4 Dokter Muda Meninggal Saat Magang Sejak Februari 2026, Seberapa Berat Beban Kerja Nakes?

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Senin, 04 Mei 2026 | 10:52 WIB
4 Dokter Muda Meninggal Saat Magang Sejak Februari 2026, Seberapa Berat Beban Kerja Nakes?
Ilustrasi dokter meninggal. (Freepik)
baca 10 detik
  • Empat dokter internship meninggal dunia sejak Februari 2026 di berbagai wilayah, memicu sorotan terhadap sistem pendidikan kedokteran nasional.
  • Beban kerja tinggi, jam jaga malam, dan tekanan karier menyebabkan kelelahan ekstrem serta gangguan kesehatan bagi para dokter muda.
  • Direktur Pascasarjana Universitas YARSI mendesak pemerintah mengevaluasi sistem internship demi menjamin perlindungan, kesejahteraan, dan kualitas hidup tenaga medis.

Suara.com - Kematian empat dokter yang tengah menjalani program internship dalam beberapa bulan terakhir memicu sorotan terhadap sistem pendidikan kedokteran di Indonesia.

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama, menilai kondisi ini tidak bisa dilepaskan dari tekanan kerja dan lemahnya perlindungan terhadap dokter muda.

Sejak Februari 2026, tercatat sudah empat dokter internship meninggal dunia, terbaru Myta Aprilia Azmy, dokter magang di Rumah Sakit K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.

Tjandra menjelaskan bahwa pemagangan tersebut merupakan program wajib bagi lulusan baru yang sedang menjalani Program Internship Dokter Indonesia sebagai tahap transisi menuju praktik profesional.

Dari peristiwa tersebut, Guru Besar Ilmu Kedokteran sejak 2008 itu juga menyoroti ironi di tengah narasi kekurangan dokter di Indonesia. Menurutnya, kehilangan tenaga medis di fase awal karier justru memperparah persoalan layanan kesehatan.

“Kita tentu jadi amat bersedih karena di awal kariernya keempat dokter internship ini harus kehilangan nyawa mereka, padahal kalau mereka dilindungi dengan baik maka akan memberi peran dalam pelayanan kesehatan di negara kita," kata Tjandra dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, kematian para dokter tersebut tidak bisa dilepaskan dari konteks pekerjaan selama menjalani internship.

Ia kemudian mengaitkan kondisi tersebut dengan temuan dalam jurnal internasional Medscape yang terbit 24 April 2026 berjudul “The Health Worker Paradox: When Caregivers Become Patients”. Artikel tersebut menggambarkan beratnya beban kerja dokter, mulai dari jam kerja panjang, tugas jaga malam, hingga tekanan pekerjaan yang berdampak pada kesehatan.

Menurutnya, tekanan tersebut berpotensi memicu stres tinggi, kelelahan berkepanjangan (burnout), hingga gangguan kesehatan fisik dan mental, terutama jika sistem kerja tidak mendukung.

baca juga

Selain itu, ia menekankan posisi dokter internship yang masih junior membuat mereka rentan. Di sisi lain, ada tekanan untuk menyelesaikan program sebagai syarat melanjutkan karier profesional.

“Mereka jelas punya beban untuk menyelesaikan program internship sebagai salah satu syarat untuk kemudian dapat berprofesi selanjutnya sebagai dokter di masyarakat, jadi mereka jelas memerlukan selesainya program internshipnya walau apapun tantangan yang dihadapi," tuturnya.

Dalam konteks tersebut, Tjandra meminta pembuat kebijakan memberi perhatian pada tiga aspek utama dalam pelaksanaan program internship.

Pertama program untuk penjaminan mutu dan kesiapan dokter sebelum praktik mandiri. Kedua, penentu kebijakan harus memberikan perlindungan agar pada dokter internship dapat melakukan tugasnya dengan baik, tanpa tekanan fisik dan mental yang tidak perlu.

Ketiga, selama menjalankan tugas internship para dokter muda juga perlu terjamin kehidupannya.

Ia menegaskan, kematian para dokter muda tersebut harus menjadi titik evaluasi serius dalam sistem pendidikan kedokteran nasional.

“Wafatnya empat orang dokter internship kita harus menjadi momentum untuk membuat program yang lebih baik, lebih bermutu, lebih manusiawi dan lebih bermartabat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa yang Harus Dilakukan jika Terkena Campak? Ini 8 Langkah Penting agar Tidak Menular

Apa yang Harus Dilakukan jika Terkena Campak? Ini 8 Langkah Penting agar Tidak Menular

Lifestyle | Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:05 WIB

Indonesia Diminta Tiru Thailand Dalam Antisipasi Virus Nipah

Indonesia Diminta Tiru Thailand Dalam Antisipasi Virus Nipah

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 10:24 WIB

Ribuan Anak Jadi Korban, Pakar Ungkap Sejumlah Titik Kritis Penyebab Keracunan Massal MBG

Ribuan Anak Jadi Korban, Pakar Ungkap Sejumlah Titik Kritis Penyebab Keracunan Massal MBG

News | Selasa, 23 September 2025 | 13:48 WIB

'Perang Terbuka' Menkes Vs Akademisi Kedokteran, Pakar: Amat Menyedihkan

'Perang Terbuka' Menkes Vs Akademisi Kedokteran, Pakar: Amat Menyedihkan

News | Selasa, 27 Mei 2025 | 19:31 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×