Seberapa Mematikan Virus Corona Varian Omicron? Begini Kata Peneliti

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 24 Desember 2021 | 17:35 WIB
Seberapa Mematikan Virus Corona Varian Omicron? Begini Kata Peneliti
Varian Omicron (Pixabay).

Suara.com - Virus corona varian Omicron memunculkan kekhawatiran sendiri sejak pertama kali ditemuka peneliti di Afrika Selatan. Kini sejumlah negera melaporkan penambahan kasus varian omicron yang cukup signifikan.

Para ilmuwan khawatir Omicron menimbulkan bahaya baru karena mereka awalnya tidak dapat mengukur tingkat keparahan dan potensi lolosnya vaksin, dan laporan baru-baru ini telah menjelaskan beberapa hal baru.

Tapi, sebenarnya seberapa mematikan varian Omicron? Para ahli telah menemukan bahwa mutasi Omicron memungkinkannya lolos dari kekebalan yang diberikan oleh kedua dosis vaksin.

Penelitian awal menunjukkan itu mengurangi dua dosis Pfizer hingga 30 persen efektivitas, sementara  AstraZeneca berpotensi turun ke nol.

Meski booster dapat memperbaikinya kembali menjadi 75 persen, program ini masih jauh dari mencakup semua orang, yang berarti banyak yang berada di bawah belas kasihan Omicron.

Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Dalam sebuah laporan yang dirilis bulan lalu, organisasi tersebut mengatakan bahwa dari 38 negara yang disentuh oleh varian tersebut, tidak ada yang melaporkan kematian spesifik Omicron.

Sejak itu, telah menyebar dengan cepat, dan satu orang di Inggris telah meninggal dengan varian baru.

Data terbaru menunjukkan penyakit yang disebabkan oleh Omicron lebih ringan dari pendahulunya.

Studi awal yang diterbitkan di Inggris dan Afrika Selatan telah menemukan antara 30 persen dan 70 persen lebih sedikit orang yang memerlukan perawatan di rumah sakit.

Kekhawatiran terus berlanjut, karena Omicron masih bisa membanjiri rumah sakit di Inggris.

Para peneliti yang bekerja dengan Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) percaya bahwa ia memiliki resistensi "substansial" terhadap kekebalan alami yang diberikan oleh infeksi sebelumnya.

Temuan dari lembaga Afrika Selatan mengikuti studi dunia nyata dari setiap varian yang mengidentifikasi orang 2,4 kali lebih mungkin untuk terinfeksi ulang dengan Omicron.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Destinasi Wisata Akhir Tahun, Jepang Alami Lonjakan Kasus COVID-19

Jadi Destinasi Wisata Akhir Tahun, Jepang Alami Lonjakan Kasus COVID-19

Health | Jum'at, 24 Desember 2021 | 16:01 WIB

Epidemiolog Sebut Satu Kasus Omicron Bisa Menular ke 40 Orang

Epidemiolog Sebut Satu Kasus Omicron Bisa Menular ke 40 Orang

Riau | Jum'at, 24 Desember 2021 | 15:52 WIB

Positif Covid-19, Suga BTS Dipastikan Termasuk Pasien Tanpa Gejala

Positif Covid-19, Suga BTS Dipastikan Termasuk Pasien Tanpa Gejala

Entertainment | Jum'at, 24 Desember 2021 | 15:45 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB