Kilas Balik Pandemi Covid-19 Global: Dari Kampanye Vaksin Sampai Kemunculan Omicron

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 31 Desember 2021 | 17:35 WIB
Kilas Balik Pandemi Covid-19 Global: Dari Kampanye Vaksin Sampai Kemunculan Omicron
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda akan berakhir hingga penghujung Desember 2021. Kasus harian di seluruh dunia justru pecah rekor mencapai 1,5 juta kasus per hari pada Kamis (30/12).

Tepat dua tahun lalu, 31 Desember 2019, Li, seorang dokter mata di rumah sakit di Wuhan menyebarkan laporan medis yang menunjukkan potensi kasus virus corona SARS di kota tersebut ke akun media sosial.

Baru pada Januari 2020, kasus virus corona tersebut mendapat perhatian Organisasi Kesehtan Dunia (WHO). Bahkan dikabarkan telah menyebar ke berbagai negara.

Perkembangan kasus Covid-19 di seluruh dunia sejak 2020 terus terjadi naik turun. Khusus artikel ini, suara.com merangkum kilas balik kondisi pandemi Covid-19 secara global selama 2021. 

Diharapkan dengan kilas balik ini bisa menjadi refleksi untuk lebih disiplin menjaga diri agar terhindar dari penularan virus corona.

1. Kampanye Vaksin Covid-19

ilustrasi vaksinasi Covid-19. [Envato]
ilustrasi vaksinasi Covid-19. [Envato]

Vaksinasi Covid-19 sebenarnya telah dilakukan sejak Desember 2020. Namun ketika itu, masyarakat global masih ragu dengan kualitas vaksin Covid-19 karena dibuat terlalu cepat. 

Kampanye vaksin pun dilakukan secara global dan makin masif pada Januari 2020. Inggris sebagai salah satu negara yang pertama kali menyuntikkan vaksin Covid-19 ke warganya sampai melibatkan Ratu Elizabeth untuk turun langsung melakukan kampanye vaksin.

2. Kasus Covid-19 di Dunia Capai 100 Juta Pertama

Selama kurang lebih 13 bulan virus corona SARS Cov-2 menyebar ke seluruh dunia, capaian kasusnya telah mencapai 100 juta pada 26 Januari 2021. Ketika itu, jumlah kasus didominasi Amerika Serikat, India, Brasil, Rusia, dan Inggris. 

Namun, 100 juta kasus kedua ternyata lebih cepat terjadi. Hanya dalam enam bulan, total kasus Covid-19 menjadi 200 juta pada awal Agustus.

3. Penemuan Obat 

Para peneliti di Universitas Oxford menemukan bahwa perawatan asma bisa mengurangi potensi rawat inap dan pemulihan lebih cepat bagi pasien Covid-19. Obat disarankan diberikan dalam waktu tujuh hari setelah gejala muncul.

Data awal dari penelitian itu menemukan relawan yang diobati dengan budesonide memiliki resolusi demam yang lebih cepat dan gejala persisten lebih sedikit.

Pulmicort pernah menjadi obat blockbuster untuk pembuat vaksin virus corona AstraZeneca, yang sekarang menawarkan obat yang lebih baru, Symbicort, sebagai pengobatan alternatif asma. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes Sebut 5 Pasien Covid-19 Varian Omicron Belum Dapatkan Vaksin Sama Sekali

Kemenkes Sebut 5 Pasien Covid-19 Varian Omicron Belum Dapatkan Vaksin Sama Sekali

Health | Jum'at, 31 Desember 2021 | 13:51 WIB

Meski Pandemi Covid-19, 1,4 Juta WNI dan WNA Datang-Pergi Lewat Bandara Soekarno-Hatta

Meski Pandemi Covid-19, 1,4 Juta WNI dan WNA Datang-Pergi Lewat Bandara Soekarno-Hatta

Banten | Jum'at, 31 Desember 2021 | 13:43 WIB

Sama Seperti Tahun Lalu, Jokowi Akan Habiskan Malam Pergantian Tahun di Istana Bogor

Sama Seperti Tahun Lalu, Jokowi Akan Habiskan Malam Pergantian Tahun di Istana Bogor

News | Jum'at, 31 Desember 2021 | 13:00 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB