Ketahui Manfaat Tertawa, Larangan Kim Jong Un untuk Warganya selama Masa Berkabung

Yasinta Rahmawati

Jum'at, 17 Desember 2021 | 15:13 WIB
Ketahui Manfaat Tertawa, Larangan Kim Jong Un untuk Warganya selama Masa Berkabung
Presiden Korea Utara Kim Jong Un. (Korean Friendship Association)

Suara.com - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un melarang warganya untuk menunjukkan ekspresi kebahagiaan seperti tertawa. Perintah ini dikeluarkan dalam rangka mengenang 10 tahun kematian ayahnya, Kim Jong Il yang diperingati pada Jumat (17/12/2021).

Larangan itu berlaku selama sebelas hari kedepan sejak waktu kematian sang ayah. Selain tertawa, warga Korea Utara juga dilarang melakukan kegiatan yang menimbulkan kegembiraan dan rekreasi.

Secara langsung Kim Jong Un meminta seluruh rakyat Korut untuk bersedih dalam mengenang satu dekade kematian ayahnya Kim Jong Il, demikian dilansir dari Radio Free Asia (RFA).

Menurut seorang penduduk di Kota Sinuiju, selama sebelas hari warga dilarang menunjukkan kegiatan apapun di depan umum.

"Selama masa berkabung, kami tidak boleh minum alkohol, tertawa atau terlibat dalam kegiatan rekreasi," ujar seorang penduduk kota di perbatasan timur laut Sinuiju, di seberang Sungai Yalu dari Dandong China kepada RFA.

Bahkan tepat pada peringatan kematian Kim Jong Il pada 17 Desember, warga Korea Utara bahkan akan dilarang berbelanja bahan makanan.

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi tertawa. (Sumber: Shutterstock)

Untuk menerapkan peraturan yang telah dibuat tersebut, pemerintah Korut melalui aparaturnya akan melakukan pengawasan terhadap pergerakan warga selama masa berkabung dengan ketat.

Pemerintah Korut bahkan tak segan melakukan tindakan represif jika mengetahui ada rakyat yang melanggar aturan tersebut.

"Dulu banyak orang yang tertangkap karena minum atau mabuk selama masa berkabung. Mereka diperlakukan sebagai penjahat ideologis. Mereka dibawa pergi dan tidak pernah terlihat lagi," kata sumber tersebut.

baca juga

Terlepas dari peraturan pemimpin Korea Utara ini, perlu diketahui bahwa tertawa merupakan salah satu bentuk penghilang stres yang hebat.

Melansir dari Mayo Clinic, tertawa yang baik memiliki efek jangka pendek yang bagus. Ketika Anda mulai tertawa, itu tidak hanya meringankan beban mental Anda, tetapi juga menyebabkan perubahan fisik dalam tubuh Anda.

Berikut manfaat tertawa dalam jangka pendek:

  • Merangsang banyak organ. Tertawa meningkatkan asupan udara yang kaya oksigen, merangsang jantung, paru-paru dan otot, dan meningkatkan endorfin yang dilepaskan oleh otak Anda.
  • Mengaktifkan dan menghilangkan respons stres. Tertawa dapat meningkatkan dan kemudian menurunkan detak jantung dan tekanan darah Anda, yang mana akan memunculkan perasaan yang baik dan santai.
  • Menurunkan ketegangan. Tertawa juga dapat merangsang sirkulasi dan membantu relaksasi otot, yang keduanya dapat membantu mengurangi beberapa gejala stres fisik.

Dengan manfaat di atas, maka menahan diri untuk tidak tertawa atau tidak terlibat dalam kegiatan rekreasi justru akan menghilangkan salah satu penghilang stres terbaik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kim Jong Un Larang Warganya Tertawa Selama 11 Hari, Ada Apa?

Kim Jong Un Larang Warganya Tertawa Selama 11 Hari, Ada Apa?

Bogor | Kamis, 16 Desember 2021 | 17:09 WIB

Kim Yong Ju, Adik Pendiri Korea Utara Meninggal di Usia 100 Tahun

Kim Yong Ju, Adik Pendiri Korea Utara Meninggal di Usia 100 Tahun

News | Kamis, 16 Desember 2021 | 14:28 WIB

Kim Jong Un Larang Rakyat Korut Tertawa 11 Hari, Ini Alasannya

Kim Jong Un Larang Rakyat Korut Tertawa 11 Hari, Ini Alasannya

Sumbar | Kamis, 16 Desember 2021 | 07:15 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×