Studi Sebut Bahan Kimia Ftalat dapat Menyebabkan Kematian Dini

Vania Rossa, Aflaha Rizal Bahtiar

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:22 WIB
Studi Sebut Bahan Kimia Ftalat dapat Menyebabkan Kematian Dini
Wadah makanan plastik. (Shutterstock)

Suara.com - Bahan kimia sintetis yang disebut ftalat, ditemukan di ratusan produk konsumen seperti wadah penyimpanan makanan, sampo, makeup, parfum, dan mainan anak-anak, dan dapat menyebabkan sekitar 91.000 hingga 107.000 kematian dini per tahun di antara orang berusia 55 hingga 64 tahun di Amerika Serikat.

Dilansir dari CNN, orang dengan tingkat ftalat tertinggi memiliki risiko kematian yang lebih besar dari penyebab apa pun, terutama kematian kardiovaskular, menurut penelitian yang diterbitkan Selasa di jurnal peer-review Environmental Pollution.

Studi tersebut memperkirakan kematian tersebut dapat merugikan AS sekitar $40 hingga $47 miliar setiap tahun karena hilangnya produktivitas ekonomi.

"Studi ini menambah basis data yang berkembang tentang dampak plastik pada tubuh manusia dan mendukung kesehatan masyarakat dan kasus bisnis untuk mengurangi atau menghilangkan penggunaan plastik," kata penulis utama Dr. Leonardo Trasande, seorang profesor pediatri, kedokteran lingkungan dan kesehatan populasi di NYU Langone Health di New York City.

"Ftalat diketahui mengganggu mekanisme tubuh untuk produksi hormon, yang dikenal sebagai sistem endokrin, dan terkait dengan perkembangan, reproduksi, otak, kekebalan, dan masalah lainnya," demikian menurut Institut Nasional Ilmu Kesehatan Lingkungan.

Bahkan gangguan hormonal kecil dapat menyebabkan "efek perkembangan dan biologis yang signifikan," kata NIEHS.

Penelitian sebelumnya telah menghubungkan ftalat dengan masalah reproduksi, seperti malformasi genital dan testis yang tidak turun pada bayi laki-laki dan jumlah sperma yang lebih rendah dan kadar testosteron pada pria dewasa.

Studi sebelumnya juga mengaitkan ftalat dengan obesitas, asma, masalah kardiovaskular, dan kanker pada masa kanak-kanak.

Bahan kimia ini sangat umum ditemui, karena ftalat ditambahkan ke produk konsumen seperti pipa PVC, lantai vinil, produk tahan hujan dan antinoda, tabung medis, selang taman, dan beberapa mainan anak-anak untuk membuat plastik lebih fleksibel dan lebih sulit untuk dipatahkan.

baca juga

Paparan umum lainnya berasal dari penggunaan ftalat dalam kemasan makanan, deterjen, pakaian, furnitur, dan plastik otomotif. Ftalat juga ditambahkan ke item perawatan pribadi seperti sampo, sabun, hair spray dan kosmetik untuk membuat wewangian bertahan lebih lama.

Orang-orang terpapar ketika mereka menghirup udara yang terkontaminasi atau makan atau minum makanan yang bersentuhan dengan plastik, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

"Anak-anak merangkak dan menyentuh banyak hal, lalu memasukkan tangan mereka ke dalam mulut. Karena perilaku itu, partikel ftalat dalam debu mungkin lebih berisiko bagi anak-anak daripada orang dewasa," kata CDC.

Lalu, bagaimana cara mengurangi paparan ftalat dalam produk konsumen sehari-hari yang ada di sekitar kita?

Pertama, hindari plastik sebanyak yang Anda bisa. Jangan pernah menaruh wadah plastik di microwave atau mesin pencuci piring, di mana panas dapat merusak lapisan sehingga lebih mudah diserap.

Selain itu, dengan memasak di rumah dan mengurangi penggunaan makanan olahan juga dapat mengurangi tingkat paparan bahan kimia yang bersentuhan dengan Anda.

Saran lainnya adalah menggunakan deterjen dan pembersih tanpa pewangi, serta belilah buah dan sayuran segar atau beku, bukan versi kalengan dan olahan.

Terakhir, sering mencuci tangan untuk menghilangkan bahan kimia dari tangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Kandungan Arsenik pada Beras Bisa Sebabkan Keracunan hingga Kanker

Studi: Kandungan Arsenik pada Beras Bisa Sebabkan Keracunan hingga Kanker

Health | Kamis, 14 Oktober 2021 | 15:00 WIB

Studi: Bahan Kimia Sintetis Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Dini!

Studi: Bahan Kimia Sintetis Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Dini!

Health | Kamis, 14 Oktober 2021 | 13:46 WIB

Hati-hati, Banyak Botol Susu Mengandung BPA yang Berisiko Bagi Kesehatan Anak

Hati-hati, Banyak Botol Susu Mengandung BPA yang Berisiko Bagi Kesehatan Anak

Health | Kamis, 14 Oktober 2021 | 13:45 WIB

Terkini

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:25 WIB

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:18 WIB

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 07:15 WIB

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 07:05 WIB

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:03 WIB

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 07:00 WIB

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 06:58 WIB

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:57 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 06:56 WIB

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 06:50 WIB

×