Inggris Menjadi Negara Pertama yang Resepkan Vape sebagai Produk Medis

Yasinta Rahmawati

Rabu, 03 November 2021 | 14:25 WIB
Inggris Menjadi Negara Pertama yang Resepkan Vape sebagai Produk Medis
Ilustrasi vape (rokok elektrik). (Shutterstock)

Suara.com - Meskipun ada peringatan bahaya penggunaan vape dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rokok elektrik tersebut akan segera diresepkan di Inggris sebagai produk medis untuk mereka yang ingin berhenti merokok tembakau.

Dilansir dari The Guardian, Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan (MHRA) telah menerbitkan panduan terbaru yang membuka jalan bagi produk rokok elektrik berlisensi medis untuk diresepkan bagi perokok tembakau yang ingin berhenti merokok dan beralih ke vaping.

Langkah itu bisa membuat Inggris menjadi negara pertama di dunia yang meresepkan rokok elektrik berlisensi medis. Kebijakan ini didorong para menteri guna memangkas tingkat merokok di Inggris.

Tercatat hampir 64.000 orang meninggal karena merokok setiap tahun di Inggris. Sekitar 3,6 juta, atau 7% orang dewasa di Inggris, diperkirakan menggunakan rokok elektrik.

Namun demikian, rokok elektrik berlisensi medis harus melewati pemeriksaan keamanan yang lebih ketat, kata Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial.

ilustrasi rokok elektrik (pixabay)
ilustrasi rokok elektrik (pixabay)

Sebab rokok elektrik mengandung nikotin dan tidak bebas risiko. Menurut NHS, cairan dan uapnya mengandung beberapa bahan kimia berbahaya yang juga ditemukan dalam asap rokok. Meskipun bahan kimia ini ditemukan pada tingkat yang jauh lebih rendah dalam rokok elektrik.

Namun, ulasan ahli telah menyimpulkan bahwa rokok elektrik yang diatur tidak lebih berbahaya daripada merokok.

Dr June Raine, kepala eksekutif MHRA, mengatakan buktinya 'jelas' bahwa rokok elektrik tidak lebih berbahaya bagi kesehatan daripada merokok tembakau dan bahwa rokok elektrik dapat membantu orang berhenti merokok untuk selamanya.

"Panduan terbaru tentang persyaratan perizinan yang kami terbitkan hari ini adalah langkah pertama yang kuat menuju ketersediaan produk e-rokok berlisensi yang aman dan efektif," ujarnya.

baca juga

Nantinya produsen sekarang dapat mendekati MHRA dan menyerahkan produk mereka ke proses persetujuan peraturan yang sama seperti obat lain yang tersedia di NHS.

Jika rokok elektrik mendapat persetujuan MHRA, dokter kemudian dapat memutuskan berdasarkan kasus per kasus apakah pantas untuk meresepkan rokok elektrik kepada pasien untuk membantu mereka berhenti merokok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KTT COP26, Boris Johnson Tertangkap Kamera Tak Pakai Masker di Samping Sekjen PBB

KTT COP26, Boris Johnson Tertangkap Kamera Tak Pakai Masker di Samping Sekjen PBB

News | Rabu, 03 November 2021 | 14:24 WIB

Kisah Ajaib Fabrice Muamba, Bangun Lagi Setelah Meninggal 78 Menit

Kisah Ajaib Fabrice Muamba, Bangun Lagi Setelah Meninggal 78 Menit

Bola | Rabu, 03 November 2021 | 13:45 WIB

Pandemi COVID-19 Buat Rokok Murah Makin Disukai Kalangan Menengah ke Bawah

Pandemi COVID-19 Buat Rokok Murah Makin Disukai Kalangan Menengah ke Bawah

Bisnis | Rabu, 03 November 2021 | 12:33 WIB

Terkini

Kebakaran TPA Jatibarang Meluas 10 Hektare, Gas Metana Bikin Api Membara

Kebakaran TPA Jatibarang Meluas 10 Hektare, Gas Metana Bikin Api Membara

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Nekat Salip Mobil Berujung Maut, Siswi di Madiun Meregang Nyawa di Aspal

Nekat Salip Mobil Berujung Maut, Siswi di Madiun Meregang Nyawa di Aspal

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:38 WIB

OJK Stop Operasional Credit Saison Indonesia Finance (CSIF), Begini Nasib Nasabah

OJK Stop Operasional Credit Saison Indonesia Finance (CSIF), Begini Nasib Nasabah

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:36 WIB

Bukan Cuma Murah, 5 HP Xiaomi Ini Cocok untuk Dipakai Jangka Panjang

Bukan Cuma Murah, 5 HP Xiaomi Ini Cocok untuk Dipakai Jangka Panjang

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Bangkai Kapal Terbalik, Lorong Tertutup Jadi Kendala Tim SAR Cari Korban Virgo

Bangkai Kapal Terbalik, Lorong Tertutup Jadi Kendala Tim SAR Cari Korban Virgo

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Sungai Brantas Mendadak Ungu, Pemkot Malang: Terbukti Limbah, Kami Tutup Pabriknya

Sungai Brantas Mendadak Ungu, Pemkot Malang: Terbukti Limbah, Kami Tutup Pabriknya

Malang | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:28 WIB

Mengulik JETOUR T2 i-DM di GIIAS Semarang, PHEV dengan Jarak Listrik 90 Km

Mengulik JETOUR T2 i-DM di GIIAS Semarang, PHEV dengan Jarak Listrik 90 Km

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:18 WIB

Ada Rapat Paripurna, Prabowo Akan Sambangi Gedung DPR RI Hari Ini

Ada Rapat Paripurna, Prabowo Akan Sambangi Gedung DPR RI Hari Ini

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:18 WIB

Kenapa Bendera Merah Putih Dikibarkan Setengah Tiang Sebelum Hari Kesaktian Pancasila?

Kenapa Bendera Merah Putih Dikibarkan Setengah Tiang Sebelum Hari Kesaktian Pancasila?

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Bukan Sekadar Mandi Biasa, Ini 6 Fakta Unik Festival Air Terbesar di Bhutan

Bukan Sekadar Mandi Biasa, Ini 6 Fakta Unik Festival Air Terbesar di Bhutan

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 06:45 WIB

×