9 Efek Samping yang Bisa Terjadi Jika Terlalu Banyak Minum Teh

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Minggu, 05 Desember 2021 | 17:31 WIB
9 Efek Samping yang Bisa Terjadi Jika Terlalu Banyak Minum Teh
Ilustrasi: Efek samping akibat minum teh. [unsplash]

5. Sakit Maag
Kafein dalam teh dapat menyebabkan mulas atau memperburuk gejala refluks asam yang sudah ada sebelumnya.

Penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat mengendurkan sfingter yang memisahkan kerongkongan dari perut. Kondisi itu memungkinkan isi lambung yang asam lebih mudah mengalir ke kerongkongan.

Ilustrasi sakit perut (istockphoto)
Ilustrasi sakit perut setelah minum teh (istockphoto)

Kafein juga dapat menyebabkan peningkatan total produksi asam lambung.

6. Komplikasi Kehamilan
Paparan kafein tingkat tinggi dari minuman seperti teh selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi, seperti keguguran dan berat badan bayi lahir rendah.

Data tentang bahaya kafein selama kehamilan beragam, dan masih belum jelas secara pasti berapa banyak yang aman.

Namun, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa risiko komplikasi tetap relatif rendah jika menjaga asupan kafein harian di bawah 200-300 mg.

7. Sakit Kepala

Ilustrasi sakit kepala karena minum teh

Konsumsi rutin kafein dari teh dapat menyebabkan sakit kepala berulang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sedikitnya 100 mg kafein per hari dapat berkontribusi pada kekambuhan sakit kepala setiap hari.

Tetapi jumlah pasti yang diperlukan untuk memicu sakit kepala dapat bervariasi pada setiap orang. Teh cenderung lebih rendah kafein dibandingkan jenis minuman berkafein populer lainnya, seperti soda atau kopi.

8. Pusing
Meskipun merasa pusing adalah efek samping yang kurang umum, bisa jadi karena minum terlalu banyak kafein dari teh.

Gejala ini biasanya terkait dengan dosis besar kafein, lebih besar dari 400-500 mg, atau sekitar 6-12 cangkir (1,4-2,8 liter) teh sehari.

Namun, itu bisa terjadi dengan dosis yang lebih kecil pada orang yang sangat sensitif. Umumnya, tidak disarankan untuk mengonsumsi teh sebanyak itu dalam sekali waktu.

9. Ketergantungan Kafein
Tingkat konsumsi yang bisa menyebabkan ketergantungan kafein dapat sangat bervariasi pada setiap orang.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan, ketergantungan kafein bisa mulai mulai terjadi setelah setidaknya 3 hari asupan berturut-turut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gemuruh Lahar Semeru dan Akhir Perjamuan di Warung Kopi Pak Rohi

Gemuruh Lahar Semeru dan Akhir Perjamuan di Warung Kopi Pak Rohi

Malang | Minggu, 05 Desember 2021 | 13:10 WIB

Daftar Asuransi Efek Samping Vaksin Covid-19 Sekarang Yuk, Gratis Loh!

Daftar Asuransi Efek Samping Vaksin Covid-19 Sekarang Yuk, Gratis Loh!

Health | Jum'at, 03 Desember 2021 | 23:16 WIB

Ilmuwan Temukan Pemicu Efek Samping Pembekuan Darah Setelah Vaksinasi

Ilmuwan Temukan Pemicu Efek Samping Pembekuan Darah Setelah Vaksinasi

News | Jum'at, 03 Desember 2021 | 14:15 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB