Jangan Sampai Telat, Yuk Deteksi Gangguan Bicara Pada Ada Sejak Dini!

Risna Halidi

Kamis, 11 November 2021 | 21:10 WIB
Jangan Sampai Telat, Yuk Deteksi Gangguan Bicara Pada Ada Sejak Dini!
Ilustrasi (pexels).

Suara.com - Gangguan tumbuh kembang pada anak apapun bentuknya harus dideteksi sedini mungkin agar dapat segera dilakukan intervensi.

Salah satu gangguan perkembangan yang paling sering dijumpai adalah keterlambatan bicara dan bahasa. Kabar baiknya, gangguan bicara dan bahasa ini bisa dideteksi sejak dini.

Dijelaskan dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang, dr. Marlisye Marpaung SpA(K), dalam seri Instagram Live @teman-parenting, orangtua kerap mengeluhkan “anak belum bisa bicara” dan akhirnya membawanya ke dokter spesialis anak.

Prevalensi gangguan bicara pada anak diperkirakan mencapai 6-20 persen dari populasi anak. Keterlambatan bicara dan bahasa ini sering juga disebut gangguan bicara, gangguan bahasa atau speech delay.

“Gangguan perkembangan dan bahasa ini perlu menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan perkembangan anak secara umum dan berdampak pula pada orang tua dan lingkungan, terutama saat anak harus mulai bersekolah,” jelas dr. Marlisye dikutip Suara.com dari siaran pers, Kamis (11/11/2021).

Gangguan bicara dan bahasa pada anak bahkan bisa menetap sampai dewasa jika tidak diatasi dengan baik.

Gangguan Bicara dan Bahasa di Setiap Tahapan Usia
Perkembangan bicara dan bahasa memiliki periode emas pada 2-3 tahun pertama kehidupan, dan dimulai sejak bayi baru lahir.

Ilustrasi anak (pixabay.com/LuidmilaKot)
Ilustrasi anak (pixabay.com/LuidmilaKot)

Di tahapan ini, bayi akan merespons dan mengintrepretasi suara yang didengarnya dengan cara mengeluarkan suara. Adapun bentuk komunikasi bahasa bayi berupa tangisan.

“Jika diperhatikan, suara tangisan bayi sebenarnya berbeda, antara tangisan lapar, mengantuk, tangisan manja, atau karena merasakan nyeri,” jelas dr. Marlisye.

baca juga

Semakin bertambah umur, perkembangan komunikasi bayi juga akan berkembang. Dimulai dari refleksi vokalisasi saja, kemudian menjadi bubbling, laling, dan akhirnya menjadi true speech.

“Orang tua harus mengikuti tahapan perkembangan bicara anak. Setiap tahapan ada kesulitan-kesulitannya sendiri, namun jika di masing-masing tahapan ini bisa dilalui maka akan mudah saja bagi anak untuk mencapai tahapan-tahapan berikutnya,” tambah dr. Marlisye.

Ada beberapa tanda bahaya kemungkinan anak mengalami gangguan bicara dan bahasa, sesuai tahapan dan usianya.

Menurut dr. Marlisye, gangguan bicara dan bahasa sudah bisa dikenali sejak enam bulan pertama kehidupan.

Di enam bulan pertama, jika seorang bayi tidak menunjukkan respons terhadap suara, tidak menoleh pada sumber suara, atau tidak ada minat untuk berinteraksi dengan orang terdekatnya, itu adalah peringatan awal.

Di enam bulan kedua, jika si anak tidak menoleh ketika dipanggil namanya, tidak bubbling, atau ekspresi wajahnya itu tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

"Misalnya orangtuanya menggoda dan tertawa, tetapi dia diam saja,” ujar dr. Marlisye

Di enam bulan ketiga, saat anak berusia 1-1,5 tahun, jika si anak tidak bisa menunjuk atau tidak bisa mengucapkan satu kata yang berarti atau perbendaharaan kosakatanya masih kurang dari 10, atau yang tadinya bisa bubbling tetapi hilang kemampuannya, ini juga tanda bahaya.

Di usia 18-24 bulan jika tidak ada satu katapun yang bisa dimengerti, atau tidak bisa menunjukkan anggota tubuhnya, misalnya mana mata, mana telinga, dan kosa katanya masih kurang dari 50 kata, itu juga tanda bahaya.

“Jika menemukan tanda-tanda di atas, jangan tunggu sampai anak berusia lebih dari 2 tahun baru berkonsultasi. Sebagian orang tua menunggu karena berharap di usia 3 tahun anak akan lancar berbicara dengan sendirinya. Prinsipnya semakin cepat dideteksi ada gangguan semain cepat dilakukan intervensi sehingga hasilnya lebih baik,” tegas dr. Marlisye.

Mencegah gangguan bicara dan bahasa pada anak bisa dilakukan dengan memperbanyak stimulasi bicara sejak dini.

"Lakukan stimulasi sejak dini, diulang-ulang, dengan rasa kasih sayang dan gembira dan tidak ada paksaan. Orang tua harus memberikan contoh, di mana orang tua juga harus banyak mengucapkan kata-kata Sebaiknya kata-kata yang baik dan diucapkan dengan lembut dan santun, dan batasi penggunaan gadget atau paparan layar.” tips dari dr. Marlisye.

Head of Patient Pillar PT Global Urban Esensial Evi Keistianti menjelaskan, pihaknya sangat menyadari bahwa masalah gangguan tumbuh kembang sama pentingnya dengan pertumbuhan fisik.

“Kami berusaha menghadirkan permasalah yang paling sering dikeluhkan ibu milenial dalam mengawal pertumbuhan dan perkembangan anak, dengan edukasi melalui sosial media dan menghadirkan ahli yang kompeten di bidangnya."

"Dengan begitu, para Mums bisa langsung bertanya kepada ahlinya atau mendapatkan informasi cukup, sebelum berkonsultasi ke dokter secara langsung," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Agar Tumbuh Kembang Anak Maksimal, Perbanyak Aktivitas Fisik Yuk!

Agar Tumbuh Kembang Anak Maksimal, Perbanyak Aktivitas Fisik Yuk!

Health | Senin, 08 November 2021 | 15:03 WIB

Inilah Manfaat Bermain untuk Tumbuh Kembang Anak yang Akan Bertahan hingga Dewasa

Inilah Manfaat Bermain untuk Tumbuh Kembang Anak yang Akan Bertahan hingga Dewasa

Health | Sabtu, 06 November 2021 | 21:22 WIB

Optimalkan Tumbuh Kembang Anak Sekolah, Ini Asupan Gizi yang Dibutuhkan

Optimalkan Tumbuh Kembang Anak Sekolah, Ini Asupan Gizi yang Dibutuhkan

Health | Jum'at, 05 November 2021 | 13:50 WIB

Terkini

Yanuar Arif Wibowo Kecewa soal CCTV Bangunan Mewah Lapas Cibinong: Kurang Ajar

Yanuar Arif Wibowo Kecewa soal CCTV Bangunan Mewah Lapas Cibinong: Kurang Ajar

Bogor | Rabu, 30 September 2026 | 19:30 WIB

The Love Hypothesis: Cinta Tumbuh Karena Sering Bersama

The Love Hypothesis: Cinta Tumbuh Karena Sering Bersama

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 19:30 WIB

Penunjuk Arah Warna-warni Bikin Cari Bus di Terminal Blok M Lebih Mudah

Penunjuk Arah Warna-warni Bikin Cari Bus di Terminal Blok M Lebih Mudah

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 19:26 WIB

Bos PT Danau Winata Indah Ditetapkan Tersangka Korupsi Proyek Kondotel Rp100 Miliar

Bos PT Danau Winata Indah Ditetapkan Tersangka Korupsi Proyek Kondotel Rp100 Miliar

News | Rabu, 30 September 2026 | 19:25 WIB

Menakar Teknologi Manufaktur YIMM di Tengah Ekspor 3 Juta Unit Motor Yamaha

Menakar Teknologi Manufaktur YIMM di Tengah Ekspor 3 Juta Unit Motor Yamaha

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 19:20 WIB

Dampak Super El Nino Mulai Dirasakan Industri di RI

Dampak Super El Nino Mulai Dirasakan Industri di RI

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:19 WIB

Singgung Jabatan Komisaris, Denny Indrayana Sorot Peran Eks Ketua KPU Muluskan Pencalonan Gibran

Singgung Jabatan Komisaris, Denny Indrayana Sorot Peran Eks Ketua KPU Muluskan Pencalonan Gibran

News | Rabu, 30 September 2026 | 19:15 WIB

Bolehkah Viva White Waterdrop Sleeping Mask Dipakai Setiap Hari? Ini Jawabannya

Bolehkah Viva White Waterdrop Sleeping Mask Dipakai Setiap Hari? Ini Jawabannya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 19:15 WIB

Hati-hati! Serahkan Akun Trading, Uang Bisa Melayang

Hati-hati! Serahkan Akun Trading, Uang Bisa Melayang

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:14 WIB

Rupiah Makin Tertekan, Sudah Melemah 7,74% Sepanjang 2026

Rupiah Makin Tertekan, Sudah Melemah 7,74% Sepanjang 2026

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:08 WIB

×