Waspadai, 5 Tanda Tidur Mendengkur Membahayakan Kesehatan!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 17 November 2021 | 15:37 WIB
Waspadai, 5 Tanda Tidur Mendengkur Membahayakan Kesehatan!
Ilustrasi tidur mendengkur. (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa orang mungkin memiliki kebiasaan tidur mendengkur. Kebiasaan ini bisa disebabkan oleh pilek atau alergi yang akan menyumbat saluran hidung ketika tidur.

Rebecca Robbins, seorang instruktur di divisi obat tidur untuk Harvard Medical School mengatakan tidur mendengkur adalah hal yang wajar terjadi dan bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan.

Tapi, tidur mendengkur juga bisa menjadi tanda kunci dari apnea tidur obstruktif, gangguan tidur serius ketika seseorang berhenti bernapas selama 10 detik atau lebih pada satu waktu.

"Anda harus mulai khawatir ketika suasa dengkuran terdengar keras, paru dan terganggu oleh jeda napasnya," kata Rebecca Robbins dikutip dari CNN.

Ahli memperkirakan bahwa setidaknya 25 juta orang Amerika dan 936 orang di seluruh dunia mungkin menderita apnea tidur obstruktif yang tidak terdiagnosis.

Ilustrasi tidur mendengkur (shutterstock)
Ilustrasi tidur mendengkur (shutterstock)

Apnea tidur obstruktif ini terjadi ketika otak tidak atau telat memberi tahu tubuh untuk tetap bernapas ketika tidur. Gangguan tidur ini biasanya disebabkan oleh penyumbatan saluran udara oleh jaringan lunak yang lemah.

"Anda harus menggunakan perut dan dada untuk mencoba menghirup dan mengeluarkan udara. Tapi, Anda akan kesulitan melakukannya karena obstruksi di saluran napas bagian atas," kata Dr. Raj Dasgupta, seorang profesor kedokteran klinis di Keck School of Medicine di University of Southern California.

Jika tak diobati, American Academy of Sleep Madicine mengatakan apnea tidur obstruktif meningkatkan risiko Anda terkena hipertensi, penyakit jantung, diabetes tipe 2, depresi hingga kematian dini.

Ada beberapa cara untuk mendeteksi kebiasaan Anda tidur mendengkur itu sudah membahayakan kesehatan atau tidak, antara lain:

1. Suara dengkuran

Tidur mendengkur bisa menjadi indicator utama dari suatu masalah kesehatan. Dasgupta mengatakan bahwa suata mendengkur yang terlalu keras dan menjengkelkan adalah hal yang harus diwaspadai.

2. Kelelahan di siang hari

Kelelahan di siang hari bisa menjadi indicator utama dari kurang tidur. Hal ini bisa menjadi gejala apnea tidur, terlebih disertai dengan mendengkur.

Robbins mengatakan bahwa rasa ngantuk di siang hari salah satu prediktor kuat dari sleep apnea. Seseorang bisa saja tidur di mana pun, seperti tidur setelah makan siang atau tidur ketika menonton film di bioskop.

3. Terengah-engah

Kebanyakan orang tidak sadar dirinya mendengkur ketika tidur di malam hari. Mereka juga mungkin tidak sadar kalau napasnya berhenti di malam hari, kecuali penyumbatannya sangat parah sehingga mereka terbangun terengah-engah dan tersedak.

Jika Anda melihat pasangan yang kebiasaan mendengkur tiba-tiba berhenti bernapas hingga terbangun terengah-engah, itu bisa menjadi tanda-tanda bahwa dengkuran sudah tidak normal.

4. Tekanan darah tinggi

Apnea tidur obstruktif dapat menyebabkan hipertensi. Setiap kali seseorang berhenti bernapas selama beberapa detik, sistem saraf simpatik tubuh beraksi dan meningkatkan tekanan darah.

Selain itu, tubuh melepaskan hormon stres yang disebut katekolamin, yang juga dapat meningkatkan tekanan darah seiring waktu.

Meskipun hipertensi bukan tanda gangguan tidur. Kondisi ini bisa menjadi tanda peringatan atas kondisi lainnya.

5. Berat badan

Indeks massa tubuh (BMI) adalah skor yang biasa digunakan untuk menunjukkan tingkat berat badan. Berat badan Anda dianggap normal jika BMI Anda antara 18,5 dan 24,9. Anda dianggap kelebihan berat badan bila BMI antara 25 dan 29,9.

Sedangkan, BMI 30 dianggap Anda mengalami obesitas. Orang yang mengalami obesitas atau sangat gemuk - dengan BMI 35 ke atas, seringkali juga mengalami apnea tidur obstruktif karena beban ekstra di mulut, lidah, dan lehernya.

Kondisi inilah yang akan membuatnya lebih sulit untuk bernapas, sehingga mereka tidur mendengkur. Karena itulah, ahli biasanya menyarankan orang dengan kondisi ini untuk menurunkan berat badan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang Ngorok Tak Bisa Dengarkan Suara Sendiri, Ini Penyebabnya

Orang Ngorok Tak Bisa Dengarkan Suara Sendiri, Ini Penyebabnya

Jogja | Senin, 15 November 2021 | 18:58 WIB

Benarkah Suara Ngorok Tidak Bisa Membangunkan Orang yang Mendengkur?

Benarkah Suara Ngorok Tidak Bisa Membangunkan Orang yang Mendengkur?

Health | Senin, 08 November 2021 | 18:55 WIB

Belum Tentu 'Sleep Apnea', Tidur Mendengkur Bisa Jadi Lebih Bahaya Bila Bunyinya Begini

Belum Tentu 'Sleep Apnea', Tidur Mendengkur Bisa Jadi Lebih Bahaya Bila Bunyinya Begini

Malang | Rabu, 27 Oktober 2021 | 21:01 WIB

Terkini

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB