alexametrics

Ahli Selidiki Varian Virus Corona Covid-19 AY.4.2, Berbahayakah?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Ahli Selidiki Varian Virus Corona Covid-19 AY.4.2, Berbahayakah?
Ilustrasi virus Corona Covid-19, varian virus corona. (Dok. Envato)

Para ahli sedang menyelidiki sub-varian virus corona Covid-19 yang belum dipahami seberapa bahayanya.

Suara.com - Pejabat kesehatan India baru-baru ini sedang menyelidiki subvarian dari virus corona Covid-19 yang dianggap sebagai penyebab utama peningkatan kasus di Inggris dalam beberapa minggu terakhir.

Para ahli mendeteksi mutasi terbaru dari virus corona Covid-19 yang disebut AY.4.2, yakni sub-garis keturunan dari varian Delta yang paling menular. Saat ini, mutasi baru ini dijuluki sebagai varian Delta plus.

Menurut para ilmuan terkemuka yang berbasis di Universitas Columbia, sebanyak 75 garis keturunan AY dari virus corona Covid-19 yang telah diidentifikasi sampai sekarang.

Tapi, hal yang paling memprihatinkan adalah AY.4 salah satu sub-varian yang cepat bermutasi dan terus meningkat jumlahnya di beberapa bagian Inggris.

Baca Juga: Pria Ini Terinfeksi Virus Corona Dua Hari Sebelum Vaksin Covid-19, Kini Sudah Meninggal

Hal ini terlihat dari lonjakan kasus varian Delta selama beberapa bulan terakhir di Inggris.

Jika laporan ini diteruskan, sebanyak 63 persen dari kasus baru dalam sebulan terakhir telah diurutkan secara genom untuk memiliki varian AY.4.2.

Selanjutnya, AY. 4.2 sublineage juga telah dilacak di beberapa bagian Eropa, termasuk Denmark dan Jerman, yang pertama kali diidentifikasi pada bulan Juli 2021.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19, mutasi virus corona, varian virus corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19, mutasi virus corona, varian virus corona. (Pixabay)

Para peneliti telah menimbulkan kekhawatiran bahwa garis keturunan, milik varian Delta yang menyebar cepat bisa sangat menular dan menyebabkan lonjakan berulang di seluruh dunia.

Dalam beberapa bulan terakhir, varian Delta Plus dikatakan sebagai mutasi yang berbeda. B.1.617.2.1/(AY.1), pertama kali diidentifikasi di negara bagian di seluruh India.

Baca Juga: Wamenkes: Gelombang Ketiga Virus Corona Datang atau Tidak, Tergantung Masyarakat

Sementara varian yang dijuluki sebagai varian perhatian dianggap lebih berbahaya dan mengancam dibandingkan varian Delta.

Sedangkan, mutasi baru virus corona sekarang ini juga merupakan sub-garis keturunan dari varian Delta, yang telah ditetapkan lebih mengancam.

Namun dilansir dari Times of India, kedua mutasi virus corona yang merupakan cabang varian Delta bisa memicu kekhawatiran. Meskipun cakupan vaksinasi sudah cukup luas, tapi seseorang masih berisiko garis keturunan varian Delta tersebut.

Walaupun masih banyak yang diketahui tentang garis keturunan ini, para ahli percaya bahwa mutasi baru ini berasal dari varian Delta yang bisa menandakan gejala virus corona Covid-19 lebih buruk, lebuh menular dan menyebar cepat.

Sejauh ini, varian Delta dari virus corona Covid-19 dianggap 60 persen lebih menular. Para ahli pun berpendapat garis keturunan AY.4.2 juga bisa sama berbahayanya.

Ada juga bukti bahwa varian virus corona sekarang ini membuat antibodi yang digerakkan oleh vaksin Covid-19 atau kekebalan sekarang ini tidak efektif.

Varian virus corona yang sedang diselidiki sekarang ini pun diketahui mengandung mutasi yang mengkhawatirkan. A1711V adalah mutasi yang mempengaruhi protein Nsp3 virus, yang memainkan peran penting dalam replikasi virus.

Varian ini juga memiliki dua mutasi tambahan yang bisa mempengaruhi protein lonjakan virus corona.

Saat ini, para peneliti belum mengetahui seberapa besar dan cepatnya infeksi virus corona yang disebabkan oleh varian tersebut. Tapi, varian ini merupakan garis keturunan dari varian Delta yang berdampak pada vaksinasi, sehingga orang-orang harus berhati-hati.

Komentar