Hati-Hati, Bahan Kimia pada Mainan Bisa Pengaruhi Perkembangan Otak Anak

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 08 Oktober 2021 | 17:30 WIB
Hati-Hati, Bahan Kimia pada Mainan Bisa Pengaruhi Perkembangan Otak Anak
Ilustrasi mainan anak-anak. (Pexels.com/cottonbro)

Suara.com - Sebuah penelitian menemukan bahan kimia beracun dalam mainan plastik anak-anak dan gadget elektronik bisa membahayakan perkembangan otak anak.

Paparan organofosfat ester (OPE) tingkat rendah sekalipun, yang dirancang untuk membuat produk tahan api bisa mempengaruhi tingkat IQ, perhatian dan memori anak-anak.

Bahan kimia yang digunakan di banyak mainan, smartphone, kursi dorong, kasur dan perabot serta bahan-bahan lainnya yang tahan api tersebut bisa menyebabkan kanker dan masalah kesuburan.

Dr Heather Patisaul, dari Carolina State University, mengatakan penggunaan ester organofosfat dalam segala hal, mulai dari TV hingga kursi mobil seringkali dianggap aman.

Sayangnya, bahan kimia ini justru sama berbahayanya dengna bahan kimia lainnya yang menjadi penggantinya. Ester organofosfat bisa mengancam perkembangan otak seluruh generasi.

Ilustrasi mainan anak-anak. (Pixabay/PublicDomainPictures)
Ilustrasi mainan anak-anak. (Pixabay/PublicDomainPictures)

"Jika kita tidak menghentikan penggunaannya sekarang, konsekuensinya akan serius dan tidak dapat diubah," kata Dr Heather dikutip dari The Sun.

Ester organofosfat (OPE) sering digunakan dalam banyak produk konsumen untuk memenuhi peraturan risiko terbakar. Studi sebelumnya telah menemukan bahwa OPE dapat berpindah dari suatu produk, seperti smartphone Studi sebelumnya telah menemukan bahwa OPE dapat berpindah dari suatu produk, seperti smartphone maupun dalam tubuh seseorang.

Bahkan, hasil tes menemukan ASI bisa mengandung OPE yang bisa ditransfer langsung ke bayi ketika menyusui. Studi baru, yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Health Perspectives, menyimpulkan bahwa OPE harus dihilangkan atau dikurangi penggunaannya.

"Jika produsen ingin mengganti bahan kimia lainnya dalam pembuatan produk mereka, pastikan bahan kimia alternatifnya tidak berbahaya," katanya.

baca juga

Sebelumnya, seorang balita usia 2 tahun terbaris dalam kondisi kritis setelah menelan 14 magnet karena dikira permen. Balita bernama Becca McCarthy mengira bola magnet itu permen karena berwarna-warni yang cerah.

Becca menelan bola-bola magnet itu ketika bermain dan tanpa sepengetahuan ibunya. Dokter pun harus mengeluarkan mainannya dari usus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Operasi Pendarahan Otak, Ini Kabar Terbaru dari Tukul Arwana

Setelah Operasi Pendarahan Otak, Ini Kabar Terbaru dari Tukul Arwana

Batam | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 14:00 WIB

Dokter Sarankan Tukul Arwana Jalani Perawatan di Rumah, Ini Alasannya

Dokter Sarankan Tukul Arwana Jalani Perawatan di Rumah, Ini Alasannya

Entertainment | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 13:34 WIB

Sempat Alami Pendarahan Otak Dan Operasi, Tukul Arwana Kini Sudah Mulai Bisa Berbicara

Sempat Alami Pendarahan Otak Dan Operasi, Tukul Arwana Kini Sudah Mulai Bisa Berbicara

Bali | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 09:05 WIB

Terkini

Bukan Cuma Kesehatan! Muhammadiyah Ungkap Alasan Minta Rokok dan Vape Diberi Label Nonhalal

Bukan Cuma Kesehatan! Muhammadiyah Ungkap Alasan Minta Rokok dan Vape Diberi Label Nonhalal

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:43 WIB

Menkeu Suahasil Segera Kembalikan Kelebihan Pembayaran Pajak Pengusaha

Menkeu Suahasil Segera Kembalikan Kelebihan Pembayaran Pajak Pengusaha

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 15:40 WIB

Harga iPhone 15 September 2026: Masih Layak Dibeli atau Pilih iPhone 17e?

Harga iPhone 15 September 2026: Masih Layak Dibeli atau Pilih iPhone 17e?

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 15:36 WIB

Warna Lipstik yang Bagus untuk Usia 40-an, Ini Pilihan yang Bikin Wajah Segar

Warna Lipstik yang Bagus untuk Usia 40-an, Ini Pilihan yang Bikin Wajah Segar

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 15:35 WIB

Kotoran Manusia Diubah Jadi Campuran Beton, Hasilnya Makin Kokoh

Kotoran Manusia Diubah Jadi Campuran Beton, Hasilnya Makin Kokoh

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:29 WIB

Bakal Jadi Kapal Induk Pertama RI, Ini Rencana Besar TNI AL Rombak Giuseppe Garibaldi

Bakal Jadi Kapal Induk Pertama RI, Ini Rencana Besar TNI AL Rombak Giuseppe Garibaldi

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:27 WIB

Bantah 38 Aset Senilai Rp846 M Milik Febrie, Kuasa Hukum: Jangan Cuma Cocoklogi!

Bantah 38 Aset Senilai Rp846 M Milik Febrie, Kuasa Hukum: Jangan Cuma Cocoklogi!

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:26 WIB

Danantara Mau Ambil Saham BEI, Demutualisasi Tak Boleh Korbankan Independensi

Danantara Mau Ambil Saham BEI, Demutualisasi Tak Boleh Korbankan Independensi

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 15:24 WIB

Pemerintah Resmi Lunasi Utang BLBI Rp 640 Triliun usai Hampir 3 Dekade Berlalu

Pemerintah Resmi Lunasi Utang BLBI Rp 640 Triliun usai Hampir 3 Dekade Berlalu

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 15:24 WIB

Kapal Perang Italia Bakal Jaga Kapal Kargo Negaranya yang Lewat Selat Bab al-Mandab

Kapal Perang Italia Bakal Jaga Kapal Kargo Negaranya yang Lewat Selat Bab al-Mandab

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:20 WIB

×