Tak Langsung Operasi, Begini Prosedur Penanganan Kanker Payudara yang Tepat Menurut Dokter

M. Reza Sulaiman

Senin, 04 Oktober 2021 | 16:44 WIB
Tak Langsung Operasi, Begini Prosedur Penanganan Kanker Payudara yang Tepat Menurut Dokter
Ilustrasi kanker payudara. (Redorbit.com/Thinkstoc)

Suara.com - Operasi pengangkatan tumor payudara bukanlah tahapan awal penanganan kanker payudara menurut dokter bedah.

dr. Farida Briani Sobri, SpB(K)Onk mengatakan pada kanker stadium awal, bedah hanya bisa dilakukan jika ukuran tumor di bawah 2 cm.

Tetapi pada ukuran tumor lebih dari 2 cm dan kanker termasuk tipe agresif seperti triple negatif, HER2 positif, maka terapi sistemik yang dianjurkan untuk memperkecil ukuran tumor di payudara, mengurangi kemungkinan penyebaran jauh dan melihat respons.

Pembedahan pada kanker payudara terbagi menjadi beberapa macam, salah satunya mastektomi yakni mengangkat seluruh bagian payudara. Tindakan ini dilakukan dengan indikasi tergantung ukuran tumor terlalu besar, besar payudara dan ketidakmampuan mendapatkan batas sayatan sehingga tidak sesuai indikasi tindakan operasi konservasi payudara (BCS).

Ilustrasi kanker payudara. (Shutterstock)
Ilustrasi kanker payudara. (Shutterstock)

Dalam prosedur BCS, payudara tidak dihilangkan seluruhnya demi memberikan kualitas hidup lebih baik bagi pasien. Menurut Farida, BCS mensyaratkan batas sayatan harus bebas tumor.

Pembedahan juga bisa mencakup kelenjar getah bening di ketiak apabila biopsi menyatakan kanker invasif atau berpotensi menyebar ke organ lain. Sementara bila biopsi menunjukkan hasil in-situ artinya tumor masih terlokalisir belum punya potensi menyebar, maka tindakan pada ketiak tidak harus dilakukan, kecuali ada beberapa indikasi.

Di sisi lain, apabila tumor sudah berukuran lebih dari 2 cm, punya karakter agresif, maka rekomendasi dokter pemberian terapi sistemik terlebih dahulu. Pasien sebaiknya mendapatkan kemoterapi pra-operasi untuk menilai respons dan prognosis untuk menentukan terapi setelah operasi nanti.

Sementara itu, pada pasien kanker payudara stadium lanjut atau metastasik yakni sudah ada penyebaran ke organ lain seperti paru-paru, hati dan tulang, misalnya dengan HER2 positif, ada sejumlah pilihan terapi yang dapat diberikan pada pasien, salah satunya terapi target anti-HER2.

Terapi ini bertujuan menghambat kerja protein HER2 yang berperan pada pertumbuhan dan penyebaran kanker, semisal pemberian trastuzumab, atau kombinasi pertuzumab dan trastuzumab. Pada terapi ini efek yang samping yang perlu dipantau antara lain fungsi jantung, reaksi suntik, efek samping ke saluran cerna dan reaksi alergi.

baca juga

Terapi lainnya yakni kemo utuk mematikan sel-sel yang membelah cepat termasuk sel kanker. Efek samping tersering pada terapi ini antara lain gangguan pada sel darah dan saluran cerna, kerontokan rambut, gangguan pada saraf tepi dan fungsi jantung.

Lalu, bila pada pasien dengan reseptor hormon positif (ER/PR positif) maka bisa diberikan terapi hormonal yang bermanfaat menghambat produksi atau kerja hormone reproduksi wanita, Efek samping yang bisa muncul yakni gejala seperti menopause, fungsi jantung dan ostroporosis.

“Pada stadium lanjut, metastatis, maka pemberian anti-HER2 sampai seterusnya. Sampai kapan? Tidak tahu. Ini menjadi tantangan yang lain, masalah finansial menjadi problem utama karena selama memberikan respon yang baik maka harus diteruskan,” tutur dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi onkologi dari di Universitas Indonesia, dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM.

Jeffry menegaskan, pada stadium metastatik kanker masih dapat diterapi sehingga pasien jangan sampai kehilangan harapan untuk tetap hidup.

Dia menyimpulkan, penanganan kanker payudara bergantung sejumlah faktor yakni stadium, subtipe, kondisi pasien dan mutasi gen yang terjadi.

“Dulu, kalau ketemu kanker, operasi. Sekarang (operasi) ditaruh setelah kemoterapi,” demikian tutur dia yang tak menampik ada beberapa pasien yang justru ingin langsung menghilangkan kedua payudaranya. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dosa Baru Israel, Wanita Palestina Pengidap Kanker Payudara Bertaruh Nyawa Gara-gara Ini

Dosa Baru Israel, Wanita Palestina Pengidap Kanker Payudara Bertaruh Nyawa Gara-gara Ini

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!

Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Menkes Budi: Cowok Perokok Red Flag, Perempuan Bakal Tanggung Risiko Kanker

Menkes Budi: Cowok Perokok Red Flag, Perempuan Bakal Tanggung Risiko Kanker

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 08:11 WIB

Inovasi Terapi Kanker Kian Maju, Deteksi Dini dan Pengobatan Personal Jadi Kunci

Inovasi Terapi Kanker Kian Maju, Deteksi Dini dan Pengobatan Personal Jadi Kunci

Health | Selasa, 16 Desember 2025 | 14:28 WIB

Kisah Pasien Kanker Payudara Menyebar ke Tulang, Pilih Berobat Alternatif Dibanding Kemoterapi

Kisah Pasien Kanker Payudara Menyebar ke Tulang, Pilih Berobat Alternatif Dibanding Kemoterapi

Health | Senin, 10 November 2025 | 11:42 WIB

Mitos atau Fakta: Biopsi Bisa Bikin Kanker Payudara Menyebar? Ini Kata Ahli

Mitos atau Fakta: Biopsi Bisa Bikin Kanker Payudara Menyebar? Ini Kata Ahli

Health | Minggu, 02 November 2025 | 08:25 WIB

Gerakan Peduli Kanker Payudara, YKPI Ajak Perempuan Cintai Diri Lewat Hidup Sehat

Gerakan Peduli Kanker Payudara, YKPI Ajak Perempuan Cintai Diri Lewat Hidup Sehat

Health | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 15:46 WIB

Yuk Lebih Aware: Mitos vs Fakta Kanker Payudara yang Perlu Kamu Tahu

Yuk Lebih Aware: Mitos vs Fakta Kanker Payudara yang Perlu Kamu Tahu

Your Say | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 14:00 WIB

Terkini

Profil Dirjenpas Mashudi, Mantan Polisi yang Didesak Mundur oleh DPR Imbas Sel Mewah

Profil Dirjenpas Mashudi, Mantan Polisi yang Didesak Mundur oleh DPR Imbas Sel Mewah

News | Selasa, 29 September 2026 | 15:44 WIB

Warga Makassar Mengaku Diminta Bayar Rp500 Ribu Urus Surat Waris

Warga Makassar Mengaku Diminta Bayar Rp500 Ribu Urus Surat Waris

Sulsel | Selasa, 29 September 2026 | 15:39 WIB

Ombudsman Bongkar Borok Rutan Pondok Bambu: Pungli Selangit, Air Bersih Sulit

Ombudsman Bongkar Borok Rutan Pondok Bambu: Pungli Selangit, Air Bersih Sulit

News | Selasa, 29 September 2026 | 15:38 WIB

Gagal Kalahkan Timnas Indonesia, Malaysia Langsung Dihadapkan Persoalan Mengerikan

Gagal Kalahkan Timnas Indonesia, Malaysia Langsung Dihadapkan Persoalan Mengerikan

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 15:34 WIB

Suplemen vs Skincare Kolagen, Mana yang Lebih Bermanfaat untuk Kulit?

Suplemen vs Skincare Kolagen, Mana yang Lebih Bermanfaat untuk Kulit?

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 15:33 WIB

Ace Hasan Disebut Tolak USD 1 Juta dari Gus Alex, Saksi Titipkan Uang ke Anggota Brimob

Ace Hasan Disebut Tolak USD 1 Juta dari Gus Alex, Saksi Titipkan Uang ke Anggota Brimob

News | Selasa, 29 September 2026 | 15:31 WIB

Gatekeeping: Menjaga Keunikan Diri atau Sekadar Pelit Informasi?

Gatekeeping: Menjaga Keunikan Diri atau Sekadar Pelit Informasi?

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 15:30 WIB

Promo BRI di Halal Indo 2026: Banjir Hadiah, Rekening Baru, dan Kartu Debit Eksklusif Barca

Promo BRI di Halal Indo 2026: Banjir Hadiah, Rekening Baru, dan Kartu Debit Eksklusif Barca

Bri | Selasa, 29 September 2026 | 15:27 WIB

Masinis Jadi Tersangka, Fakta Fatal di Balik Tragedi Kereta Bekasi: Rem Baru Ditekan Jarak 263 Meter

Masinis Jadi Tersangka, Fakta Fatal di Balik Tragedi Kereta Bekasi: Rem Baru Ditekan Jarak 263 Meter

News | Selasa, 29 September 2026 | 15:26 WIB

Coach Justin: Thom Haye Bruno Fernandes-nya Timnas Indonesia

Coach Justin: Thom Haye Bruno Fernandes-nya Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 15:20 WIB

×