alexametrics

Pandemi Bikin Kesadaran Akan Asuransi Kesehatan Meningkat, Perhatikan Juga Prinsip Ini

Bimo Aria Fundrika
Pandemi Bikin Kesadaran Akan Asuransi Kesehatan Meningkat, Perhatikan Juga Prinsip Ini
6 tips memilih asuransi kesehatan sesuai dengan kebutuhanmu. (Prudential Indonesia)

Selama ini tingkat kesadaran masyarakat Indonesia untuk berasuransi masih sangat rendah.

Suara.com - Pandemi Covid-19 membuat kesadaran masyarakat terhadap asuransi jiwa dan kesehatan meningkat. Seperti diketahui, Selama ini tingkat kesadaran masyarakat Indonesia untuk berasuransi masih sangat rendah.

Namun dengan merebaknya pandemi, khususnya ketika terjadi serangan gelombang kedua Covid-19 pertengahan Juli 2021 lalu yang menyebabkan ribuan korban jiwa meninggal, telah memaksa masyarakat kembali mengkaji ulang cara pandang mereka terhadap kebutuhan berasuransi.

Deputi Direktur Pengawasan Asuransi 2 OJK Kristianto Andi Handoko dalam sebuah diskusi secara webinar baru-baru ini (15/9/2021), telah terjadi peningkatan penetrasi asuransi hingga 3,11 persen selama Pandemi hingga periode Juli 2021.

Angka tersebut meningkat isbanding posisi akhir tahun 2020 yang sebesar 2,92 persen.

Baca Juga: Mengenal Pre-Existing Condition, yang Bisa Bikin Klaim Asuransi Kesehatan Dibatalkan

Ilustrasi asuransi (Elements Envato)
Ilustrasi asuransi (Elements Envato)

Angka tersebut merupakan gambaran positif mengenai peningkatan kesadaran masyarakat untuk berasuransi. Dalam masa pandemi, masyarakat makin menyadari pentingnya asuransi untuk menjamin kesehatan dan jiwa mereka.

Sejumlah kejadian yang belakangan terjadi, termasuk salah satunya berita tentang proses klaim dari seorang aktris ke Prudential Indonesia, menunjukkan semakin pentingnya edukasi mengenai asuransi harus dilakukan berdampingan dengan penjualan asuransi agar semakin banyak masyarakat terlindungi.

Melalui peningkatan pemahaman asuransi serta prinsip-prinsip asuransi, masyarakat diharapkan akan terhindar dari kesalahpahaman, dan yang lebih penting, mengetahui dengan jelas manfaat yang diperoleh dari asuransi sehingga dapat meningkatkan literasi dan penetrasi asuransi di Indonesia.

Dalam keterangan yang diterima Suara.com, Senin, (18/10/2021), prinsip pertama dalam dunia asuransi yang harus dipahami masyarakat, adalah Insurable Interest. Prinsip ini menjelaskan bahwa seseorang diberikan hak untuk mengasuransikan sesuatu karena terdapat hubungan keluarga atau ekonomi yang mendasarinya. Hak ini otomatis timbul setelah adanya perjanjian yang sering disebut Polis dan telah memiliki dasar hukum.

Sebagai contoh, untuk mengasuransikan seseorang, Anda harus memiliki hubungan seperti ayah, ibu, suami, istri, dan anak. Tentunya anggota masyarakat terkait juga bisa mengasuransikan diri sendiri. Contoh lainnya adalah Anda bisa mengasuransikan bisnis Anda sendiri atau orang-orang berhubungan dengan bisnis Anda seperti karyawan.

Baca Juga: Berikan Sinergi Layanan Digital, Asuransi Astra Meraih OMNI Brands of The Year 2021

Prinsip berikutnya yang harus dipahami adalah Utmost Good Faith. Sesuai dengan namanya, prinsip ini memiliki arti yaitu niat atau itikad baik. Maksudnya adalah, dalam proses membeli produk asuransi, baik Tertanggung (nasabah) maupun Penanggung (perusahaan asuransi) harus menyampaikan informasi dengan terbuka, rinci, dan jujur.

Komentar