Waspada untuk Perokok, Konsumsi Suplemen Vitamin Ini Ternyata Berisiko Kanker Paru-paru

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 06 Oktober 2021 | 10:10 WIB
Waspada untuk Perokok, Konsumsi Suplemen Vitamin Ini Ternyata Berisiko Kanker Paru-paru
Ilustrasi Vitamin (freepik)

Suara.com - Suplemen makanan dan vitamin selama ini punya kandungan yang dipercaya baik untuk pertumbuhan dan kesehatan.

Meskipun biasanya bisa mendapatkan semua vitamin yang dbutuhkan dari makanan, beberapa orang mengonsumsi suplemen makanan untuk meningkatkan asupannya.

Namun Anda juga perlu mengethaui bahwa mengonsumsi suplemen atau vitamin  tanpa terlebih dahulu konsutasi dokter ternyata bisa menimbulkan risiko kesehatan serius.

Salah satu suplemen yang bisa berisiko bagi kesehatan adalah beta-karoten yang ternyata bisa memicu peningkatan risiko kanker paru-paru.

"Ada bukti kuat dari uji coba terkontrol secara acak bahwa suplemen beta-karoten dosis tinggi dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru pada beberapa orang," kata World Cancer Research Fund (WCRF) dilansir dari Express UK.

Penggunaan beta-karoten telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker paru-paru pada orang yang merokok atau yang telah terpapar asbes.

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Satu studi terhadap 29.000 perokok pria menemukan peningkatan 18 persen pada kanker paru-paru pada kelompok yang menerima 20 mg beta-karoten sehari selama lima sampai delapan tahun.

"Jika Anda merokok atau memiliki riwayat merokok atau paparan asbes, Anda tidak boleh mengonsumsi suplemen beta-karoten dalam jumlah besar untuk jangka waktu yang lama," memperingatkan Mayo Clinic.

Namun, makanan yang kaya beta-karoten dianggap aman dan tampaknya menurunkan risiko beberapa jenis kanker dan kemungkinan penyakit jantung."

Beta-karoten memberi warna kuning dan oranye pada buah dan sayuran.

Ini berubah menjadi vitamin A dalam tubuh, sehingga dapat melakukan pekerjaan yang sama di dalam tubuh sebagai vitamin A.

Menurut Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial (DHSC), Anda harus bisa mendapatkan jumlah beta-karoten yang Anda butuhkan dengan makan makanan yang bervariasi dan seimbang.

"Jika Anda memutuskan untuk mengonsumsi suplemen beta-karoten, penting untuk tidak mengonsumsi terlalu banyak karena ini bisa berbahaya," saran DHSC.

Jangan mengonsumsi lebih dari 7mg suplemen beta-karoten sehari kecuali disarankan oleh dokter.

Menurut WCRF, tidak ada bukti kuat bahwa suplemen makanan, selain kalsium untuk kanker kolorektal, dapat mengurangi risiko kanker.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Kalsium, Ini 5 Vitamin dan Mineral yang Baik untuk Kesehatan Tulang

Selain Kalsium, Ini 5 Vitamin dan Mineral yang Baik untuk Kesehatan Tulang

Health | Rabu, 06 Oktober 2021 | 07:40 WIB

Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Bayam Bisa Kurangi Risiko Kanker Kulit

Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Bayam Bisa Kurangi Risiko Kanker Kulit

Health | Selasa, 05 Oktober 2021 | 12:10 WIB

Tak Langsung Operasi, Begini Prosedur Penanganan Kanker Payudara yang Tepat Menurut Dokter

Tak Langsung Operasi, Begini Prosedur Penanganan Kanker Payudara yang Tepat Menurut Dokter

Health | Senin, 04 Oktober 2021 | 16:44 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB