Kurangi Obat Impor, Wamenkes Ungkap Daftar Fitofarmaka Asli Indonesia

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 09 November 2021 | 19:44 WIB
Kurangi Obat Impor, Wamenkes Ungkap Daftar Fitofarmaka Asli Indonesia
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono saat menyampaikan pemaparan dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (27/5/2021). (ANTARA/Andi Firdaus)

Suara.com - Demi mengurangi ketergantungan Indonesia pada obat impor, Wakil Menteri Kesehatan atau Wamenkes dr. Dante Saksono Herbuwono mengatakan bahwa pengembangan obat bahan alami alias fitofarmaka dalam negeri bisa jadi solusi utama.

Fitofarmaka merupakan obat dari bahan alami yang telah melalui proses uji klinis, sehingga memiliki khasiat setara dengan obat.

Apalagi menurut Wamenkes Dante, Indonesia punya potensi besar, karena sebanyak 11.218 tanaman obat sudah tercatat didokumentasikan oleh Kementerian Kesehatan. 

Alhasil, fitofarmaka bisa mempercepat transformasi sistem kesehatan nasional yang tengah digencarkan pemerintah.

Ilustrasi obat. (Unsplash)
Ilustrasi obat. (Unsplash)

"Ini akan menjamin keamanan kita dalam melakukan transformasi kesehatan di masa depan,” kata Dante pada Forum Nasional Kemandirian Farmasi dan Alat Kesehatan dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional, di Yogyakarta berdasarkan keterangan yang diterima suara.com, Senin (9/11/2021).

Adapun beberapa fitofarmaka yang berhasil dikembangkan Indonesia di antaranya sebagai immunomodulator atau penguat kekebalan tubuh, obat tukak lambung, antidiabetes, antihipertensi, obat untuk melancarkan sirkulasi darah, dan obat untuk meningkatkan kadar albumin.

Selain itu, ada pula fitofarmaka yang akan dikembangkan yakni obat pelancar ASI, antihiperlipidemia-kolesterol, hepatoprotektor, pengobatan nyeri sendi, diare, peningkatan fungsi kognitif, percepatan penyembuhan luka, mengurangi nyeri haid, serta obat untuk meredakan gejala batuk - pilek.

"Prosesnya tentu tidak sederhana, butuh proses analisis, proses penelitian dan ini akan melibatkan berbagai macam sektor untuk bekerja sama secara sinergis. Baik dengan peneliti, industri, perguruan tinggi, dan Kemenkes," tutur Wamenkes Dante.

Potensi fitofarmaka Indonesia juga diamini Sekretaris Perusahaan Indofarma, Wardjoko Sumedi. Ia mengatakan potensi fitofarmaka terbuka lebar bersamaan upaya memasukan produk farmasi ini dalam formularium nasional (FORNAS).

baca juga

"Potensi fitofarmaka ke depan akan sangat bagus karena fitofarmaka akan diupayakan masuk ke dalam FORNAS sebagai upaya pengobatan promotif dan preventif," tutur Wadjoko di acara yang sama.

Sayangnya, dari belasan ribu tanaman obat potensial Indonesia masih sangat sedikit fitofarmaka yang berhasil dibuat dan dikembangkan.  

Sejak 5 tahun Instruksi Presiden No 6 Tahun 2016 tentang pengembangan obat fitofarmaka diterbitkan, nyatanya menurut data Kemenkes baru ada 26 fitofarmaka yang berhasil dikembangkan. 

Sedangkan hanya 35 Fitofarmaka yang sudah mendapat nomor izin edar (NIE) BPOM RI.

Sementara itu, berdasarakn NIE BPOM RI ada 23 produk Fitofarmaka didaftarkan PT Dexa Medica, 8 produk dari PT Ferron Par Pharmaceuticals, 2 produk dari PT Phapros, dan 2 produk dari PT Royal Medicalink Pharmalab. 

Produk fitofarmaka saat ini juga dikenal dengan sebutan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jaringan Pengedar Obat Keras Ilegal Antarprovinsi Dibongkar, Polda DIY Amankan 8 Orang

Jaringan Pengedar Obat Keras Ilegal Antarprovinsi Dibongkar, Polda DIY Amankan 8 Orang

Jogja | Selasa, 09 November 2021 | 18:38 WIB

Studi Awal: Obat Covid-19 Buatan Regeneron Diklaim Ampu Cegah Covid-19

Studi Awal: Obat Covid-19 Buatan Regeneron Diklaim Ampu Cegah Covid-19

Health | Selasa, 09 November 2021 | 04:05 WIB

RSUP Muhammad Husein Memadukan Obat Tradisional Alternatif Obat Kimia

RSUP Muhammad Husein Memadukan Obat Tradisional Alternatif Obat Kimia

Sumsel | Selasa, 09 November 2021 | 07:30 WIB

Terkini

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

×