Antisipasi Varian Omicron, Testing dan Tracing Penerbangan Internasional Penting Dilakukan

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 03 Desember 2021 | 09:09 WIB
Antisipasi Varian Omicron, Testing dan Tracing Penerbangan Internasional Penting Dilakukan
Pintu kedatangan internasional Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Senin (911/2020) [Suara.com/ Stephanus]

Suara.com - Sejumlah negara-negara di dunia melaporkan peningkatan kasus Covid-19 yang disebabkan oleh Covid-19 varian Omicron. Sejak ditemukan pertama kali di Afrika, varian ini sudah dilaporkan ditemukan juga di benuar Eropa hingga Amerika.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Tjandra Yoga Aditama, mengatakan Indonesia perlu mengantisipasi varian Omicron sudah ada di dalam negeri. Sebab berdasarkan tren yang ada, penularan varian Omicron terjadi sejak awal bulan November.

"Kita tahu bahwa varian Omicron terus merebak luas. Sampai 2 Desember kemarin sudah ada setidaknya 390 kasus confirmed dari 31 negara, 15 di Eropa dan 4 negara di Asia, Hongkong, Korea Selatan, India dan tetangga terdekat kita Singapura," tutur Prof Tjandra dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (3/12/2021).

Temuan terbaru dari European CDC mengatakan ditemukannya kasus varian Omicron yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke Afrika sama sekali, serta tidak ada riwayat kontak dengan yang melakukan perjalan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran apakah sudah ada penyebaran Covid-19 varian Omicron di masyarakat, dari penularan lokal.

Pasien yang terinfeksi varian baru Covid-19 Omicron akan memiliki gejala sangat ringan dan bisa dirawat di rumah
Pasien yang terinfeksi varian baru Covid-19 Omicron akan memiliki gejala sangat ringan dan bisa dirawat di rumah

Untuk itu, Prof Tjandra menyarankan agar dilakukan testing dan tracing terhadap penumpang penerbangan internasional yang masuk ke Indonesia perlu dilakukan.

Ia menyarankan agar jumlah penumpang pesawat yang masuk ke Indonesia dari luar negeri sejak varian Omicron dilaporkan, diinformasikan kepada publik.

Sebab meski saat ini sudah ada pelarangan sementara terhadap WNA yang berasal dari negara-negara risiko tinggi, bukan tidak mungkin varian Omicron sudah lebih dahulu masuk ke Indonesia sejak beberapa pekan lalu.

"Walaupun memang sejak 29 November sudah dilakukan penolakan masuk sementara  ke wilayah Indonesia bagi orang asing yang pernah tinggal dan/atau menunjungi daerah terjangkit, tetapi kan bisa saja orang asing itu sudah masuk negara kita tanggal 10 November misalnya, atau 15 November," terang Mantan Direktur WHO Asia Tenggara ini.

"Mereka sudah selesai dikarantina 3 hari sesuai aturan waktu itu dan kini sudah ada di tengah-tengah masyarakat kita. Walaupun sesudah 3 hari karantina yang lalu PCR mereka negatif tapi karena masa inkubasi COVID-19 dapat sampai lebih dari 2 minggu maka dapat saja baru belakangan PCR nya positif, seperti sudah terjadi di negara-negara lain," tambahnya.

baca juga

Ia juga menyebut perlu adanya mitigasi berlapis, di mana penelusuran dilakukan kepada mereka yang datang dari luar negeri dalam rentang waktu 2 atau 3 minggu yang lalu.

Jika memang ada yang sakit dan mendapatkan hasil tes positif Covid-19 varian Omicron, maka langkah penanggulangan selanjutnya bisa segera dilakukan.

"Apakah mereka sekarang sehat saja atau barangkali ada yang sakit yang tentu harus diisolasi dan ditangani dengan seksama, termasuk genome sequencing-nya," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Dokter Muda Meninggal Saat Magang Sejak Februari 2026, Seberapa Berat Beban Kerja Nakes?

4 Dokter Muda Meninggal Saat Magang Sejak Februari 2026, Seberapa Berat Beban Kerja Nakes?

News | Senin, 04 Mei 2026 | 10:52 WIB

Kemenhub Tegaskan Penerbangan Internasional Masih Tetap Beroperasi

Kemenhub Tegaskan Penerbangan Internasional Masih Tetap Beroperasi

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 21:59 WIB

Wilayah Udara Timur Tengah Ditutup, Ditjen Imigrasi Berlakukan Izin Tinggal Terpaksa untuk WNA

Wilayah Udara Timur Tengah Ditutup, Ditjen Imigrasi Berlakukan Izin Tinggal Terpaksa untuk WNA

News | Senin, 02 Maret 2026 | 20:05 WIB

Daftar 15 Penerbangan Internasional di Bandara Ngurah Rai yang Batal Karena Konflik Timur Tengah

Daftar 15 Penerbangan Internasional di Bandara Ngurah Rai yang Batal Karena Konflik Timur Tengah

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 14:17 WIB

Indonesia Diminta Tiru Thailand Dalam Antisipasi Virus Nipah

Indonesia Diminta Tiru Thailand Dalam Antisipasi Virus Nipah

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 10:24 WIB

Ribuan Anak Jadi Korban, Pakar Ungkap Sejumlah Titik Kritis Penyebab Keracunan Massal MBG

Ribuan Anak Jadi Korban, Pakar Ungkap Sejumlah Titik Kritis Penyebab Keracunan Massal MBG

News | Selasa, 23 September 2025 | 13:48 WIB

Bandara Supadio Mulai Layani Penerbangan Internasional

Bandara Supadio Mulai Layani Penerbangan Internasional

Bisnis | Sabtu, 13 September 2025 | 14:13 WIB

Bandara Ahmad Yani Semarang Kembali Buka Rute Internasional

Bandara Ahmad Yani Semarang Kembali Buka Rute Internasional

Foto | Jum'at, 05 September 2025 | 18:18 WIB

Tragedi AI171: Air India Kurangi Operasi Global, Investigasi Terus Berlanjut

Tragedi AI171: Air India Kurangi Operasi Global, Investigasi Terus Berlanjut

News | Kamis, 19 Juni 2025 | 14:32 WIB

Guru Besar Kedokteran Ramai-ramai Protes Menkes, Pakar Ingatkan Kembali ke Tujuan Bersama

Guru Besar Kedokteran Ramai-ramai Protes Menkes, Pakar Ingatkan Kembali ke Tujuan Bersama

News | Selasa, 27 Mei 2025 | 16:46 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×