alexametrics

Studi: Polusi Udara Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Anak Hingga Kematian

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar
Studi: Polusi Udara Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Anak Hingga Kematian
Ilustrasi polusi udara. (Shutterstock)

Selain itu, partikel dari polusi udara dikatakan dapat menyebabkan peradangan, sehingga dampaknya akan mengganggu kemampuan tubuh anak dalam melawan infeksi.

Suara.com - Sebuah studi baru dari Stanford yang terbit di Environmental Pollution mengungkapkan, bahwa ada hubungan antara polusi udara dengan dampak kesehatan anak di benua Asia Selatan.

Seperti diketahui wilayah Asia Selatan mengalami polusi udara sebesar 40 persen dan penyumbang kasus pneumonia global. Studi ini juga dilakukan dengan memperkirakan efek peningkatan partikulat pada rawat inap pneumonia anak, di mana peningkatan ini sekitar dua kali lipat dari perkiraan sebelumnya.

Mengutip Medical Express, temuan studi ini dapat membantu otoritas kesehatan masyarakat, salah satunya dalam membuat kebijakan yang menargetkan program pengurangan emisi untuk meningkatkan kesehatan anak-anak.

“Semua orang ingin melindungi kesehatan anak-anak kita,” ungkap penulis studi dari Stanford's School of Earth, Energy & Environmental Sciences, Allison Sherris.

Baca Juga: Sering Tanpa Gejala, Ini Faktor yang Berisiko Sebabkan Preeklampsia

Ilustrasi: Udara yang keluar dari pabrik. (Shutterstock)
Ilustrasi: Udara yang keluar dari pabrik. (Shutterstock)

“Sekarang, kami memiliki bukti manfaat kesehatan yang jelas bagi anak-anak dari pengurangan emisi PM 2.5 ambien di Dhaka, Bangladesh,” lanjut Allison.

Selain itu, partikel dari polusi udara dikatakan dapat menyebabkan peradangan, sehingga dampaknya akan mengganggu kemampuan tubuh anak dalam melawan infeksi.

Di sisi lain, partikel polusi udara memiliki sumber yang tentu berbeda-beda. Mulai dari bentuk, ukuran, hingga komposisi kimia.

Dari penelitian sebelumnya, telah mengevaluasi efek kesehatan emisi PM2.5 pada bayi dan anak di negara berpenghasilan rendah, di mana anak-anak 60 kali lebih rentan meninggal akibat paparan polusi udara, dibanding anak di negara berpenghasilan tinggi.

Di antara penelitian yang sudah dilakukan, sebagian besar fokus pada lingkungan dalam ruangan, di mana penggunaan kompor berbahan bakar biomassa telah dikaitkan dengan infeksi saluran pernapasan anak.

Baca Juga: Angka Kematian Bayi dan Balita di Surabaya Menurun, Begini Strateginya

“Dampak polusi udara yang dihasilkan dari industri, telah memberi bukti kuat untuk mendukung intervensi mengurangi polusi udara,” ungkap penulis studi sekaligus Profesor Penyakit Menular Universitas Stanford, Stephen Luby.

Komentar