Warna Urine Seperti Ini Bisa Jadi Tanda Kanker Berbahaya

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 08 Oktober 2021 | 15:30 WIB
Warna Urine Seperti Ini Bisa Jadi Tanda Kanker Berbahaya
Ilustrasi urin. (Shutterstock)

Suara.com - Urine yang keluar saat buang air kecil bisa menjadi salah satu indikator adanya penyakit berbahaya. Salah satunya ialah penyakit kanker kulit atau melanoma.

Menurut situs web Harvard Health, melanoma adalah "jenis kanker yang paling serius.

"Dalam kasus yang jarang, [melanoma] dapat menempatkan melanin, pigmen yang menggelapkan kulit, dalam sirkulasi, dan beberapa dari pigmen itu mungkin berakhir di urin," demikian seperti dilansir dari Express UK.

Badan kesehatan menjelaskan bahwa ketika urin berubah menjadi "benar-benar coklat", ini mungkin disebabkan oleh produk pemecahan hemoglobin - bilirubin.

Ilustrasi urine (Pixabay/Frolecsomepl)
Ilustrasi urine (Pixabay/Frolecsomepl)

"[Bilirubin] menumpuk di dalam darah karena kondisi hati, seperti hepatitis dan sirosis, atau saluran empedu yang tersumbat oleh batu empedu, tumor, atau hambatan lainnya.

Jika sebagian dari kelebihan bilirubin itu masuk ke dalam urine, buang air kecil itu bisa berubah warna menjadi kecoklatan. Meskipun pigmen kulit terkadang bocor ke aliran darah, hal itu tetap jarang terjadi.

Tanda-tanda umum yang seringkali muncul dari penyakit ini termasuk perubahan pada tahi lalat.

NHS menyatakan: “Tanda paling umum dari melanoma adalah munculnya tahi lalat baru atau perubahan pada tahi lalat yang sudah ada.

"Ini bisa terjadi di mana saja di tubuh, tetapi area yang paling sering terkena adalah punggung pada lelaki dan kaki pada perempuan," kata organisasi tersebut.

baca juga

Segera dokter jika terjadi kelainan apa pun yang tumbuh atau berubah dengan cepat dan tidak hilang.

Angka yang dirilis awal tahun ini menunjukkan lebih dari 100.000 orang tidak dirujuk ke rumah sakit dengan kemungkinan kanker kulit.

Angka-angka, yang digambarkan oleh dokter dan kelompok pasien sebagai "benar-benar mengkhawatirkan", dapat menyebabkan lebih banyak orang didiagnosis dengan penyakit lanjut.

Penundaan dalam pengobatan kanker yang disebabkan oleh pandemi telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan dokter dan kelompok pasien.

Badan kesehatan sekarang mendorong pasien untuk mengunjungi dokter umum mereka jika mereka melihat "gejala bendera merah".

Ketika dirawat pada tahap awal, sejumlah besar kasus dapat dibalikkan melalui operasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Viral Gadget dan Wifi Sebabkan Anak Terkena Kanker Darah, Benarkah?

CEK FAKTA: Viral Gadget dan Wifi Sebabkan Anak Terkena Kanker Darah, Benarkah?

News | Kamis, 07 Oktober 2021 | 19:45 WIB

Hati-Hati, Konsumsi Suplemen Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru!

Hati-Hati, Konsumsi Suplemen Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru!

Health | Kamis, 07 Oktober 2021 | 16:41 WIB

Jumlah Kasus dan Kematian Akibat Kanker Payudara di Indonesia Tertinggi di ASEAN

Jumlah Kasus dan Kematian Akibat Kanker Payudara di Indonesia Tertinggi di ASEAN

Health | Kamis, 07 Oktober 2021 | 07:19 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×