Inilah yang Terjadi pada Otak saat Seseorang Meninggal Dunia

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 30 Desember 2021 | 19:01 WIB
Inilah yang Terjadi pada Otak saat Seseorang Meninggal Dunia
Ilustrasi pasien perempuan (shutterstock)

Suara.com - Pada 2018, para peneliti dapat mempelajari saat kematian otak menjadi ireversibel (tidak dapat dipulihkan) pada manusia untuk pertama kalinya, mengamati fenomena pada beberapa pasien Do Not Resuscitate (DNR) yang meninggal saat dirawat di rumah sakit.

Do Not Resuscitate (DNR) merupakan instruksi medis yang memberitahukan tenaga kesehatan untuk tidak melakukan CPR, sehingga dokter dan tenaga emergensi lainnya tidak akan melakukan tindakan bila pasien mengalami henti jantung atau pernapasan.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah meneliti apa yang terjadi pada otak ketika manusia mati. Namun terlepas dari semua yang ditemukan, kemajuan terhalang oleh ketidakmampuan untuk memantau kematian manusia dengan mudah.

Namun pada 2018, tim ilmuwan internasional membuat terobosan, lapor Science Alert.

Pada hewan, dalam 20 sampai 40 detik kekurangan oksigen, otak memasuki 'mode hemat energi' di mana otak menjadi tidak aktif secara elektrik dan neuron.

Ilustrasi mayat, jenazah. [Envato]
Ilustrasi mayat, jenazah. [Envato]

Setelah beberapa menit, otak mulai rusak saat gradien ion dalam sel menghilang, dan gelombang energi elektrokimia, disebut 'depolarisasi', menyebar, atau 'tsunami otak'.

Gelombang tersebut menyebar ke seluruh korteks dan daerah otak lainnya, yang pada akhirnya menyebabkan kerusakan otak ireversibel.

Tim peneliti dari Jerman pun memantau proses ini pada 9 pasien cedera otak parah. Mereka melihat bahwa 'tsunami otak' juga terjadi pada pasien-pasien tersebut.

"Setelah penghentian peredaran darah, penyebaran depolarisasi menandai hilangnya energi elektrokimia, dan menimbulkan proses toksik yang akhirnya menyebabkan kematian," jelas ahli saraf Jens Dreier dari Universitätsmedizin Berlin.

baca juga

Menurut peneliti, studi ini bisa menjadi penyelamat hidup pasien yang mengalami kerusakan otak akibat iskemia serebral atau jenis stroke lainnya.

"Pengetahuan tentang proses penyebaran depolarisasi sangat penting untuk pengembangan strategi pengobatan tambahan, tujuannya untuk memperpanjang kelangsungan hidup sel-sel saraf ketika perfusi otak terganggu," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Manfaat Kacang Bagi Tubuh, Baik untuk Kesehatan Tulang dan Otak

10 Manfaat Kacang Bagi Tubuh, Baik untuk Kesehatan Tulang dan Otak

Bali | Kamis, 30 Desember 2021 | 10:22 WIB

Studi: Perempuan yang Rutin Berhubungan Seks Punya Perkembangan Otak Lebih Baik

Studi: Perempuan yang Rutin Berhubungan Seks Punya Perkembangan Otak Lebih Baik

Health | Selasa, 28 Desember 2021 | 18:45 WIB

Proses Pengungkapan Otak Pelaku Penyeludupan TKI Ilegal ke Malaysia

Proses Pengungkapan Otak Pelaku Penyeludupan TKI Ilegal ke Malaysia

Batam | Senin, 27 Desember 2021 | 20:09 WIB

Terkini

Riau Nihil Titik Api tapi Masih Dikepung Kabut Asap, Mengapa?

Riau Nihil Titik Api tapi Masih Dikepung Kabut Asap, Mengapa?

Riau | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Listrik Padam Lagi, Warga Batam Mengeluh Acara Pesta Gelap Gulita

Listrik Padam Lagi, Warga Batam Mengeluh Acara Pesta Gelap Gulita

Batam | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Bencana Asap dan Moral: Dana Siap Pakai Kebencanaan Perlu Guardrail Digital

Bencana Asap dan Moral: Dana Siap Pakai Kebencanaan Perlu Guardrail Digital

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP

Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:08 WIB

Forest Camp 2026 Ajak Generasi Muda Jaga Hutan, Wujudkan Riau Bebas Asap

Forest Camp 2026 Ajak Generasi Muda Jaga Hutan, Wujudkan Riau Bebas Asap

Riau | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:07 WIB

DPD RI Kawal Keuangan Daerah Kaltim, Rekomendasi BPK Jadi Sorotan

DPD RI Kawal Keuangan Daerah Kaltim, Rekomendasi BPK Jadi Sorotan

Kaltim | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Healing vs Saving: Dilema Gen Z Pilih Mental Health atau Masa Depan Aman

Healing vs Saving: Dilema Gen Z Pilih Mental Health atau Masa Depan Aman

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Tidur Kurang Berkualitas? Fitur Baru Samsung Health Ini Wajib Dicoba!

Tidur Kurang Berkualitas? Fitur Baru Samsung Health Ini Wajib Dicoba!

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21 WIB

Pelatih Garudayaksa FC Bongkar Kunci Comeback Dramatis atas Arema FC

Pelatih Garudayaksa FC Bongkar Kunci Comeback Dramatis atas Arema FC

Bola | Minggu, 18 Oktober 2026 | 00:22 WIB

Persita Tekuk Persija 3-2, Bentrok Suporter dan Spanduk Kritik Karhutla Jadi Sorotan

Persita Tekuk Persija 3-2, Bentrok Suporter dan Spanduk Kritik Karhutla Jadi Sorotan

Bola | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 23:21 WIB

×