alexametrics

Jangan Diabaikan, Anak Tidur Mendengkur Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan!

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni
Jangan Diabaikan, Anak Tidur Mendengkur Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan!
Ilustrasi anak tidur mendengkur (shutterstock)

Anak-anak yang kebiasaan tidur mendengkur bisa menandakan suatu masalah kesehatan pada tubuhnya.

Suara.com - Tidur mendengkur tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Orangtua biasanya mengira anak tidur mendengkur bukan pertanda bahaya dan mungkin sedang tidur nyenyak.

Tapi, para ilmuwan telah memperingatkan mendengkur pada anak bisa menjadi tanda dari suatu masalah kesehatan yang biasa terjadi pada orang dewasa.

Kebiasaan tidur mendengkur ini disebut apnea tidur obstruktif. Sindrom ini menyebabkan pernapasan berhenti untuk waktu yang singkat selama tidur. Beberapa tanda utama dari apnea tidur obstruktif adalah mendengkur, pusing, dan sakit kepala di siang hari.

Para peneliti di American Heart Association telah menemukan dampak jangka panjang apnea tidur obstruktif pada anak-anak dan remaja. Sebuah penelitian ilmiah menemukan kondisi ini bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan meningkatkan risiko penyakit jantung atau serangan jantung.

Baca Juga: Bisakah Anda Terinfeksi 2 Varian Virus Corona Covid-19?

Selain itu, sleep apnea pada anak juga bisa mengganggu tidur restoratif yang memiliki efek domino pada kesehatan mental emosional dan kekebalan anak.

Ilustrasi anak tidur. (Shutterstock)
Ilustrasi anak tidur mendengkur. (Shutterstock)

Sindrom metabolik adalah masalah lain dari sleep apnea, yang merupakan kelompok dari masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, insulin tinggi dan kolesterol tinggi.

Menurut Journal of American Heart Association, 1 hingga 6 dari 100 anak-anak dan remaja mengalami sleep apnea. Para peneliti menemukan anak-anak yang paling berisiko mengalami sleep apnea adalah anak obesitas.

Sebanyak 30 dan 60 persen dari mereka yang diteliti dengan masalah sleep apnea tersebut mengalami obesitas. Ahli jantung, Dr Carissa M. Baker-Smith, anak-anak berisiko mengalami gangguan pernapasan ketika tidur atau sleep apnea karena amandel, kelenjar gondok dan struktur wajah anak.

Kurangnya otot, penyakit sel sabit dan kelahiran prematur juga terkait dengan gangguan tidur tersebut. Dr Baker-Smith, direktur kardiologi pencegahan pediatrik di Rumah Sakit Anak Nemours di Wilmington, Delaware, memperingatkan orangtua harus menyadari bahwa obesitas bisa meningkatkan risiko anak-anak mengalami sleep apnea.

Baca Juga: Deteksi Virus Corona Covid-19, Perhatikan 5 Perubahan Kuku Ini!

Berikut ini dilansir dari The Sun, beberapa tanda sleep apnea pada anak-anak.

Komentar