Mesti Tahu, Begini Tatalaksana Operasi Sayatan Minimal Untuk Obati Kelainan Tulang

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:10 WIB
Mesti Tahu, Begini Tatalaksana Operasi Sayatan Minimal Untuk Obati Kelainan Tulang
Ilustrasi operasi. (Pixabay)

Suara.com - Operasi bedah limb lengthening and reconstruction jadi salah satu tindakan medis yang bisa dilakukan dalam pengobatan kelainan tulang

Sebelum operasi dilakukan, dokter biasanya akan merujuk pasien melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui masalah dan penyebab kelainan tulang yang dialami. Selanjutnya, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang.

Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dr. Faisal Miraj, Sp.OT (K)., mengatakan setidaknya ada empat pemeriksaan yang perlu dilakukan pasien dengan kelainan tulang sebelum didiagnosis. Di antaranya:

Kerangka manusia, tulang, osteoporosis (Pixabay/PublicDomainPictures)
Kerangka manusia, tulang, osteoporosis (Pixabay/PublicDomainPictures)
  1. Pemeriksaan radiologi dengan scanogram untuk melihat kelainan pada tungkai dari panggul sampai pergelangan kaki.
  2. Jika diperlukan, dokter akan menganjurkan pemeriksaan tambahan berupa CT-Scan atau MRI.
  3. Pemeriksaan laboratorium, terutama jika diduga adanya kekurangan zat gizi seperti kekurangan vitamin D, kalsium, atau fosfor.
  4. Pemeriksaan hormon seperti hormon paratiroid, apabila kelainan bentuk yang terjadi kemungkinan disebabkan karena kelebihan hormon tersebut.

Setelah keempat pemeriksaan selesai dilakukan, bedah limb lengthening and reconstruction bisa dilakukan. Menurut dokter Faisal, pembedahan itu hanya menghasilkan sayatan berukuran kecil sehingga tidak banyak merusak jaringan lunak sekitar tulang. 

"Masa pemulihan pasien pun diharapkan dapat lebih cepat dengan risiko infeksi lebih kecil. Tata laksana pembedahan ini dimulai dengan pemasangan alat di luar tungkai kaki pasien atau external fixator seperti alat limb reconstruction system, ilizarov konvensional, maupun computerized," jelasnya.

Kemudian dilakukan juga osteotomy atau pemotongan tulang. Selanjutnya, dengan alat-alat tersebut dapat dilakukan proses pemanjangan berkala juga koreksi kelainan bentuk lain seperti meluruskan tungkai yang bengkok atau terputar. 

Setelah tindakan bedah, pasien memerlukan 2 sampai 3 hari untuk menjalani program fisioterapi awal. Fisioterapi yang dilakukan bertujuan untuk early mobilization atau percobaan berjalan awal dengan bantuan tongkat, walker, maupun kursi roda. 

"Biasanya dokter akan menilai luka operasi dalam waktu 1-2 minggu setelah dilakukannya tindakan. Apabila tidak ada infeksi dan luka kering dengan baik, maka dapat langsung dilakukan pencabutan benang serta edukasi perawatan mandiri terhadap alat bantu yang sedang digunakan," kata dokter Faisal.

Proses pemanjangan tungkai maupun koreksi kelainan bentuk lainnya dilakukan secara bertahap. Alat yang telah dipakai juga akan dipertahankan sampai bentuk tungkai yang diinginkan oleh pasien dan dokter tercapai. 

Menurut dokter Faisal, alat tersebut akan digunakan sampai tulang mengeras. Setelahnya, pasien boleh mengganti alat dengan tipe jenis lain. Seperti, menggantinya dengan alat yang dipasang di dalam fixator.

Akan tetapi, untuk menghindari terjadinya infeksi pada bekas luka operasi, pasien harus menjaga kebersihan alat yang digunakan serta kebersihan kulit di sekitar luka operasi. Selama pemasangan alat, pasien juga disarankan tetap aktif melakukan fisioterapi atau latihan strengthening dan stretching. 

Hal itu bertujuan untuk menjaga sendi dan tulang tetap fleksibel dan tidak kaku.

Menurut dokter Faisal, tindakan limb lengthening and reconstruction memungkinkan untuk bisa tindakan pemanjangan tungkai, serta memperbaiki kelainan bentuk tulang pada anak, remaja, maupun dewasa. 

"Tindakan ini juga dilakukan dengan metode invasif minimal sehingga masa pemulihan lebih singkat. Setelah tindakan dilakukan, bersamaan dengan program fisioterapi yang berkesinambungan diharapkan pasien dapat segera beraktivitas kembali dengan normal," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

8 Jenis Kelainan Tulang Pada Tubuh Manusia

8 Jenis Kelainan Tulang Pada Tubuh Manusia

Health | Senin, 18 Oktober 2021 | 18:34 WIB

BKSDA Sumbar Ungkap Penjualan Tulang Harimau Sumatera di Pasaman Barat, 2 Pelaku Diciduk

BKSDA Sumbar Ungkap Penjualan Tulang Harimau Sumatera di Pasaman Barat, 2 Pelaku Diciduk

Sumbar | Senin, 18 Oktober 2021 | 15:29 WIB

Sudah Keluar dari Rumah Sakit, Tukul Arwana Jalani Fisioterapi 3 Kali Sehari

Sudah Keluar dari Rumah Sakit, Tukul Arwana Jalani Fisioterapi 3 Kali Sehari

Entertainment | Senin, 18 Oktober 2021 | 09:23 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB