Kerusakan Otak: Ini Dampak Jangka Panjang pada Wanita yang Pernah Alami Serangan Seksual

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Kamis, 23 September 2021 | 11:55 WIB
Kerusakan Otak: Ini Dampak Jangka Panjang pada Wanita yang Pernah Alami Serangan Seksual
Ilustrasi pelecehan seksual (Suara.com/Ema Rohimah)

Suara.com - Sebuah studi baru mengungkap bahwa wanita yang menjadi korban serangan seksual memiliki risiko lebih tinggi mengalami kerusakaan otak yang dapat menurunkan kemampuan kognitif, mengalami demensia dan stroke.

Penulis studi, Rebecca Thurston, yang menjabat sebagai profesor di Sekolah Pascasarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Pittsburgh, mengatakan dampak tersebut bisa terjadi ketika korban mendapat pelecehan seksual di masa kanak-kanak atau serangan seksual di masa dewasa.

"Berdasarkan data populasi, sebagian besar wanita mengalami serangan seksual di masa remaja awal dan dewasa awal," tutur Thurston, lapor CNN.

Sebelum ini, sebenarnya sudah ada beberapa studi tentang dampak jangka panjang trauma seksual. Salah satunya yang berkaitan dengan peningkatan faktor risiko utama penyakit jantung.

Studi pada 2018 yang juga dilakukan Thurston menemukan wanita korban serangan seksual tiga kali lebih mungkin untuk depresi dan dua kali lebih mungkin mengalami peningkatan kecemasan dan insomnia.

Ilustrasi pelecehan seksual terhadap mahasiswa (Suara.com/Ema)
Ilustrasi serangan seksual terhadap mahasiswa (Suara.com/Ema)

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC menjelaskan depresi, kecemasan, dan gangguan tidur dapat menyebabkan kondisi kesehatan memburuk, termasuk penyebab penyakit jantung.

Dalam studi baru yang segera terbit di jurnal Brain Imaging and Behavior ini, Thurston memidai 145 otak wanita paruh baya tanpa riwayat penyakit jantung, stroke, atau demensia.

Sebanyak 68 persen dari wanita ini pernah mengalami trauma dan 23 persen di antaranya trauma kekerasan seksual.

Thurston menemukan pada otak korban kekerasan seksual ditemukan hiperintensitas pada materi putih otak.

baca juga

Hiperintensitas materi putih, yang terlihat seperti bintik-bintik putih kecil pada MRI, adalah penanda gangguan aliran darah yang dapat menyebabkan kerusakan otak.

"Kami menemukan wanita dengan riwayat serangan seksual mengalami hiperintensitas materi putih yang lebih besar di otak. Ini merupakan indikator penyakit pembuluh darah kecil yang berkaitan dengan stroke, demensia, penurunan kognotif, dan kematian," ungkap Thurston.

Ia melanjutkan, "Ini hampir seperti tubuh Anda memiliki memori yang mungkin tidak sepenuhnya terwujud melalui gejala psikologis. Serangan seksual juga meninggalkan jejak trauma di otak dan tubuh kita."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Cara yang Bisa Dilakukan Penyintas Kekerasan Seksual untuk Pulih dari Trauma

3 Cara yang Bisa Dilakukan Penyintas Kekerasan Seksual untuk Pulih dari Trauma

Health | Rabu, 22 September 2021 | 18:25 WIB

Nomenklatur RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Diubah, PSHK UII: Harus Dikembalikan

Nomenklatur RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Diubah, PSHK UII: Harus Dikembalikan

Jogja | Sabtu, 18 September 2021 | 15:32 WIB

Wawancara dengan Permadi Arya, Istri Ayah Taqy Malik Ungkap Kebenaran Kekerasan Seksual

Wawancara dengan Permadi Arya, Istri Ayah Taqy Malik Ungkap Kebenaran Kekerasan Seksual

Jogja | Rabu, 15 September 2021 | 16:09 WIB

Terkini

Pembahasan RUU Pemilu Masih Tahap Awal, DPR Tegaskan Belum Ada Keputusan

Pembahasan RUU Pemilu Masih Tahap Awal, DPR Tegaskan Belum Ada Keputusan

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:20 WIB

Prabowo Silakan KPK Tindak Anak Buah, Jubir Sebut Korupsi Mencekik Pelayanan Publik

Prabowo Silakan KPK Tindak Anak Buah, Jubir Sebut Korupsi Mencekik Pelayanan Publik

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:17 WIB

Review Film Once We Were Us: Ternyata Cinta Saja Tak Selalu Cukup

Review Film Once We Were Us: Ternyata Cinta Saja Tak Selalu Cukup

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 17:15 WIB

Plesir Malam di Bangkok: Menyusuri Chao Phraya dari Atas Kapal Pesiar

Plesir Malam di Bangkok: Menyusuri Chao Phraya dari Atas Kapal Pesiar

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 17:12 WIB

Kenapa HP Bisa Meledak? Viral Gadget Penumpang KRL Mendadak Terbakar

Kenapa HP Bisa Meledak? Viral Gadget Penumpang KRL Mendadak Terbakar

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 17:11 WIB

Perusahaan Engineering Jerman Intip Teknologi Tambang Indonesia, Ada Peluang Bisnis Baru

Perusahaan Engineering Jerman Intip Teknologi Tambang Indonesia, Ada Peluang Bisnis Baru

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 17:09 WIB

Stadion Sudiang Makassar Disegel, Pembangunan Tribun Selatan Lumpuh!

Stadion Sudiang Makassar Disegel, Pembangunan Tribun Selatan Lumpuh!

Sulsel | Kamis, 17 September 2026 | 17:09 WIB

Cekcok Berujung Maut, Pria di Sibolga Ditusuk hingga Tewas

Cekcok Berujung Maut, Pria di Sibolga Ditusuk hingga Tewas

Sumut | Kamis, 17 September 2026 | 17:06 WIB

DJP Janji Buka Akses Data Mikro Pajak ke Peneliti, Buat Apa?

DJP Janji Buka Akses Data Mikro Pajak ke Peneliti, Buat Apa?

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 17:05 WIB

Anti Lengket! 5 Lip Matte Ringan yang Nggak Menggumpal dan Bebas Pecah

Anti Lengket! 5 Lip Matte Ringan yang Nggak Menggumpal dan Bebas Pecah

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 17:00 WIB

×