alexametrics

Pertama di Dunia, Pengusaha Singapura Rilis Wine dari Sari Kedelai

Rima Sekarani Imamun Nissa | Hiromi Kyuna
Pertama di Dunia, Pengusaha Singapura Rilis Wine dari Sari Kedelai
Sachi Wine, wine dari sari kedelai (Facebook Sachi Wine)

Siapa sangka sari kedelai bisa diubah menjadi wine dengan cita rasa yang khas?

Suara.com - Kacang kedelai menjadi salah satu bahan makanan yang cukup mudah ditemukan di Asia. Bahkan, olahan kacang kedelai seperti tempe dan tahu disebut mampu menjadi pengganti daging. Banyak juga orang yang suka minum susu sari kedelai.

Siapa sangka, merek Sachi Wine dari Singapura telah menemukan cara untuk mengubah sari kedelai menjadi wine. Dilansir dari AsiaOne, CEO Sachi Wine Jonathan Ng dapat mengklaim bahwa wine dari sari kedelai miliknya adalah yang pertama di dunia.

Siapa sangka, ide itu berawal dari eksperimen saat ia berkuliah dan membahas limbah makanan. Ng bekerja dengan produsen tahu kecil lokal yang memproduksi 10 hingga 20 ton sari kedelai setiap hari.

Sebulan setelah peluncuran, perusahaan memiliki tim beranggotakan enam orang. Setiap orang berperan dalam proses mulai dari pembotolan hingga pemasaran dan hal lainnya. Karena itu, Sachi Wine hanya bisa memproduksi 1.000 botol setiap bulannya.

Baca Juga: Berusia 2.000 Tahun, Bangkai Kapal Romawi Pengangkut Wine Ditemukan

Tahun lalu, setelah salah satu pendiri pergi untuk mengejar gelar PhD, Ng berjuang untuk mengumpulkan tim penelitinya sendiri. Covid-19 kemudian semakin menunda rencana peluncuran. Namun, penundaan menyebabkan dia memikirkan kembali soal merek dan strategi pemasaran.

Sachi Wine, wine dari sari kedelai (Facebook Sachi Wine)
Sachi Wine, wine dari sari kedelai (Facebook Sachi Wine)

Dia memutuskan Sachi Wine harus dapat diakses oleh khalayak yang lebih luas yang mencari alternatif lebih sehat, daripada bertujuan untuk eksklusivitas. Ada 70 kalori dalam setiap botol, 18 mg antioksidan kedelai, dan 5,8 persen alkohol.

Dia mengembangkan situs web, bermitra dengan platform e-commerce besar seperti RedMart dan Shopee, dan menjangkau pemain industri makanan.

Dua minggu setelah peluncurannya, batch pertama terjual habis. Sekarang ke batch kedua, Ng bahkan harus meminta mitranya untuk menghentikan sementara pembelian agar semua orang bisa kebagian menyicipi wine ini secara bergantian.

Sachi Wine juga berkesempatan memiliki bagian dalam daftar anggur di kedai baru Andrew Walsh, Club Street Wine Room. Sebagai pengusaha, Ng tentunya terus mendengarkan masukan dari pelanggan.

Baca Juga: Manfaat Kesehatan Wine, Minuman Anggur dari Benua Biru

Misalnya, seorang pelanggan menyarankan bahwa Sachi Wine akan terasa lebih enak berkarbonasi sehingga dia sekarang mengembangkan wine bersoda. Ng juga sedang dalam pembicaraan dengan hotel dan restoran untuk memberikan penawaran eksklusif, serta kustomisasi suvenir pernikahan. Dengan mengubah kacang yang digunakan, bahan alami yang ditambahkan, atau kombinasi ragi, struktur dan rasa wine yang dapat diubah.

Untuk saat ini, Ng sangat ingin menangkap pasar lokal sebelum mengarahkan pandangannya ke luar negeri. Mengingat ada 15 produsen tahu di Singapura, dan konsumen selalu mencari produk baru, kemungkinan Sachi Wine berkembang pun tidak terbatas.

Komentar