facebook

Beby Tsabina Idap Skoliosis Sejak SMP, Apa Penyebab dan Gejalanya?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Beby Tsabina Idap Skoliosis Sejak SMP, Apa Penyebab dan Gejalanya?
Aktris Beby Tsabina ketika ditemui saat jumpa Pers Film Love Knots di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/10/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Beby Tsabina mengaku sempat tidak percaya diri karena menderita skoliosis sejak SMP.

Suara.com - Beby Tsabina mengaku menderita penyakit skoliosis sejak SMP. Artis cantik itu pun sempat tak percaya diri gara-gara penyakitnya, sehingga harus mencari pakaian yang bisa menutupi kondisi tulang belakangnya.

"Aku punya skoliosis, parah juga. Dari SMP kelas 2, (lengkungannya) 60-an derajat. Itu parah, tapi sekarang sudah lebih berkurang," kata Beby Tsabina, ditemu di kawasan MH Thamrin, Jakarta Selatan, Kamis (28/10/2021).

Tak hanya itu, Beby Tsabina juga tidak boleh beraktivitas berlebihan karena masalah skoliosis yang dideritanya, seperti melakukan olahraga berat. Ia mengaku tidak pernah olahraga lari dan menggantinya dengan pilates.

Skoliosis merupakan kelainan lengkungan di samping tulang belakang yang biasanya terjadi selama masa pertumbuhan sebelum pubertas. Meskipun skoliosis bisa terjadi pada orang dengan cerebral palsy dan distrofi otot, tapi penyebab skoliosis pada anak-anak belum jelas.

Baca Juga: Ahli Selidiki Varian Virus Corona Covid-19 AY.4.2, Berbahayakah?

Sebagian besar kasus skoliosis pada anak-anak biasanya ringan, tetapi beberapa kasus memburuk seiring bertambahnya usia. Sedangkan dilansir dari Mayo Clinic, skoliosis parah bisa melumpuhkan mereka.

Aktris Beby Tsabina saat jumpa Pers Film Love Knots di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/10/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aktris Beby Tsabina saat jumpa Pers Film Love Knots di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/10/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

Karena, kelainan tulang belakang yang sangat parah bisa mengurangi jumlah ruang di dalam dada sehingga sulit bagi paru-paru untuk berfungsi dengan baik.

Penyebab Skoliosis

Faktor keturunan merupakan salah satu penyebab utama skoliosis. Karena kelainan tulang belakang ini terkadang diturunkan dalam keluarga.

Tapi, ada pula penyebab skoliosis lainnya yang kurang umum, seperti:

Baca Juga: Pria Ini Terinfeksi Virus Corona Dua Hari Sebelum Vaksin Covid-19, Kini Sudah Meninggal

  1. Kondisi neuromuscular, seperti cerebral palsy atau distrofi otot
  2. Cacat lahir yang mempengaruhi perkembangan tulang belakang
  3. Operasi di dinding dada ketika bayi
  4. Cedera atau infeksi tulang belakang
  5. Kelainan sumsum tulang belakang
Ilustrasi perempuan kena skoliosis [shutterstock]
Ilustrasi perempuan kena skoliosis [shutterstock]

Gejala Skoliosis

Adapun gejala skoliosis biasanya meliputi:

  1. Bahu tidak rata
  2. Satu tulang belikat yang lebih menonjol dari lainnya
  3. Pinggang tidak rata
  4. Satu pinggul lebih tinggi dari yang lain
  5. Satu sisi tulang rusuk menjorok ke depan
  6. Penonjolan pada satu sisi punggung ketika membungkuk ke depan

Pada sebagian besar kasus skoliosis, tulang belakang akan berputar atau terpuntir selain melengkung dari sisi ke sisi. Hal ini menyebabkan tulang rusuk atau otot di satu sisi tubuh menonjol lebih jauh daripada di sisi lain.

Komentar