Begini Cara Kerja Tes DNA Untuk Buktikan Keturunan Keluarga

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 11 Oktober 2021 | 11:10 WIB
Begini Cara Kerja Tes DNA Untuk Buktikan Keturunan Keluarga
Ilustrasi DNA. (Elements Envato)

Suara.com - DNA merupakan materi genetik yang terdapat pada tubuh setiap orang yang diturunkan dari orangtua. Itu sebabnya, tes DNA seringkali diandalkan untuk membuktikan status pengakuan anak. Karena tes DNA dinilai akurat karena mencocokkan genetik antara orangtua dengan anak.

Dikutip dari Ruang Guru, DNA adalah singkatan dari deoxyribonucleic acid, dalam Bahasa Indonesia disebut ADN (asam deoksiribonukleat). DNA terletak pada inti sel di dalam struktur kromosom dan pada mitokondria.

Warna kulit, mata, bentuk rambut, dan sifat-sifat dari manusia ditentukan dari DNA tersebut.

DNA berbentuk seperti spiral ganda yang menyatu dengan rapat. Terdiri dari empat pasangan basa A, C, G, dan T yang merupakan komponen kimiawi dan mengandung nitrogen. Urutan basa pada molekul DNA itu yang menentukan informasi genetika di dalamnya.

Urutan itu yang pada akhirnya menentukan hampir seluruh wujud fisik manusia, mulai dari warna rambut, kulit, bentuk hidung, bahkan juga sifat.

Tiap manusia punya 23 pasang kromosom. 22 Pasang kromosom somatik dan sepasang kromosom penentu jenis kelamin. Kromosom XX menentukan seseorang dengan jenis kelamin wanita, dan XY jenis kelamin laki-laki. Ini didapat dari orangtua, setengah ibu dan setengahnya lagi dari ayah.

Seorang ibu mewariskan DNA mitokondria. Sesuai namanya, yaitu DNA yang ada pada mitokondria. Tes dengan mengambil DNA mitokondria bisa mengidentifikasi apakah memiliki hubungan keluarga secara maternal.

Caranya, dengan membandingkan DNA mitokondria yang dimiliki dengan ibu kandung, nenek, atau saudara kandung dari ibu.

Sedangkan, seorang ayah akan mewariskan kromosom Y pada anak laki-lakinya. Kromosom Y hanya dimiliki laki-laki yang kromosom seksnya XY. Kromosom Y itu tidak terdapat pada anak perempuan.

baca juga

Sehingga, untuk membuktikan hubungan seseorang dengan keluarga pihak ayah, bisa dengan membandingkan kromosom Y seorang anak dengan ayah kandungnya, atau saudara kandung ayah.

Sementara tes DNA pada seorang anak perempuan dilakukan dengan mengambil DNA dari kromosom somatik. Hal ini dikarenakan ikatan DNA di bagian somatik hampir sama pada setiap orang karena fungsinya adalah membentuk fungsi serta organ tubuh.

Kalau terjadi kesalahan urutan, maka akan menyebabkan gangguan. Pada inti sel ini juga terdapat area yang dikenal sebagai area STR (short tandem repeats). Sifatnya unik karena berbeda-beda pada setiap orang.

Letak perbedaannya adalah pada urutan pasang basa yang dihasilkan dan urutan pengulangan STR. Urutan AGACC akan beda dengan seseorang yang memiliki untaian AGACT. Juga, dengan urutan pengulangan yang bersifat unik. Pola ini diwariskan oleh orangtua.

Tujuan Tes DNA

Proses tes DNA merupakan prosedur yang digunakan untuk tahu informasi genetika seseorang. Dengan ini, seseorang bisa mengetahui garis keturunan serta risiko penyakit tertentu.

Tes DNA dilakukan dengan berbagai alasan, seperti persolan pribadi dan hukum, seperti tunjangan anak, perwalian anak, adopsi, imigrasi, warisan, dan masalah forensik.

Tes DNA dilakukan dengan mengambil sedikit bagian dari tubuh untuk dibandingkan dengan orang lain.

Apa saja yang bisa diambil untuk jadi sampel? Hampir seluruh sampel biologis bisa dipakai untuk melakukan tes DNA. Rambut, air liur, urine, darah, sperma, cairan vagina, serta jaringan tubuh lainnya.

Sampel itu tidak akan berubah sepanjang hidup. Mengonsumsi alkohol, rokok, serta obat tidak serta merta mengubah susunan DNA.

Seseorang bisa dikatakan memiliki hubungan darah kalau punya 16 STR yang sama dengan keluarga kandungnya. Kalau urutan dan pengulangannya sama, maka kedua orang yang dicek terbukti punya ikatan saudara kandung, atau hubungan darah yang dekat. Jumlah ini terbilang kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan ikatan spiral dalam tubuh manusia yang jumlahnya milyaran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Raizel Calago, Gadis Remaja Berubah Jadi Nenek-nenek, Sebabnya Ini

Raizel Calago, Gadis Remaja Berubah Jadi Nenek-nenek, Sebabnya Ini

Batam | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 17:19 WIB

Punya Kelainan Genetik, Wajah Remaja Ini Terlihat Seperti Nenek Umur 50-an

Punya Kelainan Genetik, Wajah Remaja Ini Terlihat Seperti Nenek Umur 50-an

News | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 13:00 WIB

Fosil Berusia 125 Juta Tahun Ditemukan, Diduga Simpan DNA Dinosaurus

Fosil Berusia 125 Juta Tahun Ditemukan, Diduga Simpan DNA Dinosaurus

Tekno | Kamis, 07 Oktober 2021 | 08:27 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×