alexametrics

Ginekolog Malaysia Ciptakan Kondom Unisex Pertama di Dunia, Seperti Apa?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Ginekolog Malaysia Ciptakan Kondom Unisex Pertama di Dunia, Seperti Apa?
Kondom unisex pertama di dunia. (Wondaleaf)

Kondom ini dapat digunakan oleh pria maupun wanita.

Suara.com - Seorang ginekolog asal Malaysia, John Tang Ing Chinh, telah mencipatakan sebuah kondom unisex pertama di dunia. Artinya, kondom ini dapat digunakan oleh pria maupun wanita.

Tang mengatakan kondom tersebut terbuat dari bahan kelas medis yang biasanya digunakan sebagai pembalut luka.

Sang ginekolog menyebut ciptaannya ini dengan 'Wondaleaf Unisex Condom'. Tujuan pembuatannya agar orang-orang lebih mengontrol kesehatan seksualnya, terlepas dari jenis kelamin maupun orientasi seksual mereka,

"Pada dasarnya ini adalah kondom biasa dengan penutup perekat," jelas Tang, seorang ginekolog di perusahaan pemasok medis Twin Catalyst.

Baca Juga: California Larang Lepas Kondom Tanpa Izin saat Bercinta, Dianggap Pelecehan Seksual

Kondom unisex. (Wondaleaf)
Kondom unisex. (Wondaleaf)

Tang menjelaskan bahwa alat kontrasepsi yang dibuatnya merupakan kondom dengan penutup perekat yang bisa menempel pada vagina atau penis, serta menutupi area di sekitar organ intim untuk perlindungan ekstra.

"Perekat hanya direkatkan pada satu sisi konsom. Artinya, bisa dibalik dan digunakan oleh kedua jenis kelamin," tambahnya, dilansir South China Morning Post.

Tang membuat kondom menggunakan poliuretana, bahan yang digunakan dalam pembalut luka transparan yang tipis dan fleksibel namun kuat dan tahan air.

"Begitu Anda memakainya, Anda tidak menyadari bahwa Anda menggunakannya," kata Tang, merujuk pada pembalut yang terbuat dari poliuretana.

Tang mengungkapkan bahwa alat kontrasepsi ciptaannya sudah melalui beberapa uji penelitian dan pengujian klinis. Kondom juga akan tersedia secara komersial melalui situs web perusahaan akhir tahun ini.

Baca Juga: Kronologi Penemuan Kondom Dalam Rahim Korban Pemerkosaan AR di Kutim

"Berdasarkan jumlah uji klinis yang telah kami lakukan, saya cukup optimis bahwa ini akan menjadi tambahan metode kontrasepsi yang digunakan dalam mencegah kehamilan tidak diinginkan dan penyakit menular seksual," tandas Tang.

Komentar