alexametrics

5 Bahan Kimia Berbahaya yang Ada di Produk Kosmetik dan Efeknya Bagi Kesehatan Kulit

M. Reza Sulaiman
5 Bahan Kimia Berbahaya yang Ada di Produk Kosmetik dan Efeknya Bagi Kesehatan Kulit
Ilustrasi kesehatan kulit. (Elements Envato)

Wajah cerah, putih, dan bersinar menjadi dambaan banyak lelaki perempuan. Untuk mendapatkannya, penggunaan produk kosmetik pun semakin lazim.

Suara.com - Wajah cerah, putih, dan bersinar menjadi dambaan banyak lelaki perempuan. Untuk mendapatkannya, penggunaan produk kosmetik pun semakin lazim.

Namun hati-hati, penggunaan produk kosmetik abal-abal bukannya membuat kulit Anda cerah dan bersinar, namun justru rusak dan berbahaya bagi kesehatan. Sebab, tidak sedikit produk kosmetik abal-abal yang mengandung bahan kimia berbahaya.

Berdasarkan catatan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setidaknya ada 5 jenis bahan kimia berbahaya yang lazim ditekuman pada produk kosmetika abal-abal. Apa saja?

1. Merkuri

Baca Juga: Sembarangan Pakai Hydroquinone, Waspada Kondisi Kesehatan Kulit Malah Memburuk

Merkuri merupakan logam berat yang kerap disalahgunakan dan digunakan sebagai bahan krim pemutih wajah.

Ilustrasi krim wajah mengandung merkuri (Pixabay/stux)
Ilustrasi krim wajah mengandung merkuri (Pixabay/stux)

Merkuri juga dapat menimbulkan perubahan pada warna kulit, menimbulkan bintik hitam, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada susunan saraf otak, ginjal, hingga gangguan perkembangan janin.

Pada paparan jangka pendek dalam dosis yang tinggi, merkuri mampu menyebabkan diare, muntah dan kerusakan ginjal. Merkuri juga merupakan zat karsinogenik atau zat penyebab kanker.

2. Retionic acid atau asam retinoat

Zat ini banyak disalahgunakan dan terkandung dalam obat jerawat, peeling serta pemutih dengan mekanisme kerja pengelupasan kulit.

Baca Juga: 5 Manfaat Niacinamide, Kandungan Perawatan yang Ampuh Mengatasi Masalah Kulit

Jika digunakan, retionic dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, dan teratogenik atau perkembangan tidak normal selama kehamilan pada embrio.

Komentar