Agar Lebih Terjangkau, Start Up Kesehatan Ini Turunkan Harga PCR Sesuai Anjuran Pemerintah

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 23 November 2021 | 16:55 WIB
Agar Lebih Terjangkau, Start Up Kesehatan Ini Turunkan Harga PCR Sesuai Anjuran Pemerintah
Agar Lebih Terjangkau, Start Up Kesehatan Ini Turunkan Harga PCR Sesuai Anjuran Pemerintah. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Keputusan pemerintah  untuk menurunkan harga test PCR menjadi Rp275 ribu untuk pulau Jawa dan  Bali dan Rp300 ribu di luar pulau Jawa-Bali sempat menuai pro dan kontra. 

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memang menurunkan batas tarif tertinggi tes reverse transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR). Salah satu alasan penurunan harga karena terjadi penurunan harga sejumlah komponen pemeriksaan PCR.

Di awal masa pandemi Covid-19 harga test PCR mencapai Rp 1 juta kemudian diturunkan menjadi Rp500 ribu beberapa waktu lalu.

Tapi, tidak sedikit juga yang mendukung aturan pemerintah untuk menurunkan harga PCR. Salah satunya start up teknologi kesehatan SehatQ. Head of Partnership SehatQ, Arie Senta menyatakan pihaknya mendukung penuh keputusan  pemerintah menurunkan harga PCR yang semakin terjangkau oleh masyarakat luas.

Petugas kesehatan melakukan tes usap (swab test) PCR secara 'drive thru' di Jakarta, Jumat (29/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas kesehatan melakukan tes usap (swab test) PCR secara 'drive thru' di Jakarta, Jumat (29/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

“Kami percaya pemerintah telah mempertimbangkan berbagai hal sebelum memutuskan untuk melakukan penurunan harga. Karena itu kami menyambut baik rencana pemerintah untuk menurunkan harga test PCR demi mendukung percepatan penanggulangan pandemi Covid-19, terutama dalam hal memperbanyak jumlah test PCR untuk memperkuat mekanisme tracing and testing sesuai prosedur yang dikeluarkan oleh WHO,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arie menjelaskan saat ini harga test PCR di SehatQ sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah yakni berkisar antara Rp 465 ribu hingga Rp.495 ribu. Tentu saja hal ini juga sudah mempertimbangkan margin keuntungan yang sewajarnya.

“Dengan adanya penetapan harga baru oleh pemerintah, kami juga akan menyesuaikan harga dengan memperhitungkan margin yang wajar sehingga tetap dapat tetap melanjutkan dukungan kepada pemerintah dan masyarakat melalui penyelenggaraan test PCR ini,” ungkap Arie.

Penurunan harga test PCR oleh pemerintah ini pastinya akan berdampak pula pada penurunan harga test antigen. Saat ini, harga layanan swab test antigen di SehatQ berkisar Rp60 ribu hingga Rp99 ribu. Arie mengatakan bahwa pihaknya melakukan penyesuaian harga sesuai dengan anjuran pemerintah.

Arie menjamin bahwa pihaknya tidak akan mengambil keuntungan di dalam situasi pandemi terutama soal penetapan harga test PCR dan tes antigen. Ini karena lanjut Arie, pihaknya mengedepankan kemanusiaan.

“Kami sadar bahwa kami adalah bagian dari masyarakat Indonesia yang sedang sama-sama berjuang untuk keluar dari tekanan pandemi ini. Untuk itu kami akan selalu mendukung kebijakan pemerintah,” imbuhnya.

Di sisi lain, angka penyebaran Covid-19 secara umum telah berkurang dibandingkan beberapa waktu lalu. Tentu saja hal ini juga berpengaruh terhadap penurunan jumlah masyarakat yang melakukan test PCR dan antigen.

Arie mengakui adanya penurunan angka penjualan kedua test tersebut yang signifikan seiring dengan semakin turunnya angka penyebaran Covid-19 di Indonesia.

“Memang ada penurunan drastis untuk test PCR dan antigen hingga 80-90 persen setiap minggu dibanding dengan periode bulan Juli. Namun, kami tetap bersyukur karena ini menandakan keberhasilan pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar UI: PPKM Level 3 Nasional Saat Nataru Berlebihan, Menko PMK Tak Pakai Data

Pakar UI: PPKM Level 3 Nasional Saat Nataru Berlebihan, Menko PMK Tak Pakai Data

News | Selasa, 23 November 2021 | 15:46 WIB

Setelah Minyak Goreng, Giliran Harga Telur Ayam Meroket di Pasar Kepri

Setelah Minyak Goreng, Giliran Harga Telur Ayam Meroket di Pasar Kepri

Batam | Selasa, 23 November 2021 | 15:16 WIB

Diabetes Jadi Penyebab Kematian Nomor 3 Dunia, Begini Cara Cegahnya

Diabetes Jadi Penyebab Kematian Nomor 3 Dunia, Begini Cara Cegahnya

Health | Selasa, 23 November 2021 | 15:30 WIB

Terkini

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB