5 Alasan Mengapa Orang Sering Tunda Konsultasi ke Psikolog

Risna Halidi

Minggu, 10 Oktober 2021 | 16:30 WIB
5 Alasan Mengapa Orang Sering Tunda Konsultasi ke Psikolog
Ilustrasi konseling (Dok. Social Connect)

4. Biaya yang Mahal
Masalah keuangan, terutama terkait biaya konsultasi dan pengobatan yang terkait kesehatan mental biasanya mahal.

Terlebih umumnya, asuransi kantor maupun pribadi tidak menanggung biaya konsultasi atau pengobatan kesehatan mental. Untungnya, bagi pemegang BPJS Kesehatan, kesehatan mental sudah masuk ke dalam salah satu penyakit yang ditanggung.

Untuk bisa menikmati fasilitas dari BPJS tersebut, pengguna harus mendatangi faskes tempat pengguna terdaftar lalu meminta surat rujukan. Alternatif lainnya, pengguna bisa langsung mendatangi RSJ terdekat dan menanyakan prosedur pengobatan menggunakan BPJS.

"Bantuan profesional itu, kan, bisa dibilang tidak murah. Obat-obatannya juga mahal, dan pengobatannya tidak satu kali sesi selesai, jadi bisa dalam jangka waktu yang panjang. Terkadang bisa bertahun-tahun, bahkan bisa seumur hidup," tutur Farras dikutip Suara.com dari siaran tertulis, Minggu (10/10/2021).

5. Takut dengan Treatment yang Akan Dihadapi

ilustrasi psikolog, psikiater, sesi konseling. (Dok. Envato)
ilustrasi psikolog, psikiater, sesi konseling. (Dok. Envato)

Kurangnya literasi dan edukasi mengenai kesehatan mental membuat banyak orang yang mengalami ketakutan bahkan sebelum sesi konsultasi atau pengobatan dimulai. Banyak orang yang sudah “termakan” dramatisasi film.

Sehingga mereka punya ekspektasi yang negatif saat hendak berkonsultasi. Misalnya takut akan adanya treatment berupa hipnosis atau penggunaan alat-alat listrik yang dihubungkan ke otak.

Menurut penuturan Farras, treatment masing-masing orang berbeda sesuai dengan masalah dan analisis para ahli yang menanganinya. Di luar itu, treatment apa pun yang akan dilakukan pada pasien juga akan dikonsultasikan terlebih dahulu oleh dokter atau terapis yang menanganinya.

Begitu pula dengan obat-obatan yang akan dikonsumsi, dokter akan memberitahukan secara mendetail masing-masing kegunaan dan efek samping dari obat tersebut.

baca juga

Diakui Farras, untuk mengatasi kelima hal di atas, dibutuhkan waktu yang panjang. Untuk mengatasinya, dibutuhkan edukasi dan literasi yang mumpuni.

Ilustrasi konseling pranikah.[Unsplash/Priscilla Du Preez]
Ilustrasi konseling.[Unsplash/Priscilla Du Preez]

"Cara ini bisa dimulai dari diri sendiri dan orang-orang sekitar, yaitu dengan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai kesehatan mental. Diharapkan nanti dari circle kita itu akan meluas ke circle-circle pertemanan teman kita yang lainnya," tutur Farras.

Hal inilah yang menjadi alasan dibentuknya Social Connect, sebuah komunitas kesehatan mental terbesar di Indonesia. Komunitas ini dibangun secara inklusif pada 2019 bagi siapa saja yang ingin belajar, berbagi cerita, dan bertukar pikiran seputar kesehatan mental.

Spesial World Mental Health Day 2021, Social Connect mengadakan kampanye bertaju “Mask Up: Jaga Diri dari Stigma Kesehatan Mental”. Dalam program ini, Social Connect akan mengadakan kelas gratis untuk edukasi dan pengembangan diri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pentingnya Diagnosis Depresi Sejak Dini, Dampaknya Bisa Merambat ke Penyakit Fisik!

Pentingnya Diagnosis Depresi Sejak Dini, Dampaknya Bisa Merambat ke Penyakit Fisik!

Health | Minggu, 10 Oktober 2021 | 16:28 WIB

WHO: Banyak Negara Gagal Berikan Layanan Kesehatan Mental di Masa Pandemi Covid-19

WHO: Banyak Negara Gagal Berikan Layanan Kesehatan Mental di Masa Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 10 Oktober 2021 | 14:02 WIB

Sederet Artis Bicara Kesehatan Mental, Ada yang Pernah Mau Bunuh Diri

Sederet Artis Bicara Kesehatan Mental, Ada yang Pernah Mau Bunuh Diri

Sumbar | Minggu, 10 Oktober 2021 | 09:40 WIB

Terkini

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Foto | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

×