Pentingnya Data Pasien Covid-19 di Afrika Selatan untuk Menentukan Keparahan Omicron

Minggu, 26 Desember 2021 | 15:18 WIB
Pentingnya Data Pasien Covid-19 di Afrika Selatan untuk Menentukan Keparahan Omicron
Ilustrasi pasien Covid-19. [Istimewa]

Suara.com - Laporan medis terbaru yang datang dari Afrika Selatan baru-baru ini menunjukkan bahwa sejak awal November, ketika virus corona strain Omicron pertama kali terdeteksi, kasus Covid-19 meningkat secara substansial.

Ilmuwan mencatat sebagian besar orang yang terinfeksi Omicron memiliki gejala ringan dan kasusnya sekarang menurun tajam.

Pengamatan tersebut secara subtansial berbeda dari gelombang sebelumnya, termasuk saat varian delta menyebar di masyarakat.

Dalam data juga tercatat bahwa sebagian besar pasien yang dirawat di rumah sakit tidak divaksinasi, tetapi bukan berarti orang yang sudah vaksin tidak akan terinfeksi Omicron.

Tingkat orang Afrika Selatan yang sudah divaksinasi lengkap diperkirakan antara 26% hingga 46% dari populasi, dengan persentase sebagian besar menerima vaksin Johnson & Johnson atau Pfizer.

Ilustrasi Varian Omicron (Pixabay)
Ilustrasi Varian Omicron (Pixabay)

Beberapa cuitan baru dan laporan lokal Afrika Selatan menunjukkan bahwa beberapa rumah sakit di Afrika Selatan telah mengalami, atau sedang mengalami peningkatan jumlah pasien rawat inap.

Jumlah pasien yang membutuhkan perawatan di ICU dan ventilator juga meningkat, lapor The Conversation.

Tinjauan angka resmi kasus Covid-19 Afrika Selatan dari tanggal 1 hingga 21 Desember menunjukkan kasus baru yang dikonfirmasi per juta penduduk meningkat secara dramatis dari 63 menjadi 303 (meningkat 380%).

Sementara itu, total kematian hanya baik dari 0,466 menjadi 0,583 (peningkatan 25%). Pada saat yang sama, tingkat penyebaran semua infeksi (tingkat R) terus menurun hingga sekitar 54% dari awal bulan.

Baca Juga: Penelitian di Afrika Selatan: Pasien Varian Omicron Jarang Perlu Dirawat Inap

Namun, hal yang perlu kita pertimbangkan dari data tersebut adalah apakah Omicron menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada delta dan akankah gelombang omicron berdurasi lebih pendek daripada gelombang delta?

Pemerintah dan orang-orang mengandalkan analisis serta panduan yang akurat dan jelas melalui data untuk membuat keputusan dan kesimpulan yang paling tepat.

Negara-negara membutuhkan lebih banyak waktu untuk sepenuhnya mengeksplorasi data varian Omicron sebelum akhirnya dapat menentukan apakah omicron kurang mematikan daripada delta untuk semua orang, atau tindakan lebih lanjut diperlukan untuk melindungi orang yang rentan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI