alexametrics

Belajar dari Kasus Gabby Petito dan Brian Laundrie, Ketahui Tanda Kekerasan dalam Pacaran!

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Belajar dari Kasus Gabby Petito dan Brian Laundrie, Ketahui Tanda Kekerasan dalam Pacaran!
Gabby Petito (kanan) dan kekasihnya, Brian Laundrie (kiri).[Instagram]

Ada tiga tanda besar ketika seseorang mengalami kekerasan dalam hubungan pacaran, apa saja?

Suara.com - Kematian travel blogger Gabby Petito dan pacarnya, Brian Laundrie, cukup menyita perhatian internasional. Kasus ini membuat orang-orang membahas tentang kekerasan dalam hubungan.

Seperti yang diketahui bahwa Gabby dan Brian sebelumnya melakukan perjalanan lintas negara mengendarai mobil pribadi.

Pada 12 Agustus, petugas kepolisian bertemu dengan mereka saat kedua sejoli itu terlibat pertengkaran. Sementara Brian sudah pulang ke rumah, Gabby dinyatakan menghilang pada 11 September lalu.

Seminggu kemudian polisi menemukan Gabby tewas akibat dicekik. Sementara beberapa hari kemudian Brian juga ditemukan tewas di taman Florida.

Baca Juga: 5 Artis Alami Kekerasan Saat Pacaran, Dipukuli sampai Dipaksa Nikah

Ahli mengatakan kekerasan dalam pacaran bisa sangat sulit untuk dikenali. Tetapi, ada tiga tanda besar ketika seseorang mengalami kekerasan dalam pacaran, lapor Insider:

Potret Gabby Petito. (Instagram/gabspetito)
Potret Gabby Petito. (Instagram/gabspetito)

1. Korban mulai memisahkan diri dari teman dan keluarga

Psikoterapis Babita Spinelli mengatakan jika orang yang Anda kenal mulai berhenti membalas pesan atau panggilan, ini bisa menjadi tanda peringatan awal.

"Korban juga dapat berhenti berpartisipasi dalam komunitas di luar," jelas Spinelli.

Ini terjadi karena pelaku berusaha memutuskan hubungan pacarnya dengan orang-orang terdekat mereka, termasuk keluarga dan teman.

Baca Juga: Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Jakarta: 947 Orang Jadi Korban Pada 2020

Penarikan diri dari teman dan aktivitas juga dapat terjadi karena korban merasa malu dengan situasi dan melindungi keluarga mereka.

2. Korban merasa dirinya buruk

Spinelli mengatakan bahwa perilaku korban bisa berubah dari bersemangat menjadi pemalu, cemas, dan takut membuat keputusan sendiri.

"Ketika kamu diberi tahu berulang kali, 'Anda tidak berharga'. Kamu akan mulai percaya bahwa itu benar," kata psikoterapis Ashley McGirt.

3. Tidak membicarakan pasangan sama sekali

Sudah menjadi hal lumrah bahwa seseorang senang membicarakan pacar atau orang yang disukainya. Tetapi, korban kekerasan dalam pacaran akan menutup mulut tentang pacarnya untuk melindungi mereka.

Bukan karena maksud baik, tetapi karena mereka takut akan mendapat kekerasan lebih parah lagi apabila ada orang yang mengetahui apa yang sedang terjadi.

Spinelli menambahkan bahwa ada kemungkinan korban kekerasan mulai bersembunyi di balik alasan mengapa perilaku perilaku kasar pasangannya 'masuk akal'.

"Dalam kasus itu, korban mungkin benar-benar percaya bahwa mereka berada dalam hubungan yang baik karena pelaku telah mencuci otak mereka," jelas Spinelli.

Komentar