Ini Penanganan Pandemi Covid-19 yang Bisa Dipelajari dari China

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 10 Desember 2021 | 11:10 WIB
Ini Penanganan Pandemi Covid-19 yang Bisa Dipelajari dari China
Ini Penanganan Pandemi Covid-19 yang Bisa Dipelajari dari China. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Pandemi Covid-19 memang pertama kali dimulai di Wuhan, China. Tapi, sejak kasus pertama ditemukan, China dengan sangat sigap mampu mengendalikan situasi.

Data terbaru menunjukkan sejak munculnya Covid-19, China mencatatkan kurang dari 100 ribu kasus dengan jumlah kematian kurang dari 4,7 ribu jiwa.

Masyarakat China yang sudah divaksinasi penuh (fully vaccinated) sebesar 1,11 miliar jiwa atau sekitar 79,2 persen. Bandingkan dengan Amerika Serikat yang memiliki penduduk kurang dari seperempat negeri tirai bambu kini memiliki total kasus Covid-19 sebesar 49 juta dengan korban meninggal dunia sebesar 787 ribu jiwa.

Penduduk Amerika yang telah divaksinasi penuh baru sekitar 59,7 persen sebuah capaian yang masih di bawah Jepang (77,5 persen), Italia (74,1 persen), Inggris (69,1 persen), Jerman (68,9 persen), Brazilia (64,2 persen) bahkan Thailand (59,8 persen).

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Menurut Rektor Unira Malang, Rois Syuriyah PCINU Tiongkok 2017-2021, Imron Rosyadi Hamid dengan mengutip Fukuyama, ada tiga faktor kapasitas negara (state capacity), kepercayaan sosial (social trust), dan kepemimpinan (leadership).

"Artinya, negara dengan aparatur yang kompeten, pemerintahan yang suaranya didengar rakyat, dan kepemimpinan yang efektif akan mampu mengatasi persoalan pandemi dengan baik. Sebaliknya, negara dengan aparatur yang tak berfungsi (disfunctional apparatus), rakyat yang terpolarisasi dan kepemimpinan yang lemah akan semakin memperburuk dampak pandemi," ujar Imron dalam keterangan tertulisnya.

Imron memaparkan pada periode akhir 2019 hingga awal 2020, China telah melakukan respon kedaruratan secara cepat dan terintegrasi. Salah satunya dengan membangun rumah sakit khusus Covid-19 Huoshenshan di Wuhan sebagai upaya melokalisir penyebaran virus mematikan ini ke pasien non Covid.

Rumah sakit seluas 33.900 meter persegi dengan kapasitas 1000 tempat tidur dan dilengkapi fasilitas jaringan 3G,4G, dan 5G ini dibangun hanya dalam waktu 10 hari dengan menggunakan bangunan rakitan dilengkapi teknologi BIM (building information modeling) yang canggih dan mempekerjakan 1400 tenaga konstruksi selama 24 jam non stop.

Tidak itu saja, menjelang pengoperasiannya di awal Februari 2020, ada 10 ribu sukarelawan dari seluruh China bahu membahu melakukan penataan (installment) ruang perawatan yang dilengkapi dengan fasilitas canggih untuk para pasien.

baca juga

Pada Bulan Maret 2020 China bisa mengendalikan penyebaran Covid 19 secara efektif dan upaya penyembuhan pasien dan munculnya kasus baru bisa diturunkan secara signifikan.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus pernah menyebut upaya mobilisasi yang dilakukan pemerintah China dalam melawan Covid-19 ini sebagai hal yang belum pernah dia lihat sepanjang hidupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kabar Baik, FDA Amerika Serikat Izinkan Obat Antibodi AstraZeneca

Kabar Baik, FDA Amerika Serikat Izinkan Obat Antibodi AstraZeneca

Health | Kamis, 09 Desember 2021 | 20:49 WIB

Satgas Covid-19 Tegaskan Varian Omicron Belum Masuk Indonesia

Satgas Covid-19 Tegaskan Varian Omicron Belum Masuk Indonesia

News | Kamis, 09 Desember 2021 | 20:18 WIB

Pfizer: Butuh 3 Dosis Vaksin COVID-19 untuk Tingkatkan Keampuhan Tangkal Varian Omicron

Pfizer: Butuh 3 Dosis Vaksin COVID-19 untuk Tingkatkan Keampuhan Tangkal Varian Omicron

Health | Kamis, 09 Desember 2021 | 20:09 WIB

Terkini

Kisah di Balik Foto Messi Mandikan Lamine Yamal yang Viral Jelang Final Piala Dunia

Kisah di Balik Foto Messi Mandikan Lamine Yamal yang Viral Jelang Final Piala Dunia

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:40 WIB

Menangis Saat Antar Anak Masuk Sekolah Rakyat

Menangis Saat Antar Anak Masuk Sekolah Rakyat

Sulsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:39 WIB

5 Sabun Cuci Muka Pond's Men untuk Mengatasi Kulit Kusam dan Berminyak

5 Sabun Cuci Muka Pond's Men untuk Mengatasi Kulit Kusam dan Berminyak

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:38 WIB

Parfum Scarlett Tahan Berapa Jam? Ini 3 Varian yang Diklaim Paling Awet

Parfum Scarlett Tahan Berapa Jam? Ini 3 Varian yang Diklaim Paling Awet

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:35 WIB

Transformasi Bisnis Rumahan Jadi Brand Dunia Hingga Raih Penghargaan BRI

Transformasi Bisnis Rumahan Jadi Brand Dunia Hingga Raih Penghargaan BRI

Bri | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:32 WIB

Lebih dari Putus Cinta, Ini Alasan Friendship Breakup Terasa Menyakitkan

Lebih dari Putus Cinta, Ini Alasan Friendship Breakup Terasa Menyakitkan

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:30 WIB

Dewan K3 Sulsel Dibentuk, Apa Manfaatnya?

Dewan K3 Sulsel Dibentuk, Apa Manfaatnya?

Sulsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:26 WIB

Perang Makin Panas! Iran Bombardir Teman-teman Amerika, Pangkalan Jet Tempur Habis!

Perang Makin Panas! Iran Bombardir Teman-teman Amerika, Pangkalan Jet Tempur Habis!

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:24 WIB

Apa Karakteristik Orang dengan Shio Tikus? Ketahui Sisi Uniknya

Apa Karakteristik Orang dengan Shio Tikus? Ketahui Sisi Uniknya

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:24 WIB

JPO Tendean Roboh Jadi Alarm! Dishub DKI Segera Pasang Rambu Batas Tinggi di Jembatan hingga Flyover

JPO Tendean Roboh Jadi Alarm! Dishub DKI Segera Pasang Rambu Batas Tinggi di Jembatan hingga Flyover

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 15:23 WIB

×