Dokter Temukan Infeksi Jamur Hitam pada Pasien Demam Berdarah

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 15 November 2021 | 14:56 WIB
Dokter Temukan Infeksi Jamur Hitam pada Pasien Demam Berdarah
Ilustrasi pasien demam berdarah. (Shutterstock)

Suara.com - Setelah infeksi jamur hitam atau mucormycosis terdeteksi pada sejumlah pasien virus corona Covid-19, kini dokter menemukan kasus infeksi jamur langka pada pasien demam berdarah.

Infeksi jamur hitam langka ini terdeteksi pada pria usia 49 tahun di rumah sakit Apollo di Delhi. Menurut dokter, pasien itu datang ke rumah sakit pada 15 hari setelah pulih dari vdemam berdarah. Ia mengeluh kehilangan penglihatannya secara mendadak.

Awal tahun 2021 ini, infeksi jamur hitam langka ini cukup mengkhawatirkan. Karena, infeksi jamur ini rentan menyerang penderita diabetes dan rang dengan gangguan kekebalan di tengah gelombang kedua virus corona Covid-19.

Kini, nampaknya infeksi jamur juga rentan menyerang pasien demam berdarah. Infeksi demam berdarah sendiri biasanya menyebabkan gejala ringan hingga sedang.

Meskipun, beberapa orang dengan demam berdarah mungkin mengalami komplikasi parah. Adapun gejala dema berdarah biasanya berupa demam tinggi, kelelahan, tulang dan nyeri sendi, ruam, sakit kepala berdenyut, muntah dan mual.

demam berdarah. (Shutterstock)
demam berdarah. (Shutterstock)

Meskipun, sekarang ini belum ada pengobatan untuk penyakit demam berdarah yang ditularkan melalui gigitan nyamuk tersebut. Tapi, pasien bisa memiliki kadar trombosit yang terus menurun dan membutuhkan bantuan medis bila diabaikan dan tak kunjung membaik.

Demam berdarah adalah penyakit menular yang disebabkan oleh 4 virus berbeda dari nyamuk Aedes betina. Saat tubuh terinfeksi demam berdarah, respons imun akan bekerja sama untuk melawan virus.

Sel B sistem kekebalan menghasilkan antibodi yang mengenali dan menetralisir partikel asing tersebut. Namun, ada kemungkinan virus bisa melemahkan kekebalan Anda yang bisa meningkatkan risiko Anda terinfeksi dalam prosesnya.

Selama gelombang kedua virus corona, dokter menemukan bahwa infeksi jamur hitam atau mucormycosis sangat umum terjadi pada orang dengan riwayat diabetes, gangguan kekebalan dan infeksi lainnya.

baca juga

Dokter di rumah sakit Apollo menduga infeksi jamur hitam ini bisa menginfeksi pasien demam berdarah, karena penyakit menular ini menyebabkan melemahnya sistem kekebalan.

"Sebelum datang ke rumah sakit, pasien mengalami episode perdarahan hidung sebagai komplikasi demam berdarah. Ia sempat mengalami trombosit rendah tetapi tidak ada riwayat transfusi darah atau semacamnya. Jadi, infeksi jamur ini kemungkinan disebabkan oleh kekebalan tubuh yang rendah," kata Dr Nishant Rana, registrar di Rumah Sakit Indraprastha Apollo dikutip dari Times of India.

Mucormycosis adalah infeksi jamur parah yang disebabkan oleh sekelompok jamur yang disebut mucormycetes. Menurut Dr Suresh Singh Naruka, konsultan senior (THT), Indraprastha Apollo Hospitals infeksi jamur mematikan ini disebabkan oleh sekelompok jamur yang disebut mucor.

Jamur ini menyerang jaringan tubuh yang sehat, seperti hidung, sinus, mata, dan otak dengan sangat cepat sehingga bisa menyebabkan komplikasi jangka panjang bila terlamat didiagnosis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gejala Diabetes, Waspadai Tanda Gula Darah Tinggi pada Pusar!

Gejala Diabetes, Waspadai Tanda Gula Darah Tinggi pada Pusar!

Health | Kamis, 11 November 2021 | 15:10 WIB

5 Bahan Alami Ini Bisa Bantu Pengobatan Demam Berdarah, Apa Saja?

5 Bahan Alami Ini Bisa Bantu Pengobatan Demam Berdarah, Apa Saja?

Health | Selasa, 09 November 2021 | 16:02 WIB

5 Gejala Awal Demam Berdarah yang Wajib Diwaspadai, Terutama saat Musim Hujan

5 Gejala Awal Demam Berdarah yang Wajib Diwaspadai, Terutama saat Musim Hujan

Lifestyle | Senin, 08 November 2021 | 17:24 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB