Jangan Dilarang, Bermain Hujan-hujanan Punya Manfaat Tersendiri untuk Anak

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Jum'at, 12 November 2021 | 16:10 WIB
Jangan Dilarang, Bermain Hujan-hujanan Punya Manfaat Tersendiri untuk Anak
Ilustrasi anak main hujan-hujanan. (Shutterstock)

Suara.com - Orang tua pasti akan melarang anak-anaknya agar tidak bermain sambil hujan-hujanan. Tetapi larangan ini dapat dipahami, sebab orang tua tidak ingin anak-anaknya sakit.

Namun, sebenarnya bermain hujan-hujanan memiliki manfaat tersendiri, lho! Selama anak-anak mengenakan jas hujan dan sepatu bot, bermain hujan-hujanan akan berdampak baik bagi perkembangan mereka.

Berdasarkan laman Pentagon Play UK, berikut manfaat dari bermain hujan-hujanan:

1. Tingkatkan keterampilan fisik

Anak-anak dapat mengembangkan keterampilan fisik lebih cepat dalam hujan. Karena kondisi licin, anak-anak perlu bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan yang baik, lebih meningkatkan koordinasi dan keterampilan motorik kasar mereka.

Selain itu, anak-anak perlu menggunakan keterampilan berpikir kritis saat mereka mengelola risiko dan mengevaluasi berbagai aktivitas. Ini bisa sesederhana memilih tempat berdiri dalam kondisi basah.

2. Mengenalkan gaya hidup sehat

Membiarkan anak-anak bermain di tengah hujan juga mengenalkan gaya hidup sehat karena mereka diajarkan sejak usia muda untuk selalu berolahraga, terlepas dari cuacanya.

Melindungi sepatu di musim hujan. (Pexels)
Bermain di tengah hujan (Pexels)

3. Menyelidiki konsep ilmiah

baca juga

Saat menjelajahi alam bebas saat hujan, anak-anak diberikan pengalaman baru tentang air.

Anak-anak dapat belajar tentang alam secara lebih mendalam ketika mereka mempertanyakan dan mengeksplorasi konsep-konsep ilmiah, seperti siklus air, awan dan cuaca, melalui bermain.

Selain itu, saat berjalan di tengah hujan, anak-anak dapat mengamati segala jenis binatang yang hanya muncul selama cuaca basah, mendorong mereka untuk bertanya tentang hewan-hewan, habitatnya dan lingkungan.

4. Melatih pengalaman sensorik

Dengan suara, pemandangan, bau, dan sentuhan yang berbeda, hujan benar-benar dapat meningkatkan pengalaman sensorik anak-anak.

Mereka dapat mendengarkan derai hujan di tanah, menyaksikan aspal berubah hitam pekat saat basah, merasakan permukaan yang lembab dan licin dan mencium aroma tanah saat hujan jatuh ke tanah kering. Masing-masing indera dapat dirangsang saat berada di luar ruangan.

5. Meningkatan kemandirian

Ketika anak-anak dibiarkan bermain di tengah hujan, mereka mulai belajar keterampilan mandiri. Membuat mereka berpikir hal apa yang mereka butuhkan untuk keluar saat cuaca basah.

Hal ini juga mengajarkan mereka untuk bertanggung jawab terhadap diri sendiri, misalnya bagaimana mereka tetap kering dan hangat di luar ruangan.

Jadi, ada banyak kesenangan yang didapat ketika anak-anak bermain di tengah hujan. Jika tetap khawatir, orang tua dapat memberi batasan kapan waktunya untuk berhenti dan lekas menghangatkan tubuh anak setelah di dalam rumah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puan Maharani Hujan-hujanan Tanam Padi, Susi Pudjiastuti Beri Komentar Menohok

Puan Maharani Hujan-hujanan Tanam Padi, Susi Pudjiastuti Beri Komentar Menohok

Hits | Jum'at, 12 November 2021 | 13:05 WIB

BMKG Beri Peringatan Dini, Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sleman dan Kulon Progo

BMKG Beri Peringatan Dini, Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sleman dan Kulon Progo

Jogja | Jum'at, 12 November 2021 | 11:50 WIB

Duh! Hujan 2 Hari, Magelang Dilanda Longsor di Beberapa Titik

Duh! Hujan 2 Hari, Magelang Dilanda Longsor di Beberapa Titik

Jawa Tengah | Jum'at, 12 November 2021 | 10:02 WIB

Terkini

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

×