Tempe dan Tahu Tidak Baik untuk Hormon Pria? Begini Penjelasan dari Pakar

Arendya Nariswari, Rosiana Chozanah

Senin, 27 Desember 2021 | 16:29 WIB
Tempe dan Tahu Tidak Baik untuk Hormon Pria? Begini Penjelasan dari Pakar
Ilustrasi tempe (Shutterstock)

Suara.com - Kedelai merupakan protein nabati yang mengandung asam amino esensial. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) merekomendasikan untuk mengonsumsi beberapa kedelai untuk menjaga kesehatan jantung. Di Indonesia, makanan dari kedelai yang setiap hari dikonsumsi adalah tempe dan tahu.

Namun di balik manfaat kesehatannya, kedelai juga dipercaya dapat menurunkan kadar hormon testosteron pada laki-laki. Apa benar?

Studi yang menunjukkan bahwa kedelai memengaruhi testosteron pada pria memang memicu kontroversi. Banyak ilmuwan mencatat bahwa studi tersebut cacat, dari kurangnya kelompok kontrol, hanya berfokus pada sejumlah kecil subjek, hingga mengabaikan untuk mengumpulkan data penting.

"Protein pada kedelai mengandung sejumlah besar isoflavon fitoestrogen yang berubah menjadi zat estrogenik dengan sifat hormonal potensial," jelas ahli urologi dan spesialis kesehatan pria di Men's Center Indianapolis, Indiana, Jason Kovac.

Fitoestrogen merupakan suatu senyawa dalam tumbuhan yang mirip dengan hormon estrogen dalam tubuh. Namun, sifatnya lebih lemah untuk membentuk estrogen itu sendiri daripada hormon estrogen alami yang ada pada tubuh manusia.

Kacang Kedelai (pixabay)
Kacang Kedelai (pixabay)

Jenis dari fitoestrogen yang paling dipelajari adalah isoflavon yang banyak ditemukan dalam kacang kedelai, dan lignan, dapat ditemukan dalam biji-bijian serta berbagai sayuran.

Kovac lebih merekomendasikan untuk menyoroti meta-analisis 2010 yang terbit di Fertility and Sterility sebagai literatur terbaik untuk dipertimbangkan.

Dalam meta-analisis tersebut, peneliti meninjau 15 perawatan terkontrol plasebo dan 32 laporan. Hasilnya menunjukkan bahwa protein kedelai dan isoflavon tidak memengaruhi kadar testosteron pada pria, terlepas dari usia mereka.

"Pria tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi kedelai secara teratur," saran Kovac, dilansir Men's Journal.

baca juga

Ahli gizi olahraga Marie Spano juga mengatakan bahwa tidak ada data yang menunjukkan bahwa kedelai berdampak negatif terhadap pertumbuhan otot pada pria.

Spano mengacu pada uji klinis yang menemukan bahwa mengonsumsi 22 gram suplemen protein susu kedelai per hari selama tiga bulan tidak mengubah testosteron pada pria muda yang berlatihan ketahanan. Kekuatan dan ketebalan otot meningkat mirip dengan protein whey dan kelompok plasebo.

Apabila seorang pria masih khawatir dengan kadar testosteron yang rendah, penyebabnya kemungkinan bukan karena pola makan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Manfaat Susu Kedelai Bagi Kesehatan

7 Manfaat Susu Kedelai Bagi Kesehatan

Kaltim | Kamis, 23 Desember 2021 | 16:07 WIB

5 Manfaat Kacang Kedelai untuk Kesehatan, Salah Satunya Menurunkan Berat Badan

5 Manfaat Kacang Kedelai untuk Kesehatan, Salah Satunya Menurunkan Berat Badan

Your Say | Jum'at, 10 Desember 2021 | 14:18 WIB

Pertama di Dunia, Pengusaha Singapura Rilis Wine dari Sari Kedelai

Pertama di Dunia, Pengusaha Singapura Rilis Wine dari Sari Kedelai

Lifestyle | Selasa, 07 Desember 2021 | 11:27 WIB

Terkini

Riyadh Diguncang Serangan Houthi, Pasokan Minyak Global di Ujung Tanduk!

Riyadh Diguncang Serangan Houthi, Pasokan Minyak Global di Ujung Tanduk!

News | Minggu, 20 September 2026 | 07:45 WIB

Kecelakaan di Tol Bangkinang, Ustaz dan Dosen Meninggal

Kecelakaan di Tol Bangkinang, Ustaz dan Dosen Meninggal

Riau | Minggu, 20 September 2026 | 07:42 WIB

Daftar Shio Paling Disukai Atasan karena Kerja Cepat dan Jujur

Daftar Shio Paling Disukai Atasan karena Kerja Cepat dan Jujur

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 07:41 WIB

Ironi Buah Nusantara: Dulu Pangan Sehari-hari, Kini Jadi "Kemewahan" Kecil?

Ironi Buah Nusantara: Dulu Pangan Sehari-hari, Kini Jadi "Kemewahan" Kecil?

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 07:25 WIB

Serunya BABYMONSTER dan MONSTIEZ Jalani Misi Planet Reno

Serunya BABYMONSTER dan MONSTIEZ Jalani Misi Planet Reno

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 07:00 WIB

4 Shio yang Makin Hoki Setelah 20 September 2026, Hidup Lancar dan Sesuai Rencana

4 Shio yang Makin Hoki Setelah 20 September 2026, Hidup Lancar dan Sesuai Rencana

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 06:47 WIB

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 06:40 WIB

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

×