun di malam hari," jelas asisten profesor kedokteran klinis Dr. Raj Dasgupta di Keck School of Medicine di University of Southern California.

Ilustrasi kurang tidur (Pexels).
Ilustrasi kurang tidur (Pexels).

Kesadaran ketika bangun di malam hari tersebut akan memengaruhi pencapaian Anda dalam tahap tidur yang lebih dalam, seperti tahap tidur delta serta tahap rapid eye movement (REM).

Selama tahap tidur REM, Anda akan bermimpi dan informasi serta pengalaman akan disimpan dalam memori. Tahap tidur ini memengaruhi fungsi kognitif.

Bahkan, penelitian terbaru menemukan menghabiskan waktu tidur REM yang lebih sedikit dapat meningkatkan risiko kematian.

Sementara tidur delta terjadi ketika otak beristirahat dan membuang racunnya.

"Hal terpenting yang dapat dilakukan untuk meningkatkan jumlah tidur nyenyak adalah dengan memberi diri Anda waktu tidur total secara cukup," jelas American Sleep Association.

Penyebab paling umum yang bikin sebagian besar orang sulit tidur adalah apnea tidur atau sleep apnea serta sindrom kaki gelisah atau (restless legs syndrome/RLS). Obat-obatan juga dapat memengaruhi tidur.

"Apabila Anda sulit mendapat tidur yang berkualitas, itu berarti sudah waktunya untuk menemui spesialis tidur untuk mengetahui apa yang terjadi," tandas Dasgupta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Praktekkan 2 Posisi Ini Agar Tidur Lebih Berkualitas

Praktekkan 2 Posisi Ini Agar Tidur Lebih Berkualitas

Batam | Senin, 04 Oktober 2021 | 20:00 WIB

Tidur Pakai Bra Bisa Ganggu Kesehatan, Ini 5 Masalah yang Sering Muncul

Tidur Pakai Bra Bisa Ganggu Kesehatan, Ini 5 Masalah yang Sering Muncul

Jogja | Senin, 04 Oktober 2021 | 13:45 WIB

Viral Desain Tempat Tidur di Rumah, Netizen Merasa Honor Lebih Mirip Kuburan

Viral Desain Tempat Tidur di Rumah, Netizen Merasa Honor Lebih Mirip Kuburan

Kalbar | Senin, 04 Oktober 2021 | 08:01 WIB

Terkini

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB