Ilmuwan Temukan Pemicu Efek Samping Pembekuan Darah Setelah Vaksinasi

Siswanto, BBC

Jum'at, 03 Desember 2021 | 14:15 WIB
Ilmuwan Temukan Pemicu Efek Samping Pembekuan Darah Setelah Vaksinasi
BBC

Suara.com - Para ilmuwan meyakini telah menemukan "pemicu" yang menyebabkan efek samping pembekuan darah setelah pemberian vaksin Covid Oxford-AstraZeneca.

Tim peneliti - di Cardiff dan AS - telah menunjukkan secara terperinci bagaimana sebuah protein dalam darah tertarik pada komponen kunci dari vaksin.

Mereka menduga hal ini memulai reaksi berantai, melibatkan sistem kekebalan tubuh, yang ujung-ujungnya menyebabkan gumpalan berbahaya.

Vaksin Oxford-AstraZeneca diperkirakan telah menyelamatkan sekitar satu juta jiwa dari Covid.

Namun, kekhawatiran akan efek samping pembekuan darah, kendati kejadiannya sangat langka, telah memengaruhi cara vaksin tersebut digunakan di seluruh dunia; termasuk di Inggris, yang menawarkan vaksin alternatif kepada warga berusia di bawah 40 tahun.

Baca juga:

Kekhawatiran itu juga mendorong penyelidikan saintifik untuk mencari tahu apa yang terjadi dan apakah itu bisa dicegah. Tim di Cardiff mendapat dana darurat dari pemerintah untuk menemukan jawabannya.

Para ilmuwan dari AstraZeneca bergabung dengan proyek penelitian tersebut setelah hasil penelitian awal tim Cardiff diterbitkan.

Seorang juru bicara AstraZeneca menekankan bahwa pembekuan darah lebih mungkin terjadi karena infeksi Covid daripada karena vaksin, dan belum ada penjelasan yang lengkap dan pasti tentang mengapa hal itu terjadi.

baca juga

"Meskipun penelitian ini belum definitif, kami mendapatkan pengetahuan yang menarik dan AstraZeneca sedang mencari cara untuk memanfaatkan temuan ini sebagai bagian dari upaya kami untuk menghilangkan efek samping yang sangat langka ini," imbuhnya.

Ada dua petunjuk awal bagi para peneliti yang meneliti efek samping pembekuan darah:

  • Risiko pembekuan yang lebih besar hanya ditemukan dengan sebagian teknologi vaksin.
  • Pada orang-orang yang mengalami pembekuan darah, antibodi tubuh mereka menyerang protein dalam darah yang disebut trombosit faktor empat.

Semua vaksin yang digunakan di Inggris bekerja dengan memasukkan potongan kecil kode genetik virus Covid ke dalam tubuh untuk melatih sistem kekebalan tubuh.

Beberapa vaksin membungkus kode tersebut dalam selaput lipid (lemak), sedangkan vaksin AstraZeneca menggunakan adenovirus (khususnya, virus flu biasa dari simpanse) sebagai 'tukang pos' mikroskopik yang mengantarkan gen ke dalam sel.

Para peneliti awalnya berpikir barangkali ada kaitan antara adenovirus dengan pembekuan darah yang terjadi pada segelintir orang. Jadi mereka menggunakan teknik yang disebut mikroskop cryo-elektron untuk mengambil gambar adenovirus secara detail pada tingkat molekuler.

Studi mereka, yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances, mengungkap bahwa permukaan luar adenovirus menarik faktor trombosit empat protein ke dalamnya seperti magnet.

Prof Alan Parker, salah satu peneliti di Cardiff University, mengatakan kepada BBC News: "Adenovirus memiliki permukaan yang [bermuatan] sangat negatif, sedangkan trombosit faktor empat sangat positif dan keduanya menempel dengan sangat baik."

Dia menambahkan: "Kami telah bisa membuktikan kaitan antara adenovirus dan trombosit faktor empat.

"Namun kami baru tahu pemicunya, ada banyak langkah yang terjadi berikutnya."

Para peneliti menduga tahap berikutnya adalah "kekebalan salah sasaran" (misplaced immunity), tapi ini perlu dikonfirmasi dalam penelitian lebih lanjut.

Mereka berspekulasi bahwa sistem pertahanan tubuh mulai menyerang trombosit faktor empat setelah salah mengiranya sebagai adenovirus - benda asing - yang ditempelinya. Jadi tubuh melepaskan antibodi ke dalam darah, yang menggumpal bersama trombosit faktor empat dan mengakibatkan pembentukan gumpalan darah yang berbahaya.

Namun, ini membutuhkan serangkaian peristiwa sial, yang dapat menjelaskan mengapa gumpalan darah adalah efek samping yang sangat langka.

Gumpalan ini, yang dikenal sebagai trombositopenia trombotik imun yang diinduksi vaksin, telah dikaitkan dengan 73 kematian dari hampir 50 juta dosis AstraZeneca yang diberikan di Inggris.

"Anda tidak pernah bisa memprediksi itu akan terjadi dan kemungkinannya sangat kecil, jadi kita perlu melihat gambaran yang lebih besar tentang jumlah nyawa yang diselamatkan oleh vaksin ini," kata Parker.

AstraZeneca mengatakan vaksin buatannya diperkirakan telah menyelamatkan lebih dari satu juta jiwa di seluruh dunia dan mencegah 50 juta kasus Covid.

Universitas Oxford menolak berkomentar tentang penelitian ini.

Dr Will Lester, seorang konsultan hematologi di University Hospitals Birmingham NHS Trust, memuji penelitian yang "sangat rinci" dari tim Oxford-AstraZeneca, dan mengatakan itu membantu menjelaskan "kemungkinan langkah awal" dalam kasus pembekuan darah.

Dia menambahkan: "Banyak pertanyaan yang masih belum terjawab, termasuk apakah beberapa orang mungkin lebih rentan daripada yang lain dan mengapa trombosis (pembekuan) paling sering terjadi di pembuluh darah otak dan hati, tetapi ini mungkin akan diketahui seiring waktu dan penelitian lebih lanjut."

Tim Cardiff berharap temuan mereka dapat digunakan untuk memperbaiki vaksin berbasis adenovirus di masa depan demi mengurangi risiko kejadian langka ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:36 WIB

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:30 WIB

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:23 WIB

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:16 WIB

Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan

Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai

Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:46 WIB

HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut

HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:40 WIB

Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam

Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi

Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:30 WIB

×