alexametrics

Hits Health: Vagina Pakai Pelembap, Alasan Doping Dilarang

Vania Rossa
Hits Health: Vagina Pakai Pelembap, Alasan Doping Dilarang
ilustrasi vagina. (Shutterstock)

Berita hits di kanal kesehatan pagi ini, mulai dari vagina pakai pelembap hingga alasan mengapa doping dilarang.

Suara.com - Vagina kering seringkali dialami oleh banyak perempuan. Terutama bagi mereka yang menjelang masa menopause. Hal ini disebabkan oleh penurunan kadar estrogen, yang membuat vagina menjadi lebih tipis dan kurang elastis. Lalu, amankah jika memakai pelembap untuk mengatasi vagina kering ini?

Selain soal vagina pakai pelembap, berita terpopuler lain adalah mengenai bendera Merah Putih yang tak bisa dikibarkan di podium Piala Thomas 2020 akibat sanksi dari Badan Anti-Doping Dunia, WADA. Indonesia dinilai tidak mematuhi program test doping plan (TDP). Nah, mengenai aturan tes doping ini, apa alasan doping dilarang dalam pertandingan olahraga?

Simak berita hits di kanal kesehatan pagi ini lewat tautan berikut!

1. Vagina Sering Kering, Amankah Pakai Pelembap?

Baca Juga: Tak Bisa Kibarkan Bendera Merah Putih Saat Event Olahraga, Roy Suryo Sarankan Hal Ini

ilustrasi vagina. (Shutterstock)
ilustrasi vagina. (Shutterstock)

Vagina kering seringkali dialami oleh banyak perempuan. Terutama bagi mereka yang menjelang masa menopause.

Karena penurunan kadar estrogen, vagina Anda menjadi lebih tipis dan kurang elastis. Ini juga disebut atrofi vagina. Sejumlah hal lain juga bisa menyebabkan vagina kering seperti:

Baca selengkapnya

2. Sanksi WADA bikin Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas, Ini Mengapa Doping Dilarang

Trofi Piala Thomas di Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) malam WIB. [ANTARA FOTO/Claus Fisker/Ritzau Scanpix via Reuters]
Trofi Piala Thomas di Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) malam WIB. [ANTARA FOTO/Claus Fisker/Ritzau Scanpix via Reuters]

Bendera Merah Putih yang tak bisa dikibarkan di podium Piala Thomas 2020 akibat sanksi dari Badan Anti-Doping Dunia, WADA, yang menilai Indonesia tidak mematuhi program test doping plan (TDP) tentu saja membuat banyak pihak kecewa, tak hanya para atlet bulutangkis, tetapi juga rakyat Indonesia.  

Baca Juga: KOI Siap Turun Tangan Bantu LADI Terbebas dari Sanksi WADA

Apalagi kemenangan tersebut sangat ditunggu-tunggu, setelah 19 tahun Indonesia tak pernah menjuarai Piala Thomas.

Baca selengkapnya

3. Benarkah Orang yang Sekali Selingkuh akan Tetap Berselingkuh? Begini Kata Psikoterapis

Ilustrasi selingkuh. (Shutterstock)
Ilustrasi selingkuh. (Shutterstock)

Pernah mendengar ungkapan "sekali selingkuh, tetap akan selingkuh"? Beberapa orang memercayainya, tetapi yang lainnya memiliki alasan lain untuk tidak mengindahkannya.

Psikoterapis Tammy Nelson mengatakan bahwa tipe orang seperti itu memang ada. Tetapi ada juga orang yang hanya berselingkuh satu kali saja.

Baca selengkapnya

4. Janin Nathalie Holscher Kelebihan Berat Badan, Apa Penyebab Umumnya?

Potret Hasil USG Nathalie Holscher. [Youtube/Sule Family]
Potret Hasil USG Nathalie Holscher. [Youtube/Sule Family]

Istri komedian Sule, Nathalie Holscher mengatakan bahwa janinnya yang berusia tujuh bulan mengalami kelebihan berat badan. Karenanya, ia harus menurunkan berat badan sang janin sebelum waktu kelahiran tiba.

"Lihat nanti. Tapi memang bayinya kelebihan 200 gram jadi harus diturunin," ujar Nathalie, dikutip dari kanal YouTube KH Infotainment, Selasa (19/10/2021).

Baca selengkapnya

5. Orang yang secara Gen Berisiko Idap Depresi Klinis Punya Gejala Fisik, Termasuk Kelelahan

Ilustrasi orang yang sedang depresi. (Unsplash/Engin Akyurt)
Ilustrasi orang yang sedang depresi. (Unsplash/Engin Akyurt)

Para peneliti dari Universitas Queensland, Australia, menemukan bahwa orang yang memiliki riwayat genetik terkena depresi klinis, atau depresi mayor, cenderung punya gejala fisik, seperti nyeri kronis, kelelahan, dan migrain.

Menurut peneliti, Enda Byrne dari Institute for Mulecular Bioscience UQ, depresi merupakan gangguan serius dengan risiko kesehatan yang buruk seumur hidup penderita.

Baca selengkapnya

Komentar