alexametrics

Sering Ngorok Seperti Ini, Sebaiknya Segera Periksakan ke Dokter.

Bimo Aria Fundrika
Sering Ngorok Seperti Ini, Sebaiknya Segera Periksakan ke Dokter.
Ilustrasi mendengkur. (Sumber: Shutterstock)

Ngorok atau dengkuran muncul dari udara yang keluar melalui saluran dengan kondisi sebagian tertutup atau menyempit.

Suara.com - Banyak orang kerap ngorok atau mendengkur pada saat tidur. Sebenarnya, dengkuran baik itu ringan ataupun sangat kencang sesekali dilakukan sekitar 45 persen orang dewasa dan 25 persen orang bahkan melakukannya setiap hari, menurut Johns Hopkins Medicine.

Pakar psikiatri dan pengobatan tidur sekaligus pendiri Menlo Park Psychiatry & Sleep Medicine, Alex Dimitriu MD mengatakan, dengkuran muncul dari udara yang keluar melalui saluran dengan kondisi sebagian tertutup atau menyempit.

Mendengkur mungkin merupakan gangguan yang tidak berbahaya, tetapi juga bisa menjadi indikasi beberapa kondisi tidur seperti sleep apnea, menurut Mayo Clinic.

Ilustrasi perempuan mendengkur. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan mendengkur. (Shutterstock)

Oleh sebab itu penting untuk sesekali memeriksakannya ke dokter. Lantas, kapan sebaiknya harus diperiksakan ke dokter?

Baca Juga: Meong! Kenali 7 Macam Suara Kucing, Lengkap dengan Artinya

Dikutip dari ANTARA, jika dengkuran cukup keras untuk membangunkan orang lain di rumah atau bahkan diri Anda sendiri, inilah saatnya untuk menemui dokter, kata Dr. Thau.

Menurut dia, hal yang sama berlaku jika Anda mengalami kantuk di siang hari, palpitasi atau panik di malam hari, perubahan fungsi bagian eksekutif Anda, atau mendapati mulut sangat kering di pagi hari.

Dokter nantinya dapat menentukan apakah Anda memiliki kondisi tidur tertentu. Rohrschieb menjelaskan, apabila Anda sudah mencoba berbagai cara dan masih mendengkur, maka penting untuk berbicara dengan dokter karena mendengkur sangat terkait dengan gangguan pernapasan saat tidur seperti sleep apnea.

Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang terjadi saat pernapasan seseorang terganggu disertai periode henti napas secara berulang pada saat tidur. Dengkuran keras menjadi salah satu gejala yang bisa diwaspadai dari masalah kesehatan ini.

“Hingga 95 persen penderita sleep apnea mendengkur, dan tingkat keparahan mendengkur meningkat seiring dengan keparahan sleep apnea,” kata dia.

Baca Juga: Ditandai dengan Mendengkur, Sleep Apnea Bisa Picu Kematian Mendadak

Setelah dokter mendiagnosis sleep apnea, Anda dapat menjelajahi opsi perawatan lebih lanjut.

Komentar