Hebatnya Dampak Musik pada Otak, Memulihkan Kondisi Otak yang Alami Kerusakan Neurologis

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Sabtu, 20 November 2021 | 07:54 WIB
Hebatnya Dampak Musik pada Otak, Memulihkan Kondisi Otak yang Alami Kerusakan Neurologis
Minum kopi sambil mendengarkan musik. (Elements Envato)

Suara.com - Musik memiliki efek yang sangat kuat terhadap otak manusia. Menyanyi, memainkan alat musik, atau mendengarkan musik, telah terbukti mengaktifkan berbagai area otak yang mengontrol ucapan, gerakan dan kognisi, memori dan emosi. Seringkali semua itu aktif secara bersamaan.

Riset juga membuktikan bahwa secara fisik musik dapat meningkatkan materi otak, yang dapat membantu otak memperbaiki diri.

Bahkan, musik memiliki dampak yang bagus pada penderita masalah otak. Misalnya, ada bukti menunjukkan bahwa musik mampu membuat orang yang mengalami kerusakan otak dan kehilangan kemampuan bicara bisa bernyanyi saat musik dimainkan.

Efek kuat dari musik ini membuat peneliti ingin menyelidiki apakah musik dapat digunakan untuk mengobati banyak kondisi neurologis, seperti stroke, penyakit Parkinson, atau cedera otak. Salah satu pengobatan yang saat ini sedang diselidiki untuk digunakan adalah terapi musik neurologis.

Berdasarkan The Conversation, terapi musik neurologis bekerja hampir seperti fisioterapi atau terapi wicara, yang tujuannya untuk membantu pasien mengelola gejala sehingga bisa berfungsi dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Ilustrasi wanita mendengarkan musik. (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi wanita mendengarkan musik. (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Sesi terapi menggunakan latihan musik atau ritmis untuk membantu pasien mendapatkan kembali keterampilan fungsional. Misalnya, pasien yang belajar kembali berjalan setelah kecelakaan atau trauma mungkin berjalan mengikuti irama musik.

Sejauh ini, hasil terapi musik neurologis pada penderita stroke sudah menjanjikan. Pasien bisa memulihkan kemampuan mereka dalam berbicara, berjalan, dan menggerakkan anggota tubuh.

Para peneliti juga telah menyelidiki apakah terapi musik neurologis dapat mengobati gangguan gerakan lainnya, seperti penyakit Parkinson.

Hasilnya, terapi ini terbukti meningkatkan kemampuan berjalan dan mengurangi saat-saat kondisi "membeku" (ketidakmampuan melakukan gerakan fisik sementara yang tidak disengaja) pada pasien Parkinson.

baca juga

Menurut peneliti doktor dalam Terapi Musik Neurologis di Universitas brighton, Inggris, terapi ini berhasil karena musik dapat mengaktifkan dan menyimulasikan begitu banyak bagian otak secara bersamaan.

Untuk pasien dengan kondisi neurologis, seringkali koneksi di otak yang menyebabkan masalah, bukan area tertentu pada otak itu sendiri.

Penelitian menunjukkan musik secara unik dapat membentuk koneksi baru di otak. Mendengarkan musik juga meningkatkan perbaikan neuron daripada aktivitas lain.

Mendengarkan buku audio juga sangat bagus karena dapat memicu otak untuk berfungsi lebih baik dan membangun koneksi baru.

Musik juga diyakini memiliki efek jangka panjang. Bahkam, peneliti yakin otak musisi sebenarnya terhubung secara lebih baik daripada orang yang tidak bermain musik. Ini mungkin penting bagi orang dengan kondisi neurologis, karena musik dapat membantu memperbaiki koneksi yang rusak seiring waktu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Video Musik Animasi Sabda Alam Curi Perhatian di Balinale International Film Festival

Video Musik Animasi Sabda Alam Curi Perhatian di Balinale International Film Festival

Entertainment | Sabtu, 20 November 2021 | 06:50 WIB

Indosat Ooredoo Luncurkan IMBeats, Aplikasi Streaming Musik Indonesia

Indosat Ooredoo Luncurkan IMBeats, Aplikasi Streaming Musik Indonesia

Tekno | Jum'at, 19 November 2021 | 15:01 WIB

Grup Musik Asal Timor Leste, A2L Luncurkan Lagu Baru Gunakan 3 Bahasa

Grup Musik Asal Timor Leste, A2L Luncurkan Lagu Baru Gunakan 3 Bahasa

Press Release | Jum'at, 19 November 2021 | 02:05 WIB

Terkini

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

×